Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 231


__ADS_3

Di sisi lain para petugas spa yang membantu Sabrina terlihat kebingungan, saat prosesi pemijatan tidak sengaja mereka melihat luka bakar yang ada di punggung klien mereka. Pikiran buruk langsung menghinggapi mereka, berbagai pertanyaan sangat ingin mereka tanyakan pada klien cantik itu. Namun pertanyaan itu hanya bisa mereka pendam dalam hati, mereka tidak berani bertanya karena Nicholas berada dalam ruangan itu.


“ternyata suami kakak cantik itu kejam, kamu liat tadi nggak luka yang ada di punggungnya?! “


“Hush, kamu ndak boleh ngomong gitu. Ingat kita udah di wanti – wanti ama bos ndak boleh ngomong tentang atau membuka aib klien”


“Iya aku tahu, tapi tetep aja aku khawatir dengan kakak tadi. Apa perlu kita lapor polisi atau.... “


Pembicaraan mereka terhenti saat Sabrina dan Nicholas keluar dari ruangan VVIP, Nicholas tampak melangkah lebih dulu untuk menyelesaikan pembayaran. Sabrina menghampiri dua pekerja yang membalas menatap ke arahnya, salah seorang dari pekerja terlihat begitu bersemangat. Dia berpikir jika Sabrina menghampiri mereka untuk meminta pertolongan,


“maaf mbak, toiletnya di mana? “ tanya Sabrina.


Kedua pekerja itu saling berpandangan satu sama lain, mereka terlihat bingung dan kembali menatap klien itu.


“Kak... Kakak nggak apa – apa?” tanya salah satu pekerja itu pada Sabrina.


“maaf, maksudnya?” Sabrina terlihat bingung mendengar pertanyaan mereka.


“kakak nggak usah takut, kita akan bantu. Kita udah akan memanggil polisi dan.... “ pekerja itu bersiap untuk menghubungi pihak berwajib.


“Tunggu... Tunggu.... Ini maksudnya apa? Aku sama sekali nggak ngerti?” ujar Sabrina semakin kebingungan.


“kakak pasti udah ke siksa banget ama suaminya, luka bakar yang ada di punggung kakak bisa jadi bukti untuk bisa nangkep suami kakak” ujar salah satu pekerja itu kembali.


Sabrina tampak mengerutkan keningnya kebingungan dengan apa yang di maksud oleh para pekerja itu, dia berpikir sejenak dan mulai mengerti dengan pembicaraan kedua pekerja itu.


“Sepertinya kalian sudah salah paham, suami saya tidak pernah melakukan KDRT seperti yang kalian pikirkan”

__ADS_1


“kakak jangan takut dengan ancaman dari suaminya, tenang aja kak. Kami akan memanggil security untuk mengamankan suami kakak... “ ujar pekerja itu hendak melangkah menuju ke luar untuk meminta bantuan.


“Jangan....(para pekerja itu berhenti dan menatap ke arah Sabrina) bentar.... Bentar.... Kalian benar -benar sudah salah paham. Dugaan dan pemikiran kalian benar-benar salah, suami saya tidak akan pernah menyakiti saya. Saat melihat saya merasa sakit saja sudah membuatnya sedih seakan dia yang mengalami rasa sakit yang teramat. Luka yang ada di punggung saya ini sudah lama saya dapatkan jauh sebelum bertemu suami, jadi buang pemikiran buruk anda perihal suami saya” jelas Sabrina panjang kali lebar, membuat para pekerja itu saling berpandangan. Mereka teringat dengan luka bakar yang membekas, luka bakar itu terlihat sudah sangat lama.


“ma... Maa.... Maafkan kami kak.... Kami benar – benar sudah salah paham” ujar mereka serempak, Sabrina menghela nafas panjang sambil menatap ke arah mereka.


“saya mengerti dan senang dengan rasa peduli kamu berdua, tapi.... Permintaan maaf ini bukan hanya pada saya saja. Kalian berdua juga harus meminta maaf pada suami saya” ujar Sabrina hendak berlalu pergi.


