
Baby Yusuf tidak sabar menemui uminya dan mulai bergerak hendak melepaskan diri dari gendongan Nicholas, namun tangan kanan kekar itu memegangi tubuh baby Yusuf yang kembali terlihat bete tingkat dewa. Mereka lalu bersama-sama melangkah menuju kamar utama, tidak lupa dengan kebiasaannya Nicholas mengambil setangkai bunga mawar merah dalam vas yang menghiasi meja makan.
Baby Yusuf melihat bunga mawar di pegang Daddynya segera merebut dan hendak memasukkannya ke dalam mulut,
“Don't put it in your mouth, this is for your mother (Jangan kamu masukkan ke dalam mulut, ini untuk umi mu) “ ujar Nicholas mengambil kembali bunga dari tangan Baby Yusuf.
“Wawawa... Wawawa” kembali Baby Yusuf bertindak dengan memegang dan menarik jari kekar Nicholas menuju mulut mungilnya, dia terlihat kesal dan mulai menggigit jari itu.
“you take this flower (kamu bawa bunga ini) “ ujar Nicholas kembali mengambil setangkai mawar merah, tangan mungil baby Yusuf memegang dua tangkai mawar merah yang berbeda bentuk. Nicholas mengambil mawar yang rusak dan menukarnya dengan bunga yang lebih bagus, lalu mereka menuju kamar utama.
****
Beberapa menit setelah Nicholas keluar dari kamar...
Sabrina terbangun dari tidur saat tangan kanannya meraba ke sisi samping dan tidak menemukan sosok Nicholas di samping, matanya terbuka dan menatap ke sisi samping. Dia bangkit dari tidur dan menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang, matanya membulat sempurna saat melihat lukisan abstrak yang tercetak di bagian d*sd*.
Kedua tangan Sabrina memegangi selimut dan menariknya menutupi bagian yang terbuka, kain selimut itu melilit di tubuh rampingnya. Sabrina menurunkan kakinya ke lantai lalu melangkah menuju kamar mandi, setiap langkahnya dia dapat merasakan muntahan king kobra meluncur tanpa batas ke bagian apha.
Wajah Sabrina merona dan bergegas melangkah menuju kamar mandi untuk bersuci ‘besar’, setelah itu Sabrina memasuki walk in Closet dengan rambut panjang terlilit handuk. Dia lalu mengambil gaun syar’i berwarna lembut dengan motif bunga kecil menghiasi di bagian bawah gaunnya, Saat Sabrina mengenakan pakaiannya terdengar suara pintu kamar yang terbuka.
Sabrina keluar dari walk in closet dan melihat ke arah pintu kamar di mana maid masuk sambil membawa troli berisi makanan,
“selamat pagi, nyonya muda” sapa maid itu memberi hormat pada Sabrina.
“Selamat pagi, tuan di.... “ belum selesai Sabrina bertanya pada maid itu, Nicholas dan baby Yusuf masuk ke kamar. Mata Sabrina tertuju pada dua pria tampan sambil tersenyum hangat, ketampanan mereka seperti pinang di belah dua membuat maid dan Sabrina terpesona.
__ADS_1
Maid perempuan itu tersadar dari ke terpesonanya saat Nicholas melayangkan tatapan tajam ke arahnya, dis segera menjalankan tugas menghidangkan sarapan pagi di meja kaca yang ada di kamar. Setelah semuanya tertata rapi maid itu segera keluar dari kamar dengan mendorong troli, Tidak lupa dia memberi hormat dan menutup kembali pintu kamar itu.
Senyuman manis terkembang di pink natural Sabrina saat Raja dan pangerannya datang menghampiri. Nicholas langsung mengecup lembut pipi Sabrina sambil tangan kanan melingkar di pinggang ramping, melihat perlakuan daddynya membuat baby Yusuf kesal dan menarik wajah Nicholas untuk menjauh dari uminya.
“ya Allah.... Yusuf... “ ujar Sabrina saat melihat Baby imutnya ngambek, pipinya menggelembung besar membuat perempuan cantik itu semakin gemas. Baby Yusuf segera merentangkan tangan kiri sambil menarik gaun Syar’i Sabrina, dia mencondongkan tubuhnya yang langsung di mengerti oleh perempuan cantik itu.
