Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 66


__ADS_3

“Sabrina mana pak?” Tanya Andhini kasihan melihat calon menantunya.


"Sabrina masih di pabrik batik, mungkin sebentar lagi dia kembali,” ujar Adiwijaya duduk di kursi Ningsih. Raka sedikit merasa sedih karena belum bisa bertemu dengan pemilik hatinya, rasa rindu sudah sangat membuncah dan ingin segera melihat bidadari yang akan segera menemaninya.


“sabar ya kakakku yang ganteng.... biasanya orang yang sabar itu di sangat di kasihani” ujar Eliana kembali.


“ lah sejak kapan orang sabar di Kasihani Elia? Bukannya orang sabar itu di sayangi?” tanya Wibisana bingung.


“maksud kak Elia ituuuu... kasihan deh luuuuu... hahahahahaha” Asmirah dan Eliana tertawa berjamaah di ikuti oleh semua yang ada di sana.


Raka pun tersenyum menatap ke arah adiknya dengan penuh arti, membuat Eliana perlahan-lahan menghentikan tawanya. Sebuah notifikasi masuk ke smartphone miliknya di mana Raka mengirim sebuah foto yang sangat memalukan bagi Eliana dan Asmirah.


Di bagian bawah foto itu ada pesan dari Raka yang membuat Eliana menatap dan tersenyum smirk padanya.


Foto ini pasti menarik jika kakak pasang di beranda medsos kakak...


Ancam Raka pada Eliana, alisnya menyatu saat melihat Eliana dan Asmirah tidak berpengaruh dengan foto yang di kirimnya.


Napa nich anak, kok nggak takut. Mereka berdua malah tersenyum dan senyuman itu.... gumam Raka dalam hati terhenti saat ponselnya bergetar. Notifikasi balasan dari Eliana yang membuatnya penasaran, mata Raka membulat sempurna saat melihat foto yang di kirim adiknya.


Sepertinya kak Sabrina pasti sangat senang melihat foto kakak ini....


Tidak lupa pula Eliana menambahkan emoticon evil sedang tersenyum, membuat Raka seketika berubah semakin kesal.


“haaaaah” Raka menghela nafas berat membuat Wibisana menatap heran.


"kenapa kak?"


"emang pria kagak pernah bisa menang dari perempuan” ujar Raka sambil memperlihatkan chattingan nya. Mata Wibisana terbelalak saat melihat foto di mana Raka yang di paksa berdandan memakai baju super mini, dengan badan kekar dan abs yang sempurna membuat Raka terlihat begitu aneh juga lucu. Tidak lupa dandanan menor serta rambut panjang yang menghiasi wajah juga rambutnya.

__ADS_1


Raka hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak Menyangka jika adik perempuannya masih menyimpan foto lacknut itu.


“kapan ini kejadiannya kak?” Tanya Wibisana berbisik, dia tidak mungkin bersuara keras mengomentari foto memalukan kakaknya. Raka menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Wibisana, dia merasa tidak begitu yakin kapan dan di mana Eliana mengambil foto itu.


“ sepertinya... Sepertinya foto ini di ambil saat kita taruhan bola waktu itu kak? Bukannya kakak, aku dan Bima taruhan klub bola mana yang akan menang” Wibisana teringat dengan kejadian saat Raka kalah taruhan dengan mereka.


Bima dan Wibisana kompak memberikan hukuman dengan Raka yang harus berdandan seperti perempuan dan berjoget dengan lagu yang mereka pilih. Saat itu mereka meminjam pakaian Eliana dengan berjuta alasan,


Mata Eliana menatap tidak percaya pada kakak prianya, diam-diam tanpa sepengetahuan para kakaknya di mengintip di jendela dan terkejut dengan pemandangan super duper memalukan.


Pakaian Eliana yang pas di badannya terlihat minim saat Raka mengenakannya, dia pun berinisiatif mengambil beberapa foto untuk di jadikannya senjata rahasianya kelak.


Kini senyuman kemenangan tergambar jelas di wajah cantik Eliana. Raka terlihat manyun merasa sangat tidak puasa dengan kekalahannya.


Andhini, Helena, Wulan dan Ningsih duduk di kursi di mana mereka dapat saling mengobrol dengan nyaman. Obrolan mereka tidak terlepas dari seputaran persiapan pernikahan Raka dan Sabrina.