“Kami mau kak minta maaf ada suami kakak, kami bersalah karena sudah menuduh yang tidak – tidak pada suami kakak” ujar mereka menghentikan langkah Sabrina dan berbalik menatap ke arah mereka, dia lalu menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan kedua pekerja spa itu.


Sabrina melangkah lebih dulu di ikuti kedua pekerja yang berjalan di belakangnya, mereka menuju lobi di mana Nicholas menunggu di sana. Langkah Sabrina terhenti sejenak saat melihat pemandangan di sana, tampak beberapa perempuan berusaha mencuri perhatian pria tampan itu.


Beberapa saat Sabrina pergi ke toilet, Nicholas yang berdiri di lobi tampak sibuk dengan ponsel yang di pegangnya. Beberapa perempuan cantik baru datang dan masuk ke dalam lobi gedung spa, semua mata tertuju ke arah para perempuan yang berpakaian sangat seksi. Tampilan mereka membuat semua mata menatap dengan liar, berbeda dengan Nicholas yang tidak memedulikan apa pun di sekitar. Matanya lebih memilih fokus pada layar ponsel, mata para perempuan itu memperhatikan Nicholas yang berdiri di tengah – tengah lobi. Para perempuan itu terpesona dengan ketampanan Nicholas yang sejenak melihat mereka dan kembali fokus ke ponsel, mereka pun tampak berdiskusi sambil terus melihat ke arah pria tampan itu.


“gila.... Hot banget tuh cowok.... Badannya... Gue yakin di balik kemeja itu roti sobek semua”


Mereka berkomentar sambil terus memperhatikan Nicholas, timbul ide cemerlang dari salah seorang perempuan itu.


“Eh guys, gi mana kalo kita taruhan?!”


“taruhan?! Taruhan apa?! “


“Kita taruhan, siapa yang bisa dapetin nomor WA tu cowok bule. Kunci Mobil lambo ini bakalan jadi milik dia, gi mana?!” ujar perempuan itu.


“lambo mah gue udah punya, hmmm.... gi mana kalo villa daerah puncak?! “ ujar perempuan lainnya.


“Oke, siapa takut?! Gue yang bakalan maju duluan“ ujar perempuan lainnya dengan tingkat kadar kepedean tinggi.

__ADS_1


Perempuan itu menyerahkan tas miliknya pada teman, sedikit memperbaiki posisi baju yang di kenakan. Dia memegang ponsel dan minuman kopi yang sempat di belinya di luar, perempuan itu melangkah dengan antusias menuju ke arah Nicholas.


Saat hampir dekat dengan pria incarannya, perempuan itu beraksi dengan menjegal kakinya sendiri hingga membuatnya jatuh tepat ke arah Nicholas. Kejadian itu begitu cepat dan tidak di sadari Nicholas yang fokus pada ponsel, alhasil kemeja serta jas yang di kenakannya terkena tumpahan kopi. Kedua tangan kekar Nicholas spontan memegangi tubuh perempuan cantik yang melakukannya dengan sengaja, para teman perempuan itu tersenyum licik serta mengacungkan jempolnya.


Perempuan segera berubah sikap dan memulai aksinya,


“ oopppsss i’m so sorry... I’m so sorry....Aku tidak sengaja menabrakmuI accidentally bumped into you (oopppsss maaf..... Aku minta maaf....Aku tidak sengaja menabrakmu)” ujar perempuan itu dengan raut wajah bersalah, matanya terbuka sempurna saat melihat pakaian Nicholas yang terkena kopinya.


“God, what have I done? I'm really sorry.... I really didn't do it on purpose (Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan? Aku benar – benar minta maaf.... Aku benar- benar tidak sengaja)” ujar perempuan itu berusaha membersihkan noda kopi pada jas dan kemeja pria tampan itu, mata tajam Nicholas menatap dingin ke arah tangan perempuan itu yang bergerak di sekitar dada dan perutnya.


Wajah Nicholas terlihat tidak senang dengan apa yang di lakukan oleh perempuan itu, tangan kekar itu segera menepis tangan perempuan itu dengan kasar. Perempuan itu terkejut saat melihat perlakuan pria tampan yang menyapukan tangannya ke arah kemeja dan jas, dia juga dapat melihat dengan jelas raut wajah tidak senang terlukis di wajah Nicholas.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2