Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep.140


__ADS_3

“cari tahu informasi tentang ja**ng itu, segera bawa dia ke hadapanku. Aku akan menguliti dia hidup-hidup dan mencincangnya menjadi bagian terkecil lalu memberikannya pada para anjing” ujar Roy membentak keras ke arah asistennya.


“ba... ba... baik bos” ujar asistennya ketakutan. Roy kembali menatap tajam ke arah asistennya,


“jika kau gagal dalam pekerjaan ini lagi, maka kau yang akan menggantikan ja**ng itu” ujar Roy dengan kilatan kemarahan di matanya.


Roy tampak memijat keningnya mengetahui rencana yang sudah tersusun rapi gagal total, Adelia turun dari ranjang menghampiri Roy yang masih terlihat sangat kesal dan marah.


Ada rasa kesal dan marah di hati Adelia karena rencana untuk mendapatkan Raka gagal total, saat Roy dan Asistennya tengah berbicara Adelia tampak diam dan larut dalam pikirannya.


Rencana untuk mendapatkan mas Raka gagal total, jika aku terus mendekatinya yang ada dia pasti akan curiga padaku dan semakin menjauh. Sekarang hanya tuan Roy yang bisa menjadi pendukung dan aku tidak boleh melepaskan kesempatan ini gumam Adelia dalam hati.


Adelia turun dari ranjang menghampiri Roy yang terlihat kesal dengan kegagalan rencananya,


"tuan Roy, jangan merasa kesal begitu. Membuat Adelia merasa sangat takut” Adelia bertingkah manja pada Roy sambil memegangi dan mulai memijat lembut pundak pria itu.


“bagaimana aku tidak kesal, rencana kita gagal dan baru saja aku terbangun ada pemberitahuan dari pihak Arbecio untuk membatalkan kontrak kerja sama... semuanya menjadi hancur berantakan karena ja**ng itu” Roy terlihat begitu murka. Adelia segera memakai jurus jitunya untuk meredam kemarahan Roy, dia segera duduk di pangkuan berhadapan langsung dengannya.


“sudahlah tuan Roy, jangan marah lagi. Asisten tuan juga sudah mencari wanita ja**ng itu dan lagi masih banyak kesempatan kita untuk menjatuhkan Arbecio. Sekarang bagaimana kalo kita ....” jari jemari Adelia bermain dada bidang Roy yang menatap tajam ke arahnya.


Gadis ini sangat berbeda dengan Indah dan tubuhnya benar-benar membuatku ketagihan. Indah... hah.. aku sudah bosan dengan perempuan tua itu, permainan putrinya lebih menantang dan membuatku terus menginginkannya gumam Roy dalam hati dengan tatapan maut yang mematikan. Sebelah tangan kekar Roy menjambak rambut Adelia yang masih tersanggul rapi.


“aaaah...” terdengar suara Adelia yang membuat singa jantan dalam diri Roy terbangkitkan. Bibir Roy mulai menjelajahi leher jenjang Adelia dan meninggalkan beberapa kiss mark di sana, perlakuan Roy mendapat perlawanan menantang dari Adelia dan mereka pun berakhir melakukan olah raga pagi yang melelahkan.


Nafas Adelia dan Roy tampak tersengal-sengal setela melakukan olah raga pagi bersama, mereka saling tersenyum senang sambil berpelukan teletabis seakan tidak ingin terpisahkan satu sama lain.

__ADS_1


***


Sabrina baru menyelesaikan ritual mandinya, tangannya segera meraih bathrobe yang tergantung di luar ruang Shower. Setelah memakainya dengan bertelanjang kaki dia menghampiri pintu kamar mandi dan membukanya sedikit, rambut panjangnya yang basah di tutupi handuk. Dia mengintip ke arah luar kamar mandi dan mendapati Nicholas yang duduk di sofa sedang melakukan sesuatu.


dari balik celah pintu Sabrina melihat Yohan dan beberapa maid yang hilir mudik menata sesuatu di walk in closet,


“Nic...” panggil Sabrina dari dalam kamar mandi.