“Uuum.... Ummmma.... Wawawa um”
Baby Yusuf kembali bersuara seakan melayangkan protes pada Sabrina yang menggendongnya, protesan baby Yusuf di tanggapi dengan senyuman manis seakan menggoda baby itu. Sorot mata baby Yusuf terlihat kesal ke arah Nicholas yang bersikap biasa saja,
“she is not yours only, she is my wife, love and soul mate (dia bukan milikmu saja, dia adalah istri, cinta dan belahan jiwaku) “ ujar Nicholas memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan dagu yang bersandar di pundak perempuan cantik, dia memeluk tubuh Sabrina dengan posesif saat Baby Yusuf sudah berpindah tangan.
“sayang, he's our son. you even compete with him now?! (Sayang, dia putra kita, sekarang kamu malah bersaing dengannya?!) “ ujar Sabrina memalingkan wajah ke arah Nicholas.
Pasangan itu terkejut saat menatap aksi baby Yusuf yang terlihat bad mood, tangan mungilnya mendarat di bibir dan wajah cantik Sabrina. Dia menarik wajah uminya untuk sedikit menjauh dari Nicholas, senyuman manis kembali tersungging di wajah Sabrina melihat tingkah Baby Yusuf. Bibir mungil baby Yusuf mendarat sempurna di pipi, bibir dan juga dagu Sabrina, dalam penglihatan cemburu daddy Nicholas dia melihat baby Yusuf tersenyum smirk penuh kemenangan.
Baby imut itu memperlihatkan bunga mawar yang sudah terlihat berbeda bentuk, beberapa kelopak tampak melengkung dan mekar seperti akan terlepas dari tampuknya.
“is this for umi? (apa ini untuk umi?) “ tanya Sabrina dengan tangan kanan meraih bunga mawar yang ada di tangan mungil Baby Yusuf , keharuman bunga mawar merah itu sejenak di ciumi oleh Sabrina.
“Thank you, my son... (Terima kasih, putranya umi) “ Sabrina mengecup kening, hidung dan kedua pipi baby gembul itu, baby Yusuf menyandarkan kepalanya ke pundak kiri Sabrina sambil tersenyum senang. Berbeda dengan Nicholas yang langsung bersikap seperti baby Yusuf, pelukan hangat itu di lepaskannya membuat perempuan cantik itu menatap ke arah Nicholas.
Nicholas memilih pergi ke sofa yang di mejanya sudah terhidang beberapa makanan, Senyuman manis kembali menghiasi wajah cantik Sabrina saat menyaksikan tingkah suaminya.
Tidak putranya tidak daddynya, sama – sama pencemburu... Hadeuh... Gumam Sabrina dalam hati dengan menggeleng – gelengkan kepalanya, dia bersama baby Yusuf mendekat ke arah sofa dan duduk di samping pria yang mengambil cangkir berisi teh.
__ADS_1
“sayang, you who are angry like this look similar to your son... (sayang, kamu yang marah seperti ini terlihat mirip dengan putramu...) “ ucapan Sabrina terhenti saat Nicholas langsung menatap ke arahnya, tangan lembut Sabrina segera menutup mata baby Yusuf yang menatap ke arah mereka. Tidak menyiakan kesempatan Sabrina mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibir pink natural itu di bibir seksi Nicholas, mendapat serangan tidak terduga membuat Nicholas terkejut.
Senyuman hangat terlukis di bibir Nicholas yang membalas lembut ciuman Sabrina, mata mereka saling menatap penuh cinta sesaat ciuman itu di hentikan. Tangan mungil baby Yusuf menarik ke bawah tangan Sabrina yang menutupi matanya, wajahnya terlihat bad mood saat melihat uminya menyandarkan kepalanya di bahu Nicholas.
Tawa hangat menggema di ruang kamar saat melihat tingkah baby Yusuf, sesekali mereka bercanda dan menggoda baby imut yang bertingkah menggemaskan. Baby yusuf terlihat sangat posesif dan tidak mau turun dari gendongan Sabrina, dia memeluk dan tidak membiarkan uminya sendirian bersama daddynya.
****
Saat siang hari Sabrina bersama Nicholas juga lainnya pergi menuju le rumah sakit untuk bertemu Ningsih dan Arman, kedua orang tua Arman menyambut hangat kedatangan Nicholas. Berbanding terbalik dengan sikap Arman juga Indra yang terlihat canggung saat berhadapan dengan pria tampan itu, suasana itu terasa sangat kental menyelimuti atmosfer di ruang perawatan.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1