Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 183


__ADS_3

Mereka senyum dengan malu – malu menatap ke arah Raka yang memilih mengabaikan, Eliana tengah asyik mengajak baby itu bercanda sambil melihat ke arah beberapa pengunjung.


“aih... bapaknya ganteng... anaknya juga tampan”


“mereka terlihat menggemaskan”


“apa itu istrinya?”


“nggak mungkin itu istrinya, wajah mereka saja sekilas mirip. Mungkin saja adiknya”


“bisa aja baby sitters”


“baby nya imut banget, pengen bawa pulang deh. Kalo bisa sama bapaknya juga boleh”


Terdengar cuitan dari netijen yang penasaran dan terpesona dengan Raka juga baby yang di gendongnya, bahkan Eliana juga tak luput menjadi bahan perghibahan para netijen yang memiliki tingkat kekepoan tinggi.


Sabrina dan lainnya hampir sampai di depan pusat informasi, raut wajahnya terlihat senang saat melihat baby Yusuf yang sedang di gendong oleh seorang pria. Dia lalu bergegas menghampiri,


“Yusuf...” panggil Sabrina bergegas menghampiri.


Raka dan Eliana serentak menatap ke arah Sabrina yang memanggil nama Yusuf, mereka berdua terkejut dan termenung saat melihat perempuan cantik yakni Sabrina datang menghampiri.


“Yusuf..” ujar Sabrina dengan kedua tangannya terulur ke baby Yusuf, dia sama sekali tidak menghiraukan Raka dan Eliana yang masih termenung. Sabrina segera mengambil Yusuf yang langsung di gendong dan di peluk erat olehnya, dia berdiri membelakangi Raka juga Eliana yang masih menatap ke arahnya.


“kak Raka... Elia nggak salah lihatkan?” ujar Eliana, tangannya menyenggol tangan Raka yang berdiri di sampingnya. Raka hanya diam dan sama sekali tidak tahu harus menjawab apa, pertemuan itu benar – benar tidak di duga sama sekali olehnya.


“kamu ke mana saja sayang? Umi sangat mencemaskanmu” ujar Sabrina sambil memeluk dan menciumi pucuk kepala baby Yusuf. Hatinya merasa sangat lega dapat bertemu kembali dengan putranya, begitu juga dengan Yohan dan Hee Na tampak senang saat melihat baby Yusuf berada dalam gendongan dan pelukan hangat Sabrina.


Mereka tersenyum lega dan senang akhirnya dapat di pertemukan dengan tuan muda mereka kembali, tidak sengaja mata Yohan menatap ke arah pria yang menemukan Baby Yusuf. Dia merasa heran saat pria dan perempuan itu menatap dengan ekspresi terkejut ke arah Sabrina yang masih fokus pada baby Yusuf, Sabrina baru tersadar jika dia belum mengucapkan terima kasihnya pada para petugas bandara yang ikut membantu mencari.


“terima kasih pak, atas bantuan bapak semua saya akhirnya dapat bertemu dengan putra saya” ujar Sabrina sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.


“kami turut senang akhirnya anda bisa bertemu dengan putra anda lagi dan rasa terima kasih anda sebaiknya anda ucapkan pada pria yang ada di belakang anda. Karena Beliau lah yang menemukan dan membawa putra anda kemari” ujar petugas menunjuk ke arah Raka yang berdiri di belakang Sabrina.


Sabrina segera membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Raka juga Eliana,

__ADS_1


“Aku ucapkan...” Sabrina termenung saat menatap pria yang ada di hadapannya kini.


“mas Raka?!”


“Sabrina!!!”


Mereka berdua saling menatap dan termenung sejenak, semua orang yang ada di sana memperhatikan mereka berdua. Yohan ikut termenung saat Sabrina memanggil nama Raka,


Raka... that name.... isn't the name of the man's ex-fiancé (Raka... nama itu bukankah nama pria mantan tunangan nyonya) gumam Yohan dalam hati, dia teringat dengan Nicholas yang pernah menceritakan tentang pertunangan Sabrina yang gagal.


“요한 씨, 부인이 그 남자를 아는 것 같군요 (tuan Yohan, sepertinya nyonya mengenal pria itu)” ujar Hee Na menyadarkan Yohan dari lamunannya.


