Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 226


__ADS_3

“Wait a minute Mr. Park Joon, there seems to be a misunderstanding here. You two better get up first (sebentar Tuan Park Joon, sepertinya ada kesalah pahaman di sini. Lebih baik anda berdua berdiri terlebih dahulu) “ ujar Jack memegangi tangan Park Joon dan membantunya berdiri, John yang kebingungan mengulurkan tangannya ke arah Shu Kye dan membantunya berdiri.


“I don't know and understand what really happened, but the purpose of my coming here was to visit the father and grandmother of my daughter Sabrina (Aku tidak tahu dan mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi maksud kedatangan ku kemari ingin menjenguk papa dan nenek dari putriku Sabrina) “ ujar John membuat Park Joon dan Shu Kye saling berpandangan sejenak, mereka kemudian menatap kembali ke arah John yang masih kebingungan.


“my daughter?! sssososo you didn't come here to collect our son's debt? (putri ku?! jajajajadi anda datang kemari bukan untuk menagih hutang putra kami?)” tanya Shu Kye gugup.


“of course not and debt you both mean i had no clue about it .... Does my daughter's biological father have debt? (tentu saja tidak dan hutang yang anda berdua maksud aku sama sekali tidak mengetahuinya (melihat ke arah Jack) apa papa kandung dari putriku memiliki hutang?) “ tanya John pada Park Joon.


“According to the information I got, Mr. Arman does have some debts with your subordinates, sir (menurut informasi yang aku dapatkan, tuan Arman memang memiliki beberapa hutang dengan bawahan anda, tuan besar)” jelas Jack membuat John menatap ke arah orang kepercayaannya.


“you investigate this matter (kamu selidiki masalah ini) “ bisik John pada orang kepercayaannya yang langsung melaksanakan perintahnya, dia bergerak cepat mengeluarkan ponsel yang tersimpan dan menghubungi orang - orang mereka di Australia.


“You both take it easy, I will take care of all your son's problems (anda berdua tenang saja, semua masalah putra anda akan saya urus) “ ujar John memberi udara segar bagi Park Joon dan Shu Kye.


“Thank you sir, thank you very much.... (Terima kasih tuan besar, terima kasih banyak....) “ ujar Park Joon.


“we are family, Sabrina is not only my daughter-in-law but my daughter. I will protect and help him (kita ini adalah keluarga, Sabrina bukan saja menantuku tapi putriku. Aku akan melindungi dan membantunya)” ujar John membuat Pasangan itu senang, tidak hanya senang mereka juga bahagia saat mendengar ucapan John yang menganggap Sabrina sebagai putrinya.


Sementara itu pintu lift terbuka lebar, Adiwijaya melangkah keluar di bantu oleh Nicholas yang memeganginya dengan lembut. Sabrina mengikuti mereka bersama dengan baby Yusuf yang terlihat asyik bermain dengan mainannya, langkah Adiwijaya dan Nicholas terhenti saat melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka.


Sabrina menatap ke arah dua pria di hadapannya yang menatap lurus ke depan,


“What is it, sayang? Why stop?! (ada apa, sayang? Kenapa berhenti?!)” tanya Sabrina heran dan melangkah ke samping Nicholas, dengan menggerakkan kepalanya dia mengode ke arah lorong di mana di sana begitu ramai.

__ADS_1


Mata cantik itu beralih ke arah yang di tunjuk Nicholas,


“daddy?!“ ujar Sabrina.


John mendengar suara Sabrina dari arah belakang segera membalikkan tubuh, senyuman hangat tersungging di wajahnya yang masih terlihat tampan.


“Sabrina, my Daughter... (Sabrina, putriku....)” ujar John langsung menghampiri Sabrina yang menggendong baby Yusuf, dia lupa dengan putranya Nicholas yang berdiri tepat di samping perempuan cantik itu.


