Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 232


__ADS_3

Perempuan itu sama sekali tidak ambil hati dan memilih mengabaikan, dia ikut membantu dengan menyapu lengan jas Nicholas.


“ouch .... I'm really - really sorry, for making your clothes dirty (aduh.... Aku benar – benar minta maaf, karena sudah membuat baju anda kotor)” ujar perempuan itu dengan penuh sesal, Nicholas hanya diam sambil masih menatap tajam ke arah perempuan di depannya. Dia melangkah mundur memilih untuk sedikit menjauh dari perempuan itu,


“I will be responsible for paying for the laundry services, I will also replace it by buying the same clothes and jacket (Aku akan bertanggung jawab dengan membayar jasa laundrynya, aku juga akan mengganti dengan membelikan pakaian serta jas yang sama)” ujar perempuan itu.


“no need (tidak perlu)” ujar Nicholas melangkah hendak meninggalkan perempuan itu, langkahnya kembali terhenti saat tangannya di pegang dengan lancang oleh perempuan itu.


“Wait a minute.... You don't go yet, I'm really bad for making your clothes dirty (Tunggu sebentar.... Kamu jangan pergi dulu, aku benar – benar tidak enak hati karena sudah membuat pakaianmu kotor)” ujar perempuan itu memasang wajah bersalah dan bergaya imut, Nicholas sama sekali tidak memberikan respond apa pun dan kembali bermaksud untuk meninggalkan perempuan itu.


Lagi – lagi perempuan itu menahan Nicholas dan berusaha meminta maaf, dia tidak segan – segan memegangi tangan pria yang berkali – kali terus menepis tangannya.


“allow me to show regret, or you can give me your WA number and I will contact you so I can apologize properly (izinkan untukku menunjukkan rasa penyesalan, atau kamu bisa memberikan nomor WA dan aku akan menghubungimu agar bisa meminta ‘maaf’ dengan baik)” ujar perempuan itu bertingkah genit, dia juga menekankan pada kata maaf yang langsung di tatap semakin tajam oleh Nicholas.


Bukannya merasa takut perempuan itu malah semakin menjadi,


“ouch... The stares at you like that make the part here..... beat fast (ouch... Di tatap kamu seperti itu membuat bagian sini (menunjuk pada bagian dada) berdetak cepat)” ujar perempuan itu lagi.


Nicholas sudah tidak tahan lagi, tangannya merasa gatal ingin menepis dan mendorong kuat perempuan itu. Saat dia hendak melakukan tindakan, sejenak mata tajam itu melihat kedatangan Sabrina dengan para pekerja spa yang mengikutinya. Senyuman terkembang di wajah Nicholas saat melihat wajah cantik istrinya terlihat mendung, Sabrina menatap ke arah perempuan yang memegangi tangan dan berusaha merayu Nicholas.


Sabrina melangkah dengan cepat menghampiri Nicholas dan perempuan tidak di kenal yang membalas menatap heran ke arahnya, kedua alis perempuan itu terlihat seakan menyatu menatap heran ke arah perempuan cantik berhijab.


“Aiiih siapa sih yang manggil ustazah kemari? Emangnya sekarang ustazah menyampaikan tausiahnya di tempat spa juga?! “ perempuan itu menatap sinis ke arah Sabrina yang melihatnya dari kepala hingga ujung kaki.

__ADS_1


Sabrina tampak tenang sambil menatap ke arah Nicholas yang membalas menatap, tangan perempuan yang masih memegang lengan kekar di tepis dan di dorong kuat begitu saja oleh Nicholas. Dia sama sekali tidak menghiraukan perempuan itu yang mundur beberapa langkah, Nicholas langsung menghampiri istri yang terlihat sangat jelas dari wajah cantiknya rasa tidak senang.


Rasa kesal dan amarah tertutupi sempurna dengan sikap tenang Sabrina yang tersenyum ramah,


“sayang,who is she?! (sayang, siapa dia?!)”tanya Sabrina dengan tersenyum manis, Nicholas sedikit terkesiap saat menatap senyuman istrinya yang mengandung makna tertentu.


“It's nobody, come on (Bukan siapa – siapa, ayo)” ujar Nicholas sambil merangkul pergi Sabrina meninggalkan perempuan itu.


