Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 245


__ADS_3

Di kedua sisi samping meja duduk para saksi yang di tunjuk oleh kedua keluarga besar, keluarga Adiwijaya sepakat jika Nicholas yang akan menjadi saksi pernikahan dan keluarga Wiguna sepakat meminta Wibisana menjadi saksi kedua. Baby Yusuf kini duduk di pangkuan Wiyasa tampak tenang dan asyik bermain, mereka semua menatap ke satu arah yakni meja di mana akad nikah akan di laksanakan.


Jantung Asmirah semakin berdebar kencang begitu juga dengan semua hadirin yang menyaksikan acara sakral akad pernikahan itu, Helena yang di temani Eliana terlihat lebih gugup dan cemas.


"tenang mi... Jangan tegang gitu... percaya dengan kak Raka" bisik Eliana menenangkan Helena sambil menggenggam tangannya, senyuman manis terukir di wajah Eliana saat memegangi tangan ibunya yang terasa dingin.


"mami khawatir, Raka akan berubah pikiran dan...." ucapan Helena terhenti saat Adrian yang duduk di samping kanan memegangi dan menepuk lembut tangannya, dia sedikit mendekat ke arah Helena sambil berbisik di telinganya.


"semua akan baik - baik saja, percayakan segalanya pada Gusti Allah" bisik Adrian membuat rasa khawatir Helena sedikit berkurang, mereka kembali menatap ke arah Raka dan lainnya yang tengah mendengar penjelasan dari penghulu nikah.


Setelah mendengar wejangan dan beberapa sedikit nasihat pernikahan tibalah saat yang di tunggu - tunggu oleh kedua keluarga besar. Cakra menyalami tangan Raka dengan mantap, setelah itu dia mengucapkan ikrar ijab kabul dengan lancar tanpa kesalahan sedikit pun.


Asmirah spontan memeluk tubuh Sabrina dari samping begitu juga dengan Anjani yang memeluk tubuh Asmirah, mereka saling memeluk satu sama lain dengan raut wajah tegang menghiasi. Ketegangan itu semakin di rasakan Asmirah saat mendengar suara Raka yang mengucapkan janji suci ijab kabul dengan suara keras, jelas dan tanpa ada kesalahan berarti.


Sabrina yang di peluk secara spontan langsung terkesiap saat hidung mancungnya menciumi aroma wangi parfum yang di kenakan oleh kedua adik sepupunya, dia terlihat diam mematung lalu memalingkan wajahnya menatap ke arah Asmirah juga Anjani.


Sabrina menghirup nafas panjang lalu membuang perlahan tanpa sepengetahuan kedua adiknya yang tengah fokus, dia berusaha untuk tenang lalu perlahan bibir mungilnya menyunggingkan senyuman manis saat menatap wajah Asmirah dan Anjani.

__ADS_1


“tenang aja dek, serahkan segalanya pada Allah” ujar Sabrina dengan tangan kanannya membelai lembut tangan Asmirah, spontan kedua tangan Asmirah melepaskan pelukan dan bersedekap sambil memejamkan mata berdoa dalam hati untuk pria yang segera akan menjadi imamnya.


Asmirah dan Anjani terlihat sangat tegang seperti anak sekolahan yang menunggu pemberitahuan kelulusan, Mulut Asmirah yang terpoles lipstik warna merah tampak berkomat – kamit seperti paranormal yang tengah membacakan bacaan. Dia terus berdoa dalam hati agar tidak terjadi kesalahan, Sabrina merangkul pundak Asmirah seraya memberi dukungan dan semangat Hingga pada akhirnya...


“Alhamdulillaaahirrabbil ‘alamiiin....”


Terdengar ucapan serempak hamdalah dari arah tempat acara, Sabrina dan Anjani tersenyum senang segera memeluk Asmirah yang masih termangu.


“selamat dek...” ujar mereka serempak, Asmirah yang termangu menatap ke arah kedua kakak perempuannya. Perlahan terpancar rona kebahagiaan dengan senyuman terukir di raut wajah yang sudah terpoles cantik, sontak Asmirah langsung mengucapkan syukur pada Allah SWT.


Kembali terdengar suara MC pada sound system meminta untuk pengantin perempuan hadir dalam acara yang tengah berlangsung, Andhini dan Wulan berada tepat di depan pintu kamar Asmirah.


