Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 242


__ADS_3

Asmirah dan Anjani menghampiri bermaksud untuk mengajak baby Yusuf bermain, namun langkah mereka terhenti saat Nicholas kembali mengode dengan jari telunjuk menempel di bibir seksinya. Mereka berdua menatap ke arah baby Yusuf yang kepalanya tersandar di bahu kanan Nicholas, wajah baby Yusuf yang tertidur pulas terlihat begitu menggemaskan membuat mereka speechles dengan raut wajah yang terlihat gemas.


“He just fell asleep? .... You certainly know what if Yusuf's sleep is disturbed? Let him carry me, besides all my work is done (Dia baru saja tertidur? (Menatap ke arah Anjani dan Asmirah yang langsung mengangguk mengerti) kamu tentu tahu bagaimana jika tidurnya Yusuf terganggu? Biarkan dia aku yang menggendong, lagi pula semua pekerjaan ku sudah selesai) “ ujar Nicholas merangkul pundak istrinya, baby Yusuf sedikit bergerak dengan menegakkan kepalanya lalu kembali merebahkan kepalanya dengan wajah bersembunyi di ceruk leher Nicholas.


Tingkah Baby Yusuf membuat Andhini dan lainnya merasa sangat gemas, Asmirah terlihat ingin mencubiti pipi tembem Baby Yusuf yang semakin nyaman dengan ibu jari mungil masuk ke dalam mulut mungilnya. Namun dia mengekspresikan dengan kedua tangan mengepal gemas, tangan kanan Sabrina memegangi lembut punggung baby Yusuf sambil mengusapnya lembut.


“How? Have you decided on the dress yet ? ( bagaimana? Apakah sudah memutuskan gaunnya?)” tanya Nicholas pada Asmirah dan Anjani.


“already brother-in-law, I have already chosen the dress that I will wear on the wedding day as well as the uniform for the family. This one is for women and this one for men... (sudah kakak ipar, aku sudah memilih gaun yang akan aku kenakan di hari akad nanti juga seragam untuk keluarga. Yang ini untuk perempuan dan pria yang ini..)” ujar Asmirah memperlihatkan hasil perburuan mereka, Nicholas terlihat bingung dengan kain batik yang di perlihatkan adik iparnya.


“why Nicholas? is there something wrong? (kenapa Nicholas? apa ada hal yang salah?)” tanya Andhini saat menatap raut wajah Nicholas yang kebingungan.


“what is the patterned fabric for? (kain bercorak itu untuk apa?)” tanya Nicholas mengode ke arah kain batik yang ada pada seragam para pria dari keluarga Adiwijaya.


“oh this cloth... (ooo kain ini....)” Andhini menjelaskan cara pemakaian kain batik yang akan mereka kenakan di saat acara pesta pernikahan nanti, Nicholas terlihat semakin kebingungan mendengar penjelasan Andhini. Senyumn manis tersungging di bibir Sabrina saat melihat wajah kebingungan Nicholas,


“You don't worry, sayang.... I'll help you put it on later (kamu tenang saja, sayang... aku akan membantumu memakaikannya nanti)” ujar Sabrina di sambut baik oleh Nicholas yang terlihat dari raut wajahnya.

__ADS_1


Andhini dan lainnya kembali sibuk memperhatikan brosur pakaian pernikahan dengan model serta warna yang berbeda, Sabrina hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali memberikan pendapat. Mata tajam Nicholas tidak sengaja melihat ke sebuah spot dalam butik itu yang menjual dan memajang berbagai macam pakaian dinas para kaum hawa.


Nicholas mengalihkan pandangannya menatap ke arah Sabrina yang ada di samping, wajahnya mendekat ke arah telinga Sabrina yang tertutup hijab.


“Brina, did you find anything you like? (Brina, apa kamu menemukan yang kamu sukai?) “ tanya Nicholas membuat Sabrina menatap langsung ke arahnya, tatapan Sabrina di balas dengan kode mata Nicholas yang menunjuk ke arah spot tempat dia melihat pakaian dinas. Wajah cantik Sabrina merona dan pandangannya menunduk, Sikap pasangan itu tidak luput dari mata Andhini dan lainnya.


