Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 119


__ADS_3

“what do you mean why i ended up being a mafia and a convert, right? (apa yang kamu maksud kenapa aku berakhir menjadi seorang mafia dan mualaf, benarkan?)” mata Sabrina kembali menatap ke arah Nicholas yang juga menatap ke arahnya. Dia terkejut saat pemuda tampan di depannya bisa mengetahu isi hati serta pertanyaan-pertanyaan yang bergema di benaknya.


“Sabrina, I'm neither holy nor perfect. I was born into a well-to-do family and can be said to be perfect until one day... (Sabrina, aku bukanlah orang suci atau pun sempurna. Aku terlahir dalam keluarga yang berada dan bisa di katakan sangat sempurna sampai pada suatu hari...)” Nicholas menceritakan jati dirinya pada gadis cantik itu.


Nicholas kecil hidup bersama ibu dan adik perempuannya di sebuah kota kecil di Rusia, ibu Nicholas sangat senang bertraveling hingga sampai di Rusia. Di negara itu ibu Nicholas mengenal seorang pria yang tampan bernama John Abraham dan jatuh cinta pada pria itu, ibu Nicholas sama sekali tidak mengetahui latar belakang John yang ternyata adalah seorang mafia paling di takuti juga berpengaruh di Rusia.


Sebagai seorang Mafia yang sangat berpengaruh Ayah Nicholas juga memiliki musuh yang sangat banyak dan kuat, karena itulah ayah Nicholas sangat menyembunyikan keberadaan Nicholas, ibu dan adik perempuannya.


Nicholas kecil kini berusia empat belas tahun seorang remaja yang sangat berbakti pada ibunya, setiap pulang sekolah dia ke toko bunga ibunya ikut membantu bekerja di sana. Bersama dengan adik perempuannya yang berusia dua belas tahun mereka saling bahu membahu dan hidup penuh ketenangan.


Hingga suatu hari John harus berangkat ke Australia untuk pekerjaan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk mereka memulia hidup baru di negara kangguru itu.


“Nikolas, pozabot'sya o svoyey mame i sestre, posle togo, kak papiny dela zakonchatsya, kak tol'ko papa zayedet za toboy syuda (Nicholas, jaga mama dan adikmu, setelah urusan papa selesai di sana secepatnya papa akan menjemput kalian di sini)” ujar John tampak berat meninggalkan keluarga kecilnya.


“Papa, rasslab'sya, ya pozabochus' o nikh. V kontse kontsov, dyadya Dmitriya zdes' zabotitsya o nas, papa zakanchivayet rabotu tam(papa tenang saja, aku akan menjaga mereka. Lagi pula ada paman Dimitri yang menjaga kami di sini, papa selesaikan pekerjaan di sana)” ujar Nicholas memeluk John.


“Claire... (Claire....)” John menatap perempuan cantik ibu dari anak-anaknya yang membalas dengan tersenyum manis seraya memberikan ciuman pada bibir John.


Tangan Nicholas segera menutup mata adiknya yang masih polos dan belum mengerti apa pun, John menghampiri Dimitri sahabat baiknya. Mereka bersalaman dan berpelukan dengan erat, lalu John melangkah pergi masuk ke dalam bus yang membawanya pergi menuju kota di mana anak buahnya telah menunggu.


***

__ADS_1


Pesawat yang di tumpangi John pun tinggal landas meninggalkan Rusia menuju negara Australia, sepeninggal John yang pergi menyelesaikan tugasnya. Claire kembali melanjutkan rutinitasnya di toko bunga dengan di bantu putrinya yang tampak membawa satu buket bunga tulip. Nicholas baru saja pulang dari sekolah berjalan kaki menuju toko bunga ibunya.


Tiba-tiba saja...


Buuughh....


Padangan Nicholas mendadak menghitam, dia tidak sadarkan diri tergeletak di atas tanah. Beberapa orang langsung menutup mata dan kepalanya, kedua tangan juga kakinya terikat dengan sangat erat. Orang-orang itu segera memasukkan tubuh Nicholas ke dalam mobil minivan yang langsung menuju ke suatu tempat tersembunyi.