Tengah asyik mereka mengobrol, beberapa mobil hitam memasuki halaman kediaman Adiwijaya. Semua mata menatap ke arah mobil berhenti dan tersusun berjejer di halaman. Beberapa orang dengan berpakaian serba hitam juga memakai kemeja putih turun dari mobil mahal itu.


Mereka berdua berjalan menghampiri pria tampan yang tidak lain adalah Nicholas. Candra menatap sahabatnya terlihat marah dan gusar, dalam hatinya bertanya-tanya gerangan apa yang sebenarnya terjadi.


“UNTUK APA LAGI BAJ*NGAN SEPERTIMU DATANG KEMARI. PINTU KAMI TERTUTUP UNTUK MANUSI LAKN*T SEPERTI MU” hardik keras Adiwijaya pada Arman.


“aku... aku... aku... aku ke sini untuk mencari wa....” ucapan Arman terhenti seketika, matanya menatap ke arah Nicholas yang menatap tajam padanya.


“maksud papa... kami kemari ingin bertemu dengan kakak Sabrina. Kami ingin menjemputnya untuk di kenalkan pada calon suaminya” ujar Adelia, dalam hati Arman dia begitu jijik dan benci harus mengakui Sabrina.


Tapi semua itu harus di tahannya agar rencana yang sudah mereka susun tidak hancur berantakan. Arman harus bisa meyakinkan Nicholas jika Sabrina adalah putrinya agar dia bisa terbebas dari hutang-hutangnya dan tentu bisa memanfaatkan kekuatan Nicholas.


Keluarga Wiguna terkejut saat mendengar pernyataan Adelia, beribu pertanyaan berkecamuk di hati mereka tentang calon suami yang di bicarakan Arman.

__ADS_1


“APA??? Sejak kapan kamu mengakui Sabrina sebagai putrimu?” terdengar suara Wiyasa yang tidak terima dengan pernyataan Arman.


Wiyasa mendapat telepon dari Andhini yang memberitahu jika keluarga Wiguna dan adik iparnya datang berkunjung. Saat sampai di kediaman Adiwijaya dia terkejut saat mendengar penuturan Adelia tentang Sabrina dan calon suami pilihan Arman.


“tentu saja di... di...dia (dengan terbata-bata Arman berusaha untuk mengatakan kebenaran) dia adalah putriku. Aku berhak atasnya, kamu... kamu telah mengambil putriku dengan paksa” ujar Arman menggunakan alibi kebohongan untuk membuat keluarga Wiguna dan Nicholas berada di pihaknya.


Dia berani mengatakan Sabrina adalah putrinya karena tidak melihatnya di antara keluarga Wiguna dan Adiwijaya. Semua rencananya akan hancur berantakan jika Sabrina berada di sana dan menyangkal semua apa yang di katakan oleh Arman.


“sungguh kamu manusia hina dan rendahan Arman, sejak kapan kami mengambil putrimu secara paksa. Kamu sendiri yang membuang Sabrina dan meninggalkannya pada kami” Andhini merasa begitu kesal dan marah dengan pernyataan Arman.


“apa buktinya aku membuang putriku? Apa kalian ada bukti tertulis yang menyatakan aku menyerahkan dia pada kalian?” Arman bermain cantik menyudutkan keluarga Adiwijaya.


“ APA!!!! DASAR BRENG**K” Wiyasa sudah tidak tahan ingin memukuli Arman. Segera anak buah Nicholas menghalangi dengan perintah langsung darinya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


mohon maaf 🙏🙏🙏 karya Author akhir-akhir ini jarang update, di karenakan Author yang tidak bisa fokus. Bulan ini terasa sangat berat bagi author karena kakek serta tante Author yang sudah pergi untuk selamanya 😭😭😭. Shock, sedih membuat author sempat ngeblank dan tidak tahu harus menulis apa, semua terjadi begitu mendadak.


Tapi berkat dukungan dan support para reader Author kembali mengupdate karya author walaupun tidak semuanya. Mohon maaf jika ceritanya sedikit membosankan dan membingungkan karena kondisi author yang masih belum fokus.


insyaallah secepatnya author akan update karya-karyanya. tetap terus dukung Author 🙏🙏🙏🙏 dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 😭😭😭

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2