Sabrina juga Raka saling menatap satu sama lain dan larut dalam pikiran masing – masing, Eliana yang berdiri di samping Raka memperhatikan mereka berdua yang masih saling bertatapan.


pertemuan tidak terduga itu seperti sebuah adegan drama, di saat bersamaan di bandara itu tengah memutarkan musik slow yang seolah mendukung suasana pertemuan itu.


Senyuman manis tersungging di wajah cantik Sabrina walau dalam hatinya merasa canggung, begitu juga yang di rasakan oleh Raka. Kenangan masa lalu seolah terputar di benak Raka, kenangan yang sulit untuk di lupakannya. baby Yusuf yang berada dalam gendongan Sabrina menarik - narik pelan hijab yang di kenakannya, seakan tersadar mereka berdua tersenyum dan saling menyapa.


"assalamualaikum, Sabrina"


Sapa mereka bersamaan yang membuahkan hasil kecanggungan di antara Raka dan Sabrina,


“mas Raka, apa kabar?”


“kamu apa kabar?”


kembali Pertanyaan itu serentak terlontar oleh Raka dan Sabrina, mereka berdua tersenyum karena tidak menduga akan menanyakan hal yang sama.


“aku baik – baik saja”


Sabrina dan Raka akhirnya tertawa bersamaan saat mereka kembali menjawab pertanyaan bersamaan, perlahan rasa canggung dalam diri mereka sedikit berkurang. Eliana yang berdiri di samping Raka ikut tertawa lalu menyapa Sabrina,


“assalamualaikum mbak!!” sapa Eliana tersenyum ramah sambil menghampiri Sabrina.


“Eliana... waalaikumsalam, apa kabar kamu Elia?” tanya Sabrina membalas dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


“alhamdulillah Elia dan semua keluarga baik mbak, ini baby mbak ya? “ ujar Eliana sambil menatap ke arah baby Yusuf yang terlihat tenang dalam gendongan Sabrina.


“iya Eliana, namanya Yusuf (menatap ke arah Raka sejenak) terima kasih banyak berkat Eliana dan mas Raka aku bisa bertemu kembali dengan Yusuf” ujar Sabrina sedikit membungkukkan tubuhnya.


“aduuuh mbak jangan sungkan, kita kan keluarga” ujar Eliana tersenyum manis, tangan kanannya terulur ke arah pipi gembul baby Yusuf. Terdengar bunyi deringan ponsel milik Raka, dia merogoh saku jasnya dan menatap layar ponsel yang tertera nama Bima di sana.


“maaf permisi sebentar Sabrina, mas mau mengangkat telepon ini dulu” ujar Raka.


“Silah kan mas” ujar Sabrina tersenyum ramah, Eliana tampak asyik bermain dengan baby Yusuf yang sudah duduk di strollernya. Raka melangkah sedikit menjauh, sesekali dia melihat ke arah Sabrina dan lainnya yang asyik mengobrol. Sabrina juga memperkenalkan Yohan dan Hee Na pada Eliana,


“Madam, it looks like the pick-up car has arrived. I will carry and arrange these things first (nyonya, sepertinya mobil jemputan sudah datang. Saya akan membawa dan menyusun barang – barang ini dulu)” ujar Yohan yang baru saja mendapat pesan dari rekannya, Sabrina menganggukkan kepalanya.


****


Helena, Adrian dan Wibisana melangkah menuju pusat informasi, saat baru keluar dari pintu keedatangan Adrian juga Wibisana terheran saat melihat Helena dan Bima menyambut mereka. sebelumnya Helena mengirim pesan pada Adrian jika dia dan Eliana yang akan menjemput mereka.


“Loh... katanya Elia ikut mi? Terus kenapa malah Bima yang ada di sini?” tanya Adrian yang tidak melihat keberadaan putri bungsunya.


“jiaaa si papi, Bima ikut jemput papi malah di tanyain. Ntar kalo Bima nggak perhatian di bilang udah nggak sayang keluarga” ujar Bima bergaya manja ala Eliana. Wibisana langsung bergidik merinding saat melihat tingkah polah Bima,


“pantesan aja si Gendis sering ngeluh tingkah ajaib bapaknya” ujar Wibisana sambil menggeleng – gelengkan kepalanya, dia teringat dengan keluhan dari Gendis anak pertama Bima dan Anjani yang sudah berumur tiga tahun.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2