
Mereka melangkah beriringan menuju ruang kedatangan, Yohan memimpin jalan mengarahkan Sabrina, Hee Na dan Yusuf untuk duduk di ruang tunggu sembari dia mengambil beberapa koper milik mereka.
“madam and Hee Na better wait here, I'll take the suitcase (nyonya dan Hee Na sebaiknya menunggu di sini, saya akan mengambil koper)” ujar Yohan.
“okay (baiklah)” ujar Sabrin menganggukkan kepalanya, Yohan lalu melangkah menuju tempat pengambilan koper.
Beberapa pengunjung tampak menatap gemas ke arah Yusuf,
“aduuh imutnya...”
“mirip babynya artis, ya”
“mbak artis ya?”
Para pengunjung tampak ikut bercanda dan berbicara dengan Sabrina juga Yusuf, mereka tampak begitu gemas dengan Baby Yusuf.
Tiba – tiba di sisi belakang Sabrina dan lainnya duduk, ada salah seorang pengunjung yang tidak sadarkan diri jatuh dari tempat duduk dan seluruh tubuhnya bergetar hebat.
“tolong.... tolong... tolong pak...“beberapa orang terlihat panik dan meminta bantuan, ada yang berteriak minta tolong petugas bandara.
Beberapa petugas tampak berusaha membantu, petugas yang lain juga menghubungi ambulance untuk membawa pengunjung itu ke rumah sakit terdekat.
Panggilan jiwa pekerjaan Sabrina terpanggil, dia segera berdiri dan memberikan baby Yusuf pada Hee Na.
“Hee Na please hold Yusuf (Hee Na tolong pegangi Yusuf)”ujar Sabrina memberikan baby Yusuf pada Hee Na, semua orang mulai berkerumun dan memperhatikan pengunjung itu.
“permisi... permisi... saya dokter,” ujar Sabrina menerobos kerumunan itu, dia segera menghampiri dan mulai melakukan pertolongan pertama.
Hee Na begitu penaaran mendudukkan Yusuf di stroller tanpa memasang sabuk pengamannya, dia lalu mendorong stoller itu dengan pelan ke arah kerumunan itu.
Tanpa di sadari Hee Na, baby Yusuf yang sudah masih belajar berjalan membalikkan tubuhnya dan berusaha turun dari stroller itu. Baby Yusuf berdiri berpegangan pada stroller sambil melihat ke arah kiri, mata biru jernih itu melihat ke sebuah benda yang menarik perhatiannya.
“eaa.... hheheeaa” baby Yusuf melangkah dengan ragu-ragu, dia lalu mendudukkan tubuhnya di lantai dan perlahan merangkak menuju benda yang menarik perhatiannya.
__ADS_1
Raka, Bima, Helena dan Eliana tengah berada di ruangan yang sama, mereka sempat melihat ke arah kerumunan itu tapi teralihkan dengan beberapa penumpang yang baru keluar. Eliana segera mengajak Helena untuk berjalan ke depan melihat kedatangan para penumpang, Bima mengikuti Helena dan Eliana meninggalkan Raka yang sedang menerima telepon sendirian.
Baby Yusuf melakukan petualangan sendirian merangkak menuju benda yang menarik perhatiannya, dia berhenti saat melihat kaki panjang menghalangi. Baby Yusuf lalu duduk memperhatikan pemilik kaki panjang itu, matanya memperhatikan pria yang tidak lain adalah Raka tengah sibuk dengan pembicaraannya di ponsel.
Para pengunjung yang berlalu lalang menatap sinis ke arah Raka, ada juga yang menatap kesal ke arahnya.
“dasar cowok egois, anaknya udah ngeliatin dari tadi maih aja sibuk dengan ponselnya”
“bapaknya gi mana sih, anaknya masih di biarin gitu aja di lantai”
"dasar bapak nggak punya hati nurani, nggak tahu apa kalau lantainya dingin gitu"
Terdengar komentar – komentar negatif dari para netijen yang memandang sinis ke arah Raka yang balas menatap dengan kebingungan,
Kenapa semua orang mengatai dan melihat ke arah ku? Gumam Raka dalam hati sejenak menghentikan pembicaraannya lalu memperhatikan sekitar.
