
“sayang....There is no one who is wrong in this matter, everything has become a letter from Him. If God wants me to be with you, then nothing can stop me (sayang.... Tidak ada siapa pun yang salah dalam hal ini, semua sudah menjadi suratan dari – Nya. Jika Allah sudah menghendaki ku untuk bersama mu, maka tidak ada satu hal pun yang bisa menghalangi)”
“did you never feel disappointed and angry when you were forced to marry me? (apa kamu tidak pernah merasa kecewa dan marah saat kamu terpaksa menikah denganku?)” Nicholas menatap mata Sabrina yang membalas menatapnya juga, mata Sabrina menundukkan pandangannya menatap ke arah jas yang di kenakan Nicholas.
“I would be lying if I didn't feel annoyed or angry with the wedding arranged by papa, I also thought that you planned all of this. however.... When I proposed this marriage on papa's orders to you at that time it was already my decision, when I heard your answer I knew that you weren't involved in papa's plan. You also helped me save grandpa and father (bohong jika aku tidak merasa kesal ataupun marah dengan pernikahan yang di atur oleh papa, aku juga sempat berpikir jika kamu yang merencanakan semua ini. namun.... Saat aku mengajukan pernikahan ini atas perintah papa padamu di saat itu sudah menjadi keputusanku, tatkala mendengar jawaban darimu aku tahu jika kamu tidak terlibat dengan rencana papa. Kamu juga membantuku menyelamatkan eyang dan bapak)”
“are you not afraid of me who has a bad and cruel past? (apa kamu tidak takut dengan aku yang memiliki masa lalu buruk dan kejam?)”
“sayang.....I believe Allah unites us in goodness and I have never been afraid or disappointed by what happened in your past. I'm sure you've left it all and lead me to the path of goodness ( Sayang.... aku percaya Allah mempersatukan kita dalam kebaikan dan Aku tidak pernah takut atau kecewa dengan apa yang terjadi di masa lalu mu. Aku yakin kamu sudah meninggalkan itu semua dan menuntunku pada jalan kebaikan) “ Sabrina menatap manik mata Nicholas dengan kedua tangannya memegangi wajah tampan itu, perlahan keningnya menempel pada kening Nicholas begitu juga hidung mereka yang mancung.
“Thank you..... Thank you sayang for accepting all my shortcomings and past, thank you because you have made my life complete (Terima kasih..... Terima kasih sayang sudah menerima segala kekurangan dan masa laluku, terima kasih karena kamu menjadi penyempurna hidupku) “
“I also want to thank you for all the love and happiness you always pour out, thank you for accepting all my flaws, I love you (Aku juga ingin berterima kasih atas semua cinta dan kebahagiaan yang selalu kamu curahkan, terima kasih kamu menerima semua kekuranganku, Aku mencintaimu) “ ujar Sabrina sukses membuat jantung Nicholas berdegup kencang, dengan cepat tangan Nicholas mengangkat tubuh Sabrina dan menggendongnya seperti menggendong Yusuf.
Sabrina terkejut saat mendapat perlakuan dari Nicholas, dia langsung mengalungkan kedua tangannya ke belakang leher Nicholas.
“Nico?! I could fall (Nicho?! Aku bisa jatuh)”
“Don't worry Sayang, I'm holding you (tenang saja sayang, aku memegangi mu) “ ujar Nicholas menengadahkan kepalanya menatap ke arah Sabrina.
Merasa akan jatuh Sabrina langsung memeluk tubuh Nicholas dengan dagu yang bersandar di pundak kekar itu, Nicholas lalu melangkah menuju ranjang yang terhias dengan sangat cantik. Dia merebahkan tubuh Sabrina di atas ranjang empuk dengan perlahan, Nicholas merangkak ke atas ranjang dan berada tepat di atas tubuh perempuan cantik yang hijabnya sudah terlepas. Mata tajam itu menatap ke arah manik mata cantik yang memesona,
“I love you..... forever.... (Aku mencintaimu.... Selamanya....) “ ucapan Nicholas membuat berjuta – juta kupu – kupu melayang dan menari di hati Sabrina, rasa bahagia menyelimuti pasangan sejoli yang saling menatap penuh cinta.
