
Raka tidak bisa menunggu lama, dia segera menuju tangga darurat menuju kamar perawatan Sabrina setelah di bertanya ke bagian resepsionis. Wiyasa dan Cakra mengikutinya dari belakang sedikit berlari menaiki anak tangga.
Andhini menatap Sabrina yang tengah tertidur pulas, sebelah tangannya memegangi tangan Sabrina. Ponsel di tangannya bergetar, Andhini segera melihat layar ponsel miliknya.
Mas Wiyasa?!! Gumam Andhini dalam hati segera mengangkat telepon dari suaminya.
“assalamualaikum mas” ujar Andhini setelah menggeser icon hijau di layar ponselnya. Saat mengangkat telepon dari suaminya, Andhini mendengar ketukan dari luar pintu kamar perawatan Sabrina.
Tok... Tok... Tok...
Andhini segera bangkit dari tempat duduknya melangkah menuju pintu bermaksud untuk membuka dan melihat siapa yang datang.
“wa... hah hah... hah waalaikum salam dek, dek hah hah hah kamu jangan buka pintu hah hah hah sebelum mas dan lainnya datang” ujar Wiyasa terengah-engah menaiki anak tangga.
Terlambat Andhini sudah membuka pintu dan termenung saat melihat beberapa pria yang sempat datang ke kediaman Adiwijaya. Pria yang tidak lain adalah Jack berdiri tepat di hadapan Andhini memegang sekeranjang buah, di sampingnya berdiri anak buah memegang satu buket mawar merah yang sangat indah.
Andhini akan segera menutup pintu langsung di cegah oleh Jack.
“nyonya....nyonya... tunggu...” ujar Jack menahan pintu dengan bahunya.
“mau apa lagi kalian kemari, kedatangan kalian sama sekali tidak di terima di sini” usir Andhini setengah berbisik, dia tidak ingin mengganggu putrinya yang tengah tertidur pulas.
“ maaf nyonya, maksud kedatangan kami kemari dengan niat yang baik. Bos kami mengirimkan ini untuk nona Sabrina,” Ujar Jack menyodorkan buah dan bunga untuk Sabrina.
“bawa kembali semua itu, kami sama sekali tidak ada kaitannya dengan Arman" tolak Andhini berbisik berusaha kembali menutup pintu.
“tapi nyonya...” belum selesai Jack berucap pintu itu di tutup keras oleh Andhini.
BRAAAAK....
__ADS_1
Pintu itu menutup tepat di depan wajah Jack, anak buah yang melihatnya merasa tidak senang.
“boss, I will help you get rid of that girl (bos, saya akan membantu anda menyingkirkan perempuan itu)” ujar anak buah yang memegang buket bunga hendak masuk ke kamar perawatan Sabrina.
“Don't do anything, let's just wait a little longer ( jangan bertindak apa pun, kita tunggu saja sebentar lagi)” perintah Jack berdiri tepat di depan pintu.
Pintu yang tertutup keras membuat Sabrina terbangun dari tidurnya, dia melihat Andhini tengah menatap ke arah pintu masuk.
“buk...ibu kenapa?” tanya Sabrina, dia berusaha bangun dari rebahannya. Andhini segera menghampiri Sabrina, membantunya untuk menyandarkan punggungnya ke kepala ranjangnya.
“kamu bangun... maaf sayang, tadi Ibu...” belum sempat Andhini berbicara, Jack segera menerobos masuk ke kamar Sabrina saat mendengar suaranya.
Sabrina terkejut saat melihat Jack yang masuk begitu saja, dia meletakkan buah di atas lemari kecil samping ranjang pasien.
“Keluar kalian, bawa semuanya kembali kami sama sekali tidak membutuhkannya” bentak keras Andhini
Mereka berdua mengabaikan bentakan Andhini. Anak buah Jack menyerahkan buket bunga mawar pada Jack sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat dengan menganggukkan kepala, lalu dia berjalan keluar dari ruang perawatan Sabrina.