“heee yaa” terdengar suara baby Yusuf yang duduk tepat di samping kaki Raka, Tangan mungilnya memegangi kaki Raka dan menarik tubuhnya untuk berdiri.
“kamu siapa? Di mana orang tua mu?" ujar Raka pada baby Yusuf yang lebih tertarik pada benda berkilauan yang melekat pada dasi miliknya, dia seakan tersadar menanyai seorang bayi.
Astagfirullah Raka, ada apa dengan mu? Mana mungkin bayi yang masih kecil begini akan berbicara gumam Raka dalam hati menyadari kesalahannya.
Mata Raka kembali menatap ke sekeliling mencari - cari orang tua bayi yang di temukannya, dia terlihat kebingungan sambil terus menggendong baby Yusuf.
Sabrina dengan cepat melakukan pertolongan pertama sampai para petugas medis datang dan ikut membantu, pengunjung itu segera di letakkan hati – hati ke atas bankar emergency. Sabrina ikut membantu mendorong bankar menuju mobil ambulance yang sudah parkir di pelataran bandara.
Para pengunjung yang sempat berkerumun mulai membubarkan diri, Hee Na lalu melihat ke arah stoller dan terkejut saat melihat baby Yusuf sudah tidak ada di sana.
“young master yusuf... young master yusuf... (tuan muda Yusuf... tuan muda yusuf...)” Hee Na melihat ke sekitar stroller dan kursi tempat para pengunjung duduk, tapi dia sama sekali tidak menemukan keberadaan Yusuf.
“제발... 제발... 도와주세요... 젊은 마스터 유수프... 도와주세요... (tolong... tolong... tolong saya... tuan Muda Yusuf... tolong saya...)” ujar Hee Na berbicara dengan bahasa Korea membuat para pengunjung menatap keheranan.
Hee Na terlihat cemas, panik dan ketakutan, dia baru sadar masih berbicara menggunakan bahasa korea.
__ADS_1
“please... help me... baby... my baby is gone” ujar Hee Na menggunakan bahasa english.
Para pengunjung segera membantu dengan memanggil petugas bandara, Hee Na yang panik kembali menggunakan bahasa Korea membuat petugas kebingungan.
Yohan mendorong trolley yang berisi koper – koper milik mereka, matanya menatap heran ke arah Hee Na yang panik dan mulai menangis. Dia lalu menghampiri Hee Na dan para petugas yang terlihat masih kebingungan,
“excuse me, what's happens? (maaf permisi, ada apa ini?)” tanya Yohan menatap Hee Naa sambil melihat ke segala arah mencari – cari keberadaan Sabrina.
“This is sir, this lady is in Korean and we don't know what she's saying either (ini tuan, nona ini menggunakan bahasa korea dan kami tidak tahu apa yang di katakannya)” ujar salah seorang petugas. Hee Na memegang tangan Yohan dengan berlinang air mata,
“요한 씨... 부탁해요, 젊은 마스터 유수프... 젊은 마스터 유수프가 사라졌습니다 (Tuan Yohan... tolong tuan, tuan muda Yusuf... tuan muda Yusuf menghilang)” ujar Hee Na panik dan menangis sedih.
Yohan terkejut saat mengetahui jika baby Yusuf menghilang, dia mulai mencari-cari ke segala arah lalu kembali menatap Hee Na.
“진정해... 당황하지 말고 여기를 둘러보자. 아마도 젊은 마스터 Yusuf가 여기 주변에있을 것입니다. (kamu tenanglah... jangan panik, kita coba cari sekitar sini. mungkin saja tuan muda Yusuf masih ada di sekitaran sini)” ujar Yohan menenangkan Hee Na, dia lalu berbicara dengan pihak petugas untuk meminta bantuan mencari baby Yusuf.
Yohan juga memperlihatkan foto baby Yusuf ke para petugas, setelah cukup memperhatikan mereka mulai berpencar untuk melakukan pencarian.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1