Baby Yusuf langsung di gendong Oleh Nicholas agar memudahkan Sabrina menyapa John, melihat dirinya berada di gendongan Daddynya Baby Yusuf terlihat bete tingkat maksimal. Sabrina ikut melangkah menghampiri John, dengan santun dia mengecup punggung tangan daddy mertuanya.


“my daughter, how are you? (putriku, bagaimana kabar mu?) “ sapa John sambil memeluk dan mengecup pucuk kepala Sabrina yang tertutup hijab.


“Brina is fine dad, how about daddy? (Brina baik – baik saja dad, bagaimana dengan daddy?)” tanya Sabrina yang perlahan melepaskan pelukan mereka.


“Dad?! “ Nicholas menyapa John dengan memeluknya, belum juga Nicholas selesai menyapa. John segera melepaskan pelukannya dan beralih pada baby Yusuf yang di gendong oleh Nicholas,


“Yusuf.... grandpa's champ ... Come here... Come on my grandson, grandpa misses you very much and also grandpa has brought some toys for you (Yusuf.... Jagoan grandpa... Mari sini ... Ayo cucu ku, grandpa sangat merindukanmu dan juga grandpa sudah membawakan beberapa mainan untuk mu) “ ujar John mengulurkan tangan untuk menggendong baby Yusuf.


“haaa....aaa babababa”


Baby Yusuf menepuk – tepuk tangan John dan mencondongkan tubuhnya mengisyaratkan untuk minta di gendong, baby Yusuf bertingkah begitu imut hingga membuat mereka yang berada di sana terkena panah cupid berjamaah.


Baby Yusuf di gendong dan diajak bercanda oleh John hingga membuat baby itu tertawa senang, para body guard dan lainnya termenung melihat pemandangan di hadapan mereka. Beberapa waktu yang lalu mereka begitu merasakan radiasi aura dingin mencengkam seakan mereka semua berada di benua antartika, mendadak saja udara dingin itu berubah menjadi musim panas yang menghangatkan seperti di musim semi.

__ADS_1


“when is daddy coming? Why didn't you tell Brina? We will definitely pick up and welcome daddy at the airport (kapan daddy datang? Kenapa tidak memberitahu Brina? Kami pastinya akan menjemput dan menyambut daddy di bandara)”ujar Brina membuat Nicholas teringat jika dia lupa memberi tahunya.


“daddy already told you through Nicho, didn't he tell you? (daddy sudah memberi tahu melalui Nicho, apakah dia tidak mengatakannya padamu?) “ tanya John yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Sabrina dan Nicholas, perempuan cantik itu segera melihat ke arah Nicholas yang berdiri di sampingnya juga Adiwijaya.


John dan baby Yusuf ikut menatap ke arah Nicholas, baby imut itu tertawa imut sambil menggigiti mainan yang ada di tangannya. Nicholas seakan halu menatap baby Yusuf yang balas menatapnya sambil tersenyum smirk, mendapat tatapan intimidasi dari mereka Nicholas lalu menjelaskan dengan tenang sambil tersenyum nackal.


“I'm sorry sayang, because I was so fascinated by your beauty that I forgot to tell you about Daddy's arrival. But.... I don't think this is entirely my fault, seeing your appearance this morning made me.... (Maaf sayang, karena begitu terpesona dengan kecantikanmu membuatku lupa memberitahu mu kedatangan daddy. Tapi.... Menurut ku ini tidak sepenuhnya kesalahan ku, melihat penampilan mu tadi pagi membuatku....) “ ucapan Nicholas langsung terhenti saat sebelah tangan Sabrina menutup bibirnya, mata cantik itu membulat sempurna dengan wajah yang merona.


Semua yang ada di lorong lantai itu diam – diam tersenyum, ada pula yang wajahnya merona membayangkan apa yang terjadi. Seketika saja wajah yang merona itu berubah saat merasakan aura intimidasi dari Nicholas kembali terasa, hanya dengan tatapan yang dingin mencekam memberi tahu mereka jika Sabrina hanya miliknya dan tidak seorang pun boleh membayangkan hal aneh – aneh tentangnya.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2