Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 238


__ADS_3

Lingerie itu begitu panas dengan belahan pada bagian pegunungan yang sangat menantang bagi penjelajah, mata tajam itu menikmati setiap jengkal pemandangan indah tepat di hadapannya. Pandangan itu memberikan efek sensasi panas di seluruh tubuh perempuan cantik itu hingga membuat jantungnya berdebar dengan sangat cepat, wajah Sabrina sangat merona dengan mata yang tertunduk.


Tangan Nicholas menarik pinggang Sabrina hingga mereka sangat dekat tanpa ada yang membatasi, kedua tangan Sabrina bersandar di kedua bahu kekar yang masih mengenakan kemeja. Mata elang Nicholas sempat melirik ke arah kue yang terletak di samping nakas ranjang, jari tangan kanan Nicholas mencolek krim kue lalu menempelkannya pada bagian pegunungan yang terekspos.


Mata indah Sabrina terbuka sempurna terkejut saat krim itu berada di tempat yang tidak semestinya,


“Nicho?! “


“hemm?! “ Nicholas menatap ke arah Sabrina dengan raut wajah tidak berdosa, wajah tampannya mendekat ke bagian krim kue itu lalu tounge melaksanakan tugas dengan baik.


“Haahhh” punggung tangan kanan berjari lentik di gigit lembut oleh Sabrina yang menahan agar nyanyiannya tidak terdengar, kecupan dan tanda kemerahan terlihat semakin jelas di area itu. Wajah Sabrina merona indah akibat perlakuan lembut Nicholas yang memabukkan baginya, tidak hanya tounge kini tangan kekar itu bekerja sebagaimana mestinya.


“very sweet taste (rasanya sangat manis)” bisik Nicholas di telinga Sabrina memberi efek geli baginya, kedua tangan Nicholas menurunkan tali lingerie hingga memperlihatkan pegunungan dengan puncak memiliki pemandangan indah. Jari tangan Nicholas kembali mencolek krim pada cake lalu menggambarkannya ke puncak pegunungan, setiap sentuhan ujung jari membuat gelombang dahsyat bergejolak di dalam tubuh Sabrina.


Aaaahhh....


Tounge Nicholas kembali melakukan tugasnya, dia mencecap rasa manis krim yang terasa begitu berbeda. Rasa itu membangkitkan semangat king kobra yang sudah terbakar akibat membayangkan Sabrina memakai lingerie, kuat dan kerasnya otot tubuh king kobra dapat di rasakan oleh perempuan cantik yang gelagapan menghadapi serangan dari tangan kekar juga tounge Nicholas.


Haaah.... Hmmmm..... Haaaah.... Ssshhh....


Suara Sabrina terdengar seperti dia sudah memakan cabai dengan level pedas yang menggetarkan lidah, tangan kekar Nicholas membuka dan membuang secara sembarangan bath robe itu. Pemandangan indah semakin menantang membuat Nicholas merasa tertantang untuk menjelajahi, kedua tangannya mengelus lembut punggung Sabrina yang semakin bergerak gelisah.


Entah kapan dan bagaimana King kobra sudah keluar dari kandangnya, dia berusaha mencari jalan memasuki gua hangat dan lembap miliknya. Sensor panas king kobra dapat merasakan gua miliknya yang masih di selubungi pengaman, dengan sedikit bantuan dari tangan kekar penghalang gua itu di singkirkan dan memberi jalan untuk king kobra masuk ke dalam gua hangat itu.

__ADS_1


King kobra masuk melesat jauh ke dalam gua dan berdiam sejenak menikmati massage dari dinding – dinding gua yang lembab juga licin, setelah berdiam sejenak menikmati sensasi pijatan dia lalu menelusuri setiap jalan yang pernah di lalui. King kobra bergerak liar dengan otot tubuh yang menguat, memberikan efek pada Sabrina yang tidak sadar bernyanyi merdu. Nyanyian dari suara Sabrina menjadi pemicu api bagi king kobra yang semakin terbakar semangat menggebu, dia bergerak liar masuk semakin dalam dan semakin dalam ke arah gua itu.


Kegiatan itu terus berlanjut ke tahap sesi yang menantang, gerakan yang semula dalam tempo netral berubah menggila. Berbagai posisi di lakukan memberi efek pada Sabrina yang Entah sudah berapa kali menggapai puncak kebahagiaan.