“Wait, I'm still not done...(Tunggu, aku masih belum selesai...)” ujar perempuan itu memegangi tepian lengan jas yang di kenakan Nicholas, mereka berdua pun menghentikan langkah sembari melihat kembali ke arah perempuan itu.


Mata Sabrina menatap dingin dan tidak senang melihat apa yang menghentikan langkah mereka, tangan kekar yang semula merangkul pundak langsung berpindah ke pinggang ramping Sabrina. Perempuan itu terkejut melihat perlakuan Nicholas pada perempuan berhijab itu,


“Talk over, I don't need your 'apologies'. Come on Sayang, let's go (pembicaraan selesai, saya tidak membutuhkan permintaan maafmu. Ayo sayang, kita pergi)” ujar Nicholas menepis tangan perempuan itu lalu melangkah pergi begitu saja.


“what's so great about her?! Hijab but easily touched by men who are not muhrim (apa hebatnya dia?! Berhijab tapi mudah saja di sentuh oleh pria yang bukan muhrimnya)” ujar perempuan itu, dia mengira jika status hubungan pasangan itu hanya sebatas perkenalan. Mendengar perkataan perempuan itu membuat Nicholas menghentikan langkahnya kembali, Sabrina memegangi tangan suaminya yang terlihat sudah tidak tenang.


“Apa yang salah jika saya di sentuh oleh suami saya sendiri? “ujar Sabrina memberi pukulan telak pada perempuan itu, seolah tidak percaya dengan apa yang di dengar perempuan itu memperhatikan mereka dengan intens.


Sekilas perempuan itu melihat benda kecil yang melingkar di jari manis pasangan Sabrina dan Nicholas, membuat perempuan itu terdiam dan mati kutu menatap ke arah mereka.


Ajim... Mereka udah nikah... Gue kira mereka masih sebatas kenalan... Hilang kesempatan gue buat gaet nich laki... Gumam perempuan itu dalam hati, terdengar bisikan yang berdengung di area lobi itu.


"sebaliknya anda, Apakah pantas anda bersikap seperti itu terhadap pria yang sudah memiliki istri? lebih baik benahi sikap dan prilaku anda sendiri, baru anda mengajari orang lain" ujar Sabrina membuat perempuan di hadapannya terdiam.

__ADS_1


Beberapa orang terlihat berbicara satu sama lain sambil melirik ke arah perempuan berpakaian menantang itu, para sahabat perempuan itu terlihat menyingkir dan tidak mau ikut campur. Nicholas merasa sangat gerah dengan tingkah perempuan itu, dia lalu menarik pinggang Sabrina untuk lebih dekat padanya. Tarikan tangan kekar itu membuat Sabrina menatap ke arah wajahnya, Nicholas segera melancarkan aksi dengan mengecup bibir istrinya.


Aksi Nicholas membuat para tamu dan klien spa yang berada di lobi terperangah, beberapa dari mereka terlihat kagum dengan aksi nekat itu. Beberapa tamu terlihat memilih mundur dengan teratur dan meninggalkan lobi untuk menjalani treatment pilihan mereka, perempuan dan para sahabatnya itu telah menghilang sekejap mata dan sama sekali tidak terlihat batang hidung mereka.


Senyuman penuh kemenangan terlukis di wajah tampan Nicholas yang sengaja melakukan aksi itu, sengaja di lakukan demi menghalau dan menyingkirkan para hama yang memiliki niat tertentu pada istrinya. Perlahan ciuman itu berhenti dengan ibu jari Nicholas membelai lembut bibir bagian bawah Sabrina, keningnya hampir bertaut heran menatap wajah istri yang terlihat cemberut.


“why? (kenapa?)” Nicholas menatap Sabrina sambil tangannya membelai lembut pipi putih yang terlihat menggelembung, tangan Sabrina melepaskan tangan Nicholas dan sedikit mendorong lembut. Dorongan itu membuat Nicholas mundur beberapa langkah, dengan wajah cemberut Sabrina melangkah pergi menuju mobil yang sudah terparkir cantik di pelataran gedung spa.


Pintu mobil langsung terbuka oleh anak buah Nicholas yang melihat Sabrina keluar dari gedung itu, dia mempersilahkan perempuan cantik itu masuk ke dalam mobil. Sabrina duduk di dalam mobil menunggu Nicholas yang mengikutinya sambil tersenyum nackal, dia tahu dan mengerti jika saat ini istrinya kesal atas aksinya.


... ...................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2