“ayo nduk.... Kita temui suami mu... “ ujar Wulan yang hampir meneteskan air matanya kembali, dia berusaha menahan haru dan tersenyum ke arah ketiga perempuan yang membalas tersenyum manis.


Mereka berlima lalu keluar dari kamar Asmirah, Andhini dan Wulan menggandeng tangan Asmirah melangkah lebih dulu lalu di ikuti Sabrina juga Anjani yang berjalan di belakang mereka. Semua mata tertuju menatap ke arah para perempuan keluarga Adiwijaya. Mereka melangkah perlahan menuju kursi kosong yang ada di samping Raka, senyuman hangat terpancar di wajah masing – masing mereka.


Rona bahagia juga terpancar di wajah para tetua keluarga Adiwijaya dan Wiguna, Ningsih duduk di kursi roda tampak menyeka air mata haru yang menetes di pipinya. Adiwijaya yang duduk di sisi kanan Ningsih tampak memegangi tangan dan menggenggam erat, menghibur sambil membantu menyeka air mata pendamping hidupnya.

__ADS_1


Seluruh keluarga besar turut bahagia menatap ke arah pengantin yang juga di liputi perasaan bahagia, Acara akad nikah terus berlanjut pada prosesi penanda tanganan beberapa surat penting. Merasa tugasnya sudah selesai Sabrina memilih duduk di kursi kosong samping John, melihat menantunya yang menghampiri John segera bangkit dari tempat duduknya dan menarik kursi untuk mempersilahkan Sabrina duduk.


Setelah memastikan menantunya duduk dengan nyaman, John kembali duduk di samping kanan Sabrina dan kiri Jack. Mereka kembali menatap ke arah meja di mana kedua pengantin tampak sedang menanda tangani beberapa dokumen penting, Nicholas juga ikut membubuhi tanda tangan pada dokumen itu.


Acara kemudian di lanjutkan di mana Fotografer mengabadikan setiap moment itu dengan lensa kamera canggih miliknya, Nicholas lalu berdiri dari tempatnya duduk dan melangkah menuju ke arah Sabrina yang tersenyum manis ke arahnya. Dia lalu duduk di samping kiri sambil mengecup lembut pipi Sabrina, tangan kanannya memegangi tangan kiri Sabrina dengan penuh cinta.


Acara akad nikah Asmirah dan Raka terus berlanjut dengan baik, acara itu begitu meriah dan sangat kental dengan adat istiadatnya. Nicholas mengalihkan tatapannya ke arah Sabrina yang menatap ke arah para pengantin sambil tersenyum, terbesit rasa bersalah di dalam hatinya saat mengingat hari pernikahan mereka.


Tangan kirinya sedikit menarik tangan kanan Sabrina yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah pria tampan itu, karena suara sound system cukup keras membuat Sabrina mendekatkan kepalanya sedikit ke arah wajah Nicholas.


“I'm so sorry, sayang(maaf sayang)" ujar Nicholas menbuat Sabrina menatapnya bingung.


"Sorry, for...??? (maaf, untuk...??)" tanya Sabrina.


"I'm sorry... on our wedding day, I didn't give you a proper, magnificent and... (maafkan aku... di hari pernikahan kita, aku sama sekali tidak memberikanmu pernikahan yang layak , megah dan...) “ ucapan Nicholas terhenti saat tangan Sabrina balas menggenggam, Senyuman manis terlukis di wajah cantik Sabrina yang menatap dalam ke arah Nicholas.


“Sayang... I don't mind our marriage being held in a simple way... For me... My happiness is to be with you all the way to His jannah (sayang... aku tidak mempermasalahkan pernikahan kita di gelar secara sederhana... Bagiku...Kebahagiaanku adalah terus bersama denganmu hingga menuju jannah-Nya) “ ungkap Sabrina membuat senyuman hangat terlukis di wajah tampan Nicholas.

__ADS_1


Tangan kiri Nicholas melingkar di pinggang ramping Sabrina sedikit menarik perempuan itu agar duduk mendekat ke arahnya, baby Yusuf yang duduk di pangkuan Andhini terlihat gelisah dan tidak senang saat melihat kedekatan antara umi juga daddynya.


__ADS_2