Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 163


__ADS_3

“I heard that Doctor Sabrina came to the hospital if I'm not mistaken to the obstetrics department with her husband, the female nurses were all excited when they saw Doctor Sabrina's husband (aku dengar Dokter Sabrina datang ke rumah sakit kalau tidak salah ke bagian kandungan bersama dengan suaminya, para perawat perempuan semuanya heboh saat melihat suami dokter Sabrina)”


Asisten Sabrina dan teman perawatnya asyik membicarakan tentang Sabrina juga Nicholas, di saat mereka berbicara perawat lain yang mendengar ikut bergabung dan bersemangat menceritakan tentang Nicholas juga Sabrina.


Ponsel yang di pegangi Sabrina terjatuh ke lantai, kedua tangannya memegangi kedua pergelangan tangan Nicholas yang bergerak dengan lihai bebas tanpa hambatan. Bibir Nicholas menjelajahi leher jenjang Sabrina, hidung mancungnya mencium aroma parfum milik Sabrina yang wanginya begitu menenangkan.


Serangan kuat dari Nicholas membuat Sabrina membalikkan tubuhnya, kini mata mereka saling berpandangan dengan baju Sabrina yang sudah terbuka bagian atas. kedua tangan Nicholas memeluk tubuh istrinya sambil membelai lembut punggung mulus itu, bibir Nicholas tersungging senyuman nakal saat tangannya membuka dengan pelan pengait pengamanan yang menyelimuti perbukitan indah.


Nafas Sabrina terdengar tidak beraturan, matanya menatap sayu berusaha untuk mengatur nafas yang masih tersengal-sengal. Kedua tangan Sabrina berada pada dada bidang yang masih terbungkus dengan kemeja hitam, siapa pun perempuan yang melihat tampilan Nicholas saat ini akan meleleh. Beberapa kancing kemeja milik Nicholas terbuka sedikit memperlihatkan dada bidang yang kokoh.


Nafas Sabrina mulai terdengar teratur, matanya yang bulat menatap Nicholas yang membalasnya dengan tatapan penuh cinta. Perlahan wajah Nicholas mendekat ke arah wajah Sabrina, dia bermaksud hendak menciumi bibir istrinya yang begitu menggoda baginya. Tangan kanan Sabrina dengan cepat bertindak dengan jari jemarinya menempel di bibir Nicholas, pria tampan pemilik mata biru itu menatap ke arah istrinya dengan pandangan heran.


“sayaaang...” ujar Sabrina, matanya mengode ke arah Nicholas seolah mengingatkan pria tampan itu jika dia sedang hamil dan usia kehamilannya terbilang masih sangat muda.


“sh*t...” Nicholas menghela nafas berat dan berusaha untuk menenangkan dirinya, dia benar-benar lupa dengan kondisi Sabrina. Dia berusaha menenangkan yang tengah bergejolak dalam dirinya, kedua tangannya memegangi pundak Sabrina sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang.


“Sorry sayang, I totally forgot you were pregnant. Now I better calm myself first (maaf sayang, aku benar-benar lupa kamu sedang hamil. Sekarang lebih baik aku menenangkan diri dulu)” ujar Nicholas melepaskan pegangannya. Dia lalu membalikkan tubuhnya hendak melangkah menuju kamar mandi, matanya sempat melihat king kobra yang berada di dalam sarangnya terbangun dan merasa resah.


Perasaan rasa bersalah menghinggapi hati Sabrina saat melihat Nicholas membelakanginya, tangannya memegangi tangan Nicholas yang hendak pergi menuju ke kamar mandi. Mata Biru Nicholas menatap ke arah Sabrina yang masih memegangi tangannya,

__ADS_1


“that... hmm... I mean... hmmm..(itu... hmm... maksudku... hmmm..)” Sabrina terlihat malu-malu dan ragu. Nicholas melangkah mendekati Sabrina, namun dia berdiri dengan sedikit memberi jarak. King kobra masih berusaha untuk melawan dan memberontak agar pintu kurungannya di buka secepatnya, Nicholas terus menahan gejolak saat melihat tampilan Sabrina yang menggoda keimanannya.