Berbanding terbalik dengan Nicholas yang masih tampak belum menyerah, walaupun sudah beberapa kali menggapai kenikmatan surgawi staminanya masih terbakar dan semakin terpompa akan kecantikan hakiki Sabrina.


Malam itu Nicholas menyerang dan menggempur habis–habisan Sabrina hingga perempuan cantik itu kelelahan, dia tertidur lelap dalam dekapan hangat Nicholas. Nafasnya masih terdengar memburu akibat dari olah raga yang sangat menguras seluruh energinya.


***


Beberapa bulan kemudian kesehatan Ningsih dan Arman sudah pulih total, mereka pun di perbolehkan melakukan rawat jalan namun harus tetap check up. Arman memutuskan untuk kembali ke Korea untuk menjalani perusahaan keluarga bersama Indra, semula Sabrina menolak keinginan Arman. Begitu lama Sabrina sangat ingin bisa bersama dengan Arman dan juga merasakan kasih sayang papa kandungnya, namun hal itu tidak bisa di wujudkan karena keinginan Arman.


Setelah mengutarakan dan membujuk dengan segala cara oleh Arman juga keluarga serta sedikit bantuan dari Nicholas, Sabrina dengan berat hati menyetujui keinginan Arman juga Indra. Di hari keberangkatan Arman dan keluarganya, Sabrina dan keluarga besar Adiwijaya turut mengantarkan.


Plaaakk....


Tangan mungil baby Yusuf memukul tepat di pipi kanan Nicholas, terlihat jelas dari raut wajahnya tidak senang melihat kedekatan orang tuanya. Semenjak Pernah di tinggalkan Sabrina semalaman membuat baby Yusuf sangat posesif pada Umminya, dia akan memonopoli saat Sabrina berdekatan dengan Nicholas.


Mata tajam pria tampan itu terbuka lebar mendapat tepukan sayang dari tangan mungil baby Yusuf, dia menatap ke arah Baby Yusuf yang membalas dengan mata bulat menggemaskan. Tanpa peduli tangan mungil itu meraih hijab Sabrina dan menarik – tarik lembut, perempuan cantik itu melihat ke arah baby Yusuf dan mengerti dengan permintaannya.


Sabrina mengulurkan tangan untuk menggendong baby Yusuf yang senang dan menepuk tepuk lembut tangan umminya, dia sama sekali tidak menoleh ke arah Nicholas dan langsung menempelkan bibir mungilnya di pipi Sabrina. Tingkah laku baby Yusuf menorehkan senyuman manis di bibir Sabrina, perasaan sedih yang di rasakan terhibur dengan tingkah babynya yang menggemaskan.


Nicholas seakan melihat senyuman iblis dari baby Yusuf yang seakan memberi tahu jika dia tidak akan pernah bisa menang dari baby menggemaskan itu, dia hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepala melihat sikap monopoli putranya.

__ADS_1


Setelah keberangkatan Arman dan keluarga Kusumo, seluruh keluarga Adiwijaya kembali ke mansion Nicholas. Selama berada di ibu kota keluarga besar Adiwijaya menetap di mansion Nicholas, mereka menunda kepulangan ke Surakarta karena acara pernikahan Raka dan Asmirah yang tinggal menghitung hari.


Sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak keluarga besar, akad dan pesta pernikahan Raka dengan Asmirah akan di laksanakan bulan depan. Sabrina, John dan lainnya tercenung saat mendengar tanggal akad pernikahan Asmirah dan Raka, tanggal yang sama dengan hari kelahiran Nicholas.


Semula Sabrina ingin mengadakan acara syukuran bersama keluarga, namun rencana itu batal karena bertabrakan dengan acara pernikahan Asmirah dan Raka.


Beberapa hari sebelum pernikahan Raka dan Asmirah....


Para perempuan keluarga Adiwijaya tengah berkumpul di sebuah butik ternama Jakarta, mereka tengah memperhatikan Asmirah yang sedang melakukan fitting baju pernikahan. Dikarenakan dalam masa pingitan Asmirah terpaksa melakukan fiting baju tanpa Raka, Wulan, Andhini, Sabrina dan Anjani melihat – lihat beberapa kebaya seragaman untuk keluarga sambil menunggu Asmirah yang berganti pakaian.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2