Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 99


__ADS_3

“young master, it seems that these two women have bad intentions towards Miss Sabrina. Should I take action? (tuan muda, sepertinya kedua perempuan ini memiliki niat yang tidak baik pada nona Sabrina. Apakah aku harus mengambil tindakan?)” bisik kepala pelayan pada Nicholas.


“you keep watching them, act if there is evidence (kamu terus perhatikan mereka, bertindak jika sudah ada bukti)” ujar Nicholas menatap tajam ke arah Arman yang kini sedang bersiap-siap dengan kalimat yang akan di ucapkannya.


“fine, young master (baik, tuan muda)” pelayan itu sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Nicholas, dia juga tersenyum ramah pada Sabrina yang sempat menatap ke arahnya. Senyuman terpaksa tersungging dari bibir Sabrina, tanpa sengaja mata cantik itu bertemu pandang dengan Arman.


Jika bukan karena terdesak dengan keadaan, aku tidak sudi nama ku di sandingkan dengan nama anak si**an ini. Sudah kepalang tanggung aku harus bersabar demi rencana dan keselamatan keluarga ku gumam Arman dalam hati melihat lafal kalimat ijab kabul di mana nama keluarga harus di sematkan di belakang nama Sabrina. Dia menatap sejenak ke arah Sabrina yang membalas menatapnya, mata indah itu tampak berkaca-kaca tapi Arman segera membuang wajahnya menatap ke arah penghulu yang sedang memberi penjelasan tentang pernikahan.


Tiba saatnya Arman mengucapkan ijab kabul, dia mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Nicholas. Pria bermata tajam itu tampak ragu dan menatap ke arah Sabrina, keinginan dalam hatinya ingin menikahi gadis cantik yang berada di sampingnya.


Namun Nicholas sadar jika dia tidak memiliki tempat di hati gadis pujaannya, dia lebih memilih mendukung kebahagiaan Sabrina dari balik layar. Arman sudah tidak sabar, sebelum memulai ijab kabul dia meminta penghulu untuk menulis lafal ijab kabul yang akan di bacakan Nicholas.


Kertas itu kini berada di hadapannya dan siap untuk di baca dengan lantang, Nicholas terus-menerus melirik ke arah ponsel yang tergeletak di atas meja. Berharap secepatnya Jack memberi kabar yang bisa menghentikan pernikahan yang tidak di harapkan Sabrina.


“Mr. Nicholas J Abraham son of Jhon Abraham.


I give my Daughter Sabrina Zalfa Kusumo to you in marriage with the mahr 15 carat diamond necklace in cash ( saudara Nicholas J. Abraham bin Jhon Abraham,


Saya nikahkan atau saya kawinkan engkau dengan putri saya Sabrina Zalfa Kusumo, dengan mas kawin berupa kalung berlian seberat 15 karat Tunai)” ujar Arman menatap ke arah Nicholas yang sama sekali tidak fokus, matanya terus menerus melihat pada layar ponsel. Dia sama sekali tidak menjawab ijab kabul yang sudah di ucapkan oleh Arman,


“Mr. Nicholas (Tuan Nicholas)” petugas KUA memanggil Nicholas yang terfokus pada ponsel miliknya.


“Yes, what is up? (ya, ada apa?)” Nicholas menatap ke arah mereka kembali.

__ADS_1


“sorry sir, we have to repeat the consent kabul. I hope you can focus Mr. Nicholas, poor bride (maaf tuan, kita harus mengulangi kembali ijab kabulnya. Saya harap anda bisa fokus Tuan Nicholas, kasihan pengantin perempuannya)” ujar petugas KUA mengingatkan Nicholas. Mata Elang itu sejenak menatap ke arah Sabrina, dia lalu menatap tajam ke arah Arman kembali bersalaman dengannya.


“All right, let's start again. Go ahead, Mr. Arman (baiklah, kita mulai lagi. Silah kan Tuan Arman)” ujar petugas KUA meminta Arman kembali melafalkan ijab kabul.


“ Mr. Nicholas J Abraham son of Jhon Abraham.


I give my Daughter Sabrina Zalfa Kusumo to you in marriage with the mahr 15 carat diamond necklace in cash ( saudara Nicholas J. Abraham bin Jhon Abraham,


Saya nikahkan atau saya kawinkan engkau dengan putri saya Sabrina Zalfa Kusumo, dengan mas kawin berupa kalung berlian seberat 15 karat Tunai)”


“ i accept merrying your Daughter Sabrina ( Ponsel milik Nicholas bergetar, pada layar tertulis nomor asing yang tidak di kenalnya) Zalfa Kusumo with the Mahr Agreed upon (saya terima nikah /kawinnya Sabrina Zalfa Kusumo dengan mahar tersebut tunai)” Nicholas menyelesaikan ijab kabul. Penghulu pun bertanya pada saksi yang sudah di sewa Arman,


“bagaimana saksi? Apakah Sah?” tanya penghulu, para saksi pun mengucapkan kata ‘sah’ secara serempak.


Ponsel Nicholas kembali bergetar dengan nomor asing tertera di sana, nomor yang sempat sebelumnya menghubungi. Petugas KUA membuka beberapa surat di mana para saksi menandatangani, setelahnya salah satu dari mereka menyerahkan pena pada Nicholas.


Tangan Nicholas bergerak cepat menandatangani dokumen itu, setelahnya dia segera berdiri meninggalkan sejenak ruangan itu. Jari jemarinya segera menggeser icon pada layar ponselnya,


“hallo (halo)” ujar Nicholas penasaran.


“boss, it's me Jack. Sorry boss, I just contacted you now (bos, ini aku Jack. Maaf bos, aku baru menghubungi anda sekarang)”


“why are you calling me from a different number? What was the result of your investigation? (kenapa kamu menghubungi ku dari nomor yang berbeda? Bagaimana hasil penyelidikan mu?)” Nicholas sudah sangat tidak sabaran ingin mengetahui gerangan apa yang membuat Sabrina memintanya untuk menikah.

__ADS_1


Jack segera mengatakan hasil penyelidikannya, saat di rumah sakit Jack yang masih terduduk di lantai menatap ke arah Adrian. Sebelah tangannya menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, perlahan dia berdiri menatap ke arah Araf yang terlihat masih sangat emosi.


“you guys step aside (kalian minggir)” perintah Jack pada anak buah yang berjaga-jaga di depannya. Araf berusaha untuk membebaskan diri dari pegangan kuat Yusuf, Cakra dan Wibisana.


“Is Arman still not satisfied that he sent his rat to make my grandparents and uncle die? Tell that bastard, if anything happens to grandpa and uncle he's the first person I'll send to accompany grandpa and uncle (apa si Arman masih belum puas hingga dia mengirim tikusnya untuk membuat eyang dan pamanku menemui ajal? Katakan pada bajingan itu, jika sampai terjadi sesuatu pada eyang dan pamanku dia orang pertama yang akan aku kirim untuk menemani eyang juga paman)” ancam Araf semosi tingkat dewa. Jack hanya diam dan menghela nafas panjang, dia hanya tesenyum smirk pada kedua keluarga itu.


Kedatangan Jack benar-benar telah membuat kedua keluarga itu salah paham, di saat bersamaan Raka baru sampai di rumah sakit bersama Bima dan Anjani. Mereka termenung saat melihat kedua keluarga tampak menghakimi orang asing, langkah Raka terhenti saat ponselnya bergetar memberitahu ada notifikasi pesan yang masuk.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2