Nicholas mendengar panggilan Sabrina menatap ke arah kamar mandi dan melihat pintu itu terbuka sedikit. Dia melihat Sabrina yang mengintip dari celah pintu seakan mengode ke arahnya, Nicholas bangkit dari sofa sambil meletakkan macbook mahal miliknya di meja kaca tepat samping sarapan kecil yang di bawanya tadi.


Nicholas melangkah menuju ke arah kamar mandi,


“what's wrong brina? (ada apa Brina?)” tanya Nicholas melihat Sabrina dengan wajah yang terlihat merona. Sabrina terpesona saat melihat Nicholas yang hanya bertelanjang dada menghampirinya, dia terlihat begitu malu-malu membuat Nicholas semakin gemas pada gadis cantik itu.


“that... that... can you get my clothes? (itu... itu... bisakah kamu mengambilkan pakaian ku?)” Tanya Sabrina dari balik pintu. Nicholas menatap ke arah Yohan dan para maid yang masih sibuk dengan pekerjaan mereka, dia tahu jika Sabrina tidak akan keluar dari kamar mandi sebelum mereka semua keluar dari kamar Nicholas.


“still not finished? (masih belum selesai?)” tanya Nicholas memperhatikan ruang walk in closet di mana barang milik Sabrina tertata rapi. Yohan dan para Maid terkejut saat mendengar suara Nicholas yang berdiri tepat di jalan masuk ke dalam ruangan itu,


“It's almost done Young master (Sudah hampir selesai tuan Muda)” ujar Yohan, para Maid sedikit merapikan pakaian juga barang milik Sabrina yang sudah tertata rapi lalu menutup pintu lemari dorong itu.


“good, now all of you are out (bagus, sekarang kalian semua keluar)” perintah Nicholas pada Yohan dan para maid.


Setelah menyelesaikan tugas mereka segera memberi hormat dengan membungkukkan sedikit tubuh mereka lalu melangkah keluar dari kamar Nicholas. Setelah memastikan semuanya keluar dari kamar, Nicholas melangkahkan kakinya ke kamar mandi lalu mengetuk pintu itu.


“Brina...” panggil lembut Nicholas, perlahan pintu kamar mandi terbuka dengan wajah Sabrina yang mengintip dari celah pintu kamar mandi.

__ADS_1


“come out...they're all gone (keluarlah... mereka sudah pergi semuanya)” Ujar Nicholas,


“my clothes? (pakaianku?)” Sabrina membuka lebar pintu kamar mandi dan melangkah keluar dengan bertelanjang kaki. Nicholas meraih slipper di kamarnya lalu berjongkok mengenakan slipper itu pada kaki Sabrina, wajah gadis cantik itu merona kembali mendapat perlakuan lembut dari suaminya.


“your clothes are in the closet there, all your belongings are there too (pakaianmu ada di lemari sana, semua barang milikmu juga ada di sana)” ujar Nicholas berdiri dengan tangan merangkul pinggang istrinya. Sabrina menatap lama ke arah Nicholas saat mendengar semua barang miliknya berada di kamar pria tampan itu,


“Why, dear? (kenapa sayang?)”


“all my belongings are in this room? (semua barang milik ku ada di kamar ini?)” tanya Sabrina memastikan jika apa yang di dengarnya tidak salah. Nicholas tersenyum manis sambil membelai embut wajah Sabrina dengan punggung tangan kanannya, dia tahu jika gadis cantik itu akan terkejut dengan keputusannya.


“Of course dear... after last night, I want you to always be by my side. If we're in separate rooms, then they'll think we're fighting or I'm just using you (tentu saja sayang... setelah malam tadi, aku ingin kamu selalu berada di sisi ku. Jika kita berada di kamar terpisah, maka mereka akan menyangka kita sedang bertengkar atau aku hanya memanfaatkan mu)” ujar Nicholas membelai wajah Sabrina, mata gadis itu sempat terpejam merasakan kelembutan belaian hangat dari pria tampan itu.


“now you better get dressed and after that we have breakfast (sekarang sebaiknya kamu berpakaian dan setelahnya kita sarapan)” ujar Nicholas kembali lalu menggandeng tangan Sabrina mengajaknya ke ruangan walk in closet. Sabrina dengan patuh mengikuti Nicholas, matanya melihat semua barang sudah tertata dengan rapi di ruangan itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2