“Aduh mbak... Bikin Mirah iri deh, sabar Mirah.... Sabar....” ujar Asmirah sambil mengatakan sabar ada dirinya sendiri.


“Aduh dek, kamu gangguin aja. Ndak liat mbak lagi belajar biar bisa mesra dan harmonis seperti mbak Sabrina,” protes Anjani setengah berbisik, wajah Sabrina semakin terlihat merona berbeda dengan Nicholas yang menunjukkan raut wajah datar.


“Udah... Udah.... Jangan di godain terus mbaknya, Mirah. Gaun pas resepsi kamu nati jadi yang ini apa ndak? Pemilik butiknya udah dari tadi nungguin keputusan kamu” ujar Wulan merasa tidak enak pada pemilik butik yang masih memegangi beberapa gaun pilihan mereka, Asmirah menepuk keningnya lembut karena baru teringat pada pemilik butik.


Sabrina menatap Nicholas yang duduk sambil terus mendekap tubuh mungil baby Yusuf, dia merasa tidak tega saat melihat Nicholas yang dalam pandangannya terlihat tidak nyaman. Padahal Nicholas terlihat senang dapat mencurahkan kasih sayangnya yang sudah lama di tahan, Sabrina menatap iba dan bermaksud untuk bergantian menggendong baby Yusuf.


“sayang, you better rest. Let my Yusuf carry you so you can let go of your fatigue for a moment (sayang, lebih baik kamu istirahat. Biarkan Yusuf aku yang menggendong agar kamu bisa melepaskan penat sejenak)” ujar Sabrina mengulurkan tangannya hendak menggendong baby Yusuf, namun Nicholas memegangi tangan Sabrina sambil menggelengkan kepalanya.


Nicholas hendak berbicara namun terdiam saat Andhini yang sedari tadi memperhatikan mereka,

__ADS_1


“nduk.... biarkan saja Yusuf dengan daddynya, lebih baik kamu temani ibu dan bu lek” ujar Andhini lembut.


“Tpi bu, Sabrina mau...” ucapan Sabrina terhenti saat Andhini kembali memanggilnya dengan lembut.


“Nduk... kemarilah sebentar” ujar Andhini langsung di turuti Sabrina yang terlihat ragu – ragu, dia melihat sejenak ke arah Nicholas yang menggendong sambil menepuk lembut punggung baby Yusuf. Mata tajam itu mengode mengisyaratkan Sabrina untuk mengikuti permintaan ibu mertuanya, Sabrina duduk di samping Andhini yang tersenyum lembut.


“ada apa bu?” tanya Sabrina.


“ndak ada apa – apa, ibu kangen mau ngobrol sama kamu”


“ngobrol? ( melihat ke arah Nicholas sedikit khawatir lalu kembali menatap Andhini) ngobrol apa bu?”


“nduk... ( meraih tangan kanan Sabrina sambil di genggamnya) jangan khawatirkan Yusuf, dia bersama dengan daddynya. Berikan mereka kesempatan untuk lebih dekat lagi, tentunya hal itu yang sangat di inginkan oleh Nicholas” ujar Andhini membuat Sabrina tercenung, dia seakan tersadar dengan sikapnya yang terkesan egois dan ingin memonopoli baby Yusuf.


“Astaghfirullahaladzim... Sabrina ndak sadar jika udah egois pada Nicho, ndak seharusnya Sabrina bersikap seperti tadi” ujar Sabrina menyesal, dia hendak berdiri dari tempatnya duduk dan meminta maaf pada Nicholas. Andhini memegangi tangan Sabrina lembut, dia kembali menahan Sabrina yang ingin menghampiri Nicholas.


“kamu mau ke mana, nduk?”

__ADS_1


“aku ( mengalihkan pandangannya ke arah Nicholas) aku mau minta maaf pada Nicho, bu. Tanpa sadar aku sudah bersikap egois pada Nicho” ujar Sabrina hendak beranjak.


“nduk, dengarkan saran ibu lebih baik kamu berbicara saat kamu sudah berdua saja” Andhini membelai lembut tangan kanan Sabrina yang baru menyadari jika mereka berada di ruang publik, perempuan cantik itu kembali beristighfar dan berterima kasih pada Andhini yang selalu mengingatkannya saat melakukan kekeliruan.


__ADS_2