“What is it, sayang?(ada apa sayang?)” tanya Nicholas menatap ke arah mata Sabrina, dia tidak berani menatap ke arah lain karena bisa membuat king kobra semakin memberontak. Luna sejenak menatap ke arah Nicholas, dia lalu menundukkan pandangannya ke arah dada bidang Nicholas yang terlihat seksi dan hot jeletot.


“hmm... that's... I... hmmm... actually... hmmm... that... (hmm... itu... aku... hmmm... sebenarnya... hmmm... itu...)” Sabrina kebingungan menjelaskan pada Nicholas yang masih menunggunya. Mata Sabrina lalu melihat ke arah ponsel miliknya yang tergeletak di lantai, dia lalu memungut ponsel itu. Matanya tidak sengaja berserobok dengan kurungan king kobra yang sudah tampak membesar akibat terjangannya, wajah Sabrina memerah dan langsung mengalihkan pandangannya.


Sabrina berdiri dan jari jemarinya langsung membuka ponsel yang di peganginya, dia langsung mencari sesuatu di ponsel miliknya. Setelah menemukan apa yang di carinya, ponsel itu segera di serahkan pada Nicholas yang langsung membacanya. Sejenak dia menatap ke arah Sabrina yang melangkah menuju ranjang dan duduk di sampingnya, dia terlihat gugup dengan jantung berdegup kencang. Walau sudah berbulan-bulan menikah untuk kebutuhan biologis Sabrina masih tampak malu-malu, hal itu yang membuat Nicholas semakin jatuh cinta dan merasa sangat gemas pada istrinya.


Nicholas membaca apa yang di perlihatkan Sabrina padanya, mata biru itu kembali menatap ke arahnya dengan senyuman manis tersungging di bibirnya. Rambut panjang Sabrina masih terlampir di pundak kanannya, baju syar’i bagian atas yang sempat terbuka Sabrina balut untuk menutupi bagian bukit yang sudah terekspos.


Kedua tangan Sabrina memegangi baju Syar’i agar tidak turun ke bawah, Nicholas melangkahkan kakinya menuju ranjang. Di memilih naik dari ranjang yang berlawanan dari Sabrina, hingga membuat perempuan cantik itu mengira jika Nicholas akan beristirahat. Pria tampan itu naik ke atas ranjang, sebelah tangannya menaruh ponsel milik Sabrina di atas nakas samping ranjang.


Tangan Nicholas memeluk tubuh Sabrina dan memberikan setiap belaian yang membuat tubuh Sabrina memanas, Nicholas merebahkan perlahan tubuh Sabrina di atas ranjang. Kegiatan yang di lakukan Sabrina dan Nicholas berlanjut ke tahap selanjutnya, Nicholas melakukannya dengan penuh ke hati-hatian dan memberikan rasa nyaman pada Sabrina.


Apa yang baru saja di baca Nicholas pada ponsel Sabrina di praktikkan dengan baik dan benar oleh pria tampan itu. Dia juga memosisikan Sabrina untuk kenyamanannya, Nicholas membiarkan king kobra untuk memulai petualangannya.


"Brina sayang, if you feel any pain or discomfort. tell me hmm. (Brina sayang, jika kamu terasa sakit atau tidak nyaman. katakan padaku hmm..)" ujar Nicholas menatap lama ke arah mata Sabrina, perlahan kepala Sabrina mengangguk.


Nicholas lalu mempersilahkan king kobra untuk memasuki gua miliknya, king kobra yang sudah terbebas dari belenggunya ingin bergerak sesuka hatinya. Tapi Pergerakan king kobra di batasi agar tidak ganas seperti biasanya, gerakannya begitu teratur hingga akhirnya dia memilih memuntahkan bisa dan apa yang ada dalam perutnya ke atas perut datar Sabrina.

__ADS_1


Tangan Nicholas meraih tisu yang tersedia di atas nakas samping ranjang mereka, dengan penuh kelembutan Nicholas membersihkan muntahan ular sanca yang ada di atas perut Sabrina.


Akhir dari permainan itu Nicholas dan Sabrina saling berpelukan, nafas mereka yang sempat tidak beraturan perlahan berganti tenang.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2