“I love you.... Forever and all my heart (Aku mencintaimu.... Selamanya dan sepenuh hatiku)”
__ADS_1
Hati Nicholas berbunga – bunga saat mendengar ucapan Sabrina, perlahan wajahnya mendekat ke arah wajah Sabrina dan bibir mereka bertemu satu sama lain. Ciuman itu berlanjut dari tahapan ringan hingga tahapan yang menantang, membangkitkan gejolak gelombang hebat yang memukul dengan sangat kuat hingga semua itu berakhir pada saat....
Krrrryuuuuk....
Tiba – tiba saja Kegiatan mereka terhenti saat terdengar suara yang berasal dari perut Nicholas, kedua tangan Sabrina sedikit mendorong lembut tubuh Nicholas hingga mereka kembali saling bertatapan. Kembali terdengar suara gemuruh perut dari Nicholas yang memprotes meminta untuk segera di isi.
Kkkrrrrrryyyuuuuukkk.....
Nicholas menatapi perutnya sejenak dan kembali menatap ke arah Sabrina yang duduk di hadapannya.
“hahahahahahaha”
Sontak mereka pun tertawa berjamaah, Sabrina mengajak Nicholas untuk makan terlebih dahulu.
“later baby, he's awake and wants you to accompany him ( nanti saja sayang, dia sudah bangun dan ingin kamu menemaninya) “ Nicholas mengode ke arah penangkaran King kobra, mata cantik itu dapat melihat jelas tubuh King kobra yang mencetak kuat di bali penangkaran. King kobra tampak memberontak meminta untuk terbebas dari kurungannya berharap bisa menelusuri dan menjelajah di hutan favoritnya.
Sabrina terlihat gelagapan dan gugup, dia mengalihkan pandangan menatap ke arah mata Nicholas yang membalas menatapnya.
“sayang....i i i i it would be better if we eat first.... M m m My stomach also feels hungry (sayang..... A a a a akan lebih baik jika kita makan dulu.... Pe pe perut ku juga terasa lapar)” ujar Sabrina gugup, Nicholas tampak terdiam sejenak sambil menatap ke arah istrinya.
We better eat first, or else during the battle Sabrina will be exhausted and pass out (Lebih baik kami makan dulu, atau saat pertempuran nanti Sabrina akan kelelahan dan pingsan) gumam Nicholas dalam hati, dia segera menyingkir dari atas tubuh Sabrina dengan duduk di pinggiran ranjang.
Sabrina menatap Nicholas yang memunggunginya dengan wajah yang tertunduk, perempuan cantik itu mengira jika Nicholas marah dan kesal karena menghentikan niatnya.
“Nico, are you mad?! I'm sorry.... I didn't mean to refuse... (Nicho, kamu marah?! Maafkan aku.... Bukan maksudku menolak...) “ ucapan Sabrina terhenti saat Nicholas menatap ke arahnya.
__ADS_1
“no sayang, I'm not mad at you at all. I stayed quiet trying to calm him down (Tidak sayang, aku sama sekali tidak marah padamu. Aku diam karena berusaha untuk menenangkannya)” Nicholas menghirup lalu menghela nafas panjang, Sabrina mengerti dengan arah pembicaraan Nicholas. Pipinya terlihat merona karena tidak sengaja melihat ke arah penangkaran king kobra kembali, dia lalu bangkit dan melangkah menuju kamar mandi.
“I i i i I'd better clean up now (lelelelebih baik sekarang aku bersih – bersih)” ujar Sabrina berlalu pergi, langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar mandi saat teringat jika dia sama sekali tidak membawa baju ganti.
“sayang, how about my change of clothes? ( sayang, baju ganti ku bagaimana?) “ tanya Sabrina terlihat kebingungan.
“Take it easy sayang, you better clean up first. I will prepare clothes for you (Tenang saja sayang, sebaiknya kamu bersih – bersih dulu. Aku akan menyiapkan pakaian untuk mu) “ ujar Nicholas yang langsung di angguki Sabrina, dia segera masuk ke dalam kamar mandi Sambil kedua tangannya melepaskan pakaiannya.
Nicholas hendak menelepon anak buahnya dan meminta membelikan pakaian baru untuk Sabrina juga dirinya, namun dia langsung berubah pikiran. Mata elangnya mengambil kertas note dan pena yang ada di atas nakas, dia menulis pesan dan meletakkan tepat di atas kotak kalung berlian hadiah untuk Sabrina.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1