Claire dan putrinya juga dalam keadaan yang sama dengan Nicholas mereka di kumpulkan dalam suatu ruangan yang minim penerangan. Satu persatu penutup kepala dan mata mereka di buka, mata dari masing-masing mereka mengerjap-kerjap menyesuaikan penglihatan dalam ruangan itu.


Mulut Nicholas, Claire dan adiknya tertutup lakban hingga mereka tidak bisa mengeluarkan suara. Tangan kaki Nicholas terikat kuat di samping kursi yang di dudukinya, begitu juga Claire dan adiknya yang sudah menitikkan air mata.


Tap... Tap... Tap...


“YA znayu, chto vy, rebyata, ochen' udivleny moyey takoy vneshnost'yu (aku tahu kalian sangat terkejut dengan tampilanku yang seperti ini)” ujar Dimitri sembari tersenyum smirk pada Claire dan anak-anaknya. Pertanyaan demi pertanyaan berputar di benak mereka, mata mereka menatap tidak percaya dan mempertanyakan ada apa sebenarnya yang telah terjadi.


“oo To, chto seychas proiskhodit s vami, yavlyayetsya rezul'tatom deystviy vashego muzha i ottsa, yesli on ne deystvuyet vo vlasti i ne zastavlyayet menya rasshiryat' moyu territoriyu. Tak chto, yesli vy khotite obvinit', prosto obvinite svoyego papu, kotoryy nekompetenten, chtoby byt' liderom mafii v Rossii.( Apa yang terjadi pada kalian saat ini adalah buah dari akibat ulah suami dan papa kalian, jika dia tidak sok berkuasa dan menekanku untuk memperluas wilayah. Jadi jika kalian ingin menyalahkan salahkan saja papa kalian yang tidak becus menjadi seorang ketua Mafia di Rusia ini)” Dimitri terlihat begitu berbeda, sorot matanya di penuhi dengan rasa kebencian. Mata Claire terbuka lebar saat mengetahui jika suaminya adalah mafia yang sangat berpengaruh di Rusia, dia percaya jika John hanya seorang pengusaha yang sedang merintis dari bawah.


Nicholas remaja berusaha untuk membebaskan dirinya, namun ikatan di kaki dan tangannya sangat kuat. Adik perempuan Nicholas menangis ketakutan duduk di samping Claire yang berusaha untuk berbicara menenangkan anak-anaknya yang ketakutan. Dimitri yang tersenyum smirk mengode pada anak buahnya untuk membuka lakban yang menempel menutupi mulut Claire.


“V chem smysl vsego etogo Dmitriya? My uzhe schitayem vas sem'yey, dazhe Nik i Eyl schitayut vas vtorym ottsom. Zachem vam delat' chto-to podobnoye? (Apa maksud dari semua ini Dimitri? Kami sudah menganggap mu keluarga, bahkan Nic dan Eile menganggapmu sebagai ayah kedua. Kenapa kamu tega berbuat seperti ini?)” ujar Claire sangat marah, orang yang sudah mereka percayai tega untuk mengkhianati.

__ADS_1


“Vtoroy otets .... hahahahahahaaha ... kakaya shutka, kotoraya poshchekotala mne zhivot)


S(Ayah kedua .... hahahahahaha... sungguh sebuah lelucon yang menggelitik perut ku)” Dimitri tertawa keras saat mendengar apa yang di katakan oleh Claire. Dia berjalan mendekat ke arah Claire lalu menjambak rambutnya dengan sangat kasar,


“Dzhon bezzhalostno ubil moyego brata, i chtoby otomstit' za yego smert', ya voz'mu to, chto u nego yest' seychas (John sudah membunuh adikku dengan kejam dan untuk membalas kematiannya aku akan merenggut apa yang di milikinya sekarang)” ujar Dimitri meraih dan merobek paksa pakaian yang di pakai Claire.


“Kyaaaaaa...aaaa....” pekik Claire merasa perih di bahunya.


“Hmmmmmp.....mhhhmppp.....mmmppppphh...” Nicholas memberontak berusaha melepaskan ikatan di tangan juga kakinya, matanya sudah merah dan berkaca-kaca saat melihat ibunya di lecehkan. Dia berusaha untuk bangkit dari tempat duduknya, tapi dua orang bertubuh besar menahan dengan menekan kuat bahunya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2