Get well soon my Dear... love Nic... gumam Sabrina dalam hati membaca tulisan yang ada di kartu ucapan itu. Mata Sabrina kembali menatap ke arah Jack lalu melihat ke arah Andhini yang marah.
“buk....” Sabrina menggenggam tangan Andhini untuk menenangkannya.
Anak buah Jack berpapasan di pintu masuk dengan Raka datang dengan nafas tersengal. Dia segera masuk dengan mendorong ke samping anak buah Jack yang tampak tidak senang, dia ingin membalas. Tangannya segera meraih senjata yang tersembunyi di balik jasnya, Jack segera mengode pada anak buahnya untuk tidak mengambil tindakan apa pun.
“What are you doing? We don't welcome your arrival here at all. you better get up soon ( apa yang kalian lakukan? kedatangan kalian sama sekali tidak kami terima di sini. lebih baik kalian angkat kaki segera)” ujar Raka sama sekali tidak suka dengan kedatangan Jack dan anak buahnya.
“ take it easy bro, we came here just to deliver this from the boss. we will go now (tenang saja bro, kami datang kemari hanya mengantarkan ini dari bos. kami akan pergi sekarang)” Jack akan melangkah pergi keluar dari kamar perawatan Sabrina.
“sir...” panggil Sabrina menghentikan langkah Jack, Wiyasa dan Cakra Masuk ke kamar Sabrina dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
“mas.... Kamu kenapa?” Andhini melihat Wiyasa dan Cakra datang dengan tubuh juga wajah yang di basahi keringat.
Nafas mereka terdengar tidak beraturan, Wiyasa ingin menjawab pertanyaan Andhini namun tidak sanggup karena masih mengatur nafasnya.
“Sir... please bring all this back, because the one who is entitled to all this is not me. please tell your boss that I don't have any relation with Mr. Arman anymore. ( Tuan.... tolong bawa kembali semua ini, karena yang berhak atas semua ini bukanlah aku. tolong katakan pada bos mu jika aku tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengan Tuan Arman.)” ujar Sabrina membuat Jack menatap ke arahnya.
“but miss... (tapi nona...)” Jack belum selesai berbicara, Wiyasa, Cakra dan Raka merasa sudah kuat langsung berdiri di hadapannya. Seolah-olah mereka adalah tameng untuk melindungi Sabrina dari Jack dan anak buahnya.
“you better get out of here right away, while we still have the decency to respect you ( lebih baik anda segera pergi dari di sini, selagi kami masih memiliki kesopanan untuk menghormati anda)” ujar Cakra menatap tajam ke arah Jack dan anak buahnya.
Jack masih menatap ke arah Sabrina yang lebih memilih diam, wajah cantik Sabrina tampak pucat dan terlihat sangat sedih. dia mengode ke arah anak buahnya untuk mundur kembali ke villa Nicholas, Jack membalikkan tubuhnya hendak keluar dari kamar Sabrina.
“Sir... all this stuff.... ( Tuan... semua barang ini....)” panggil Sabrina kembali menatap ke dua barang yang di tinggalkan Jack.
“ this item is a gift from our boss to you, it's up to you what you want to do with this thing. I came here only to carry out orders from the boss. ( item ini adalah hadiah dari bos kami untuk Anda, terserah Anda ingin melakukan apa dengan benda ini. Saya datang ke sini hanya untuk menjalankan perintah dari bos.)” ujar Jack berlalu pergi meninggalkan kamar Sabrina.
Sabrina ingin berbicara kembali namun terlambat karena Jack sudah keluar, Matanya menatap bunga itu. Begitu juga Raka menatap ke arah buang mawar di atas ranjang Sabrina, dia merasa tidak senang dengan kehadiran dua benda dari pria lain untuk tunangannya. Raka menahan dirinya untuk tidak berbuat ke kanak-kanakkan dan berusaha untuk bersikap biasa, tapi Sabrina menyadari perubahan raut wajah Raka yang tidak suka.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...