
“so? (jadi?)” Nicholas sedikit menyentakkan kakinya membuat tangan Arman terlepas. Arman jatuh tepat di samping kaki putrinya, anak buah Nicholas yang memegangi Adelia berhenti sejenak menunggu perintah dari bos mereka.
“I have carried out the boss' orders, Miss Sabrina has received your gift (aku telah melaksanakan perintah bos, Nona Sabrina telah menerima hadiah Anda)” Jack melaporkan tugasnya sudah selesai, suasana yang sempat dingin perlahan terasa menghangat.
Nicholas menunjukkan wajah datarnya menanggapi laporan dari tangan kanannya, tapi tidak bagi Jack yang sudah lama mengikutinya. Dia tahu jika saat ini bosnya sangat senang, dia bisa melihat perubahan aura yang semula dingin juga mencengkam terasa menghangat sehangat musim panas.
Arman melihat sebuah kesempatan baik untuk menyelamatkan Adelia, dia masih bersimpuh di lantai memberanikan diri memanggil Nicholas.
“tu... tu... tuan Nicholas...” Arman menatap ke arah Nicholas berharap di beri kesempatan. Adelia ikut bersimpuh bersama dengan Arman memohon untuk di ampuni nyawanya, dia menundukkan wajahnya dalam hatinya ada kebencian teramat dalam pada Sabrina.
Cewek sialan, jika saja cewek pec*n itu setuju menjadi jaminan. Gue kagak bakalan seperti ini, tunggu saja pembalasan gue. Akan gue buat lu nangis darah gumam Adelia dalam hati penuh kebencian.
Nicholas hanya menatap sinis pada Arman, tangannya sudah merasa sangat gatal untuk mengirim Arman dan Adelia menuju ke alam sana. Namun, saat dia menatap Arman bayangan wajah cantik Sabrina menghentikan niatnya itu.
Nicholas mendekat ke arah Arman yang masih bersimpuh dengan ke dua tangannya berada di lantai, mata Arman menatap Nicholas dengan ketakutan. Nicholas meraih Pisau Belati Jagdkommando miliknya yang tersembunyi di balik pinggangnya, menempelkannya besi tajam dan dingin tepat di pipi Arman.
“You're lucky right now I'm happy, otherwise you'll be just a name. I give you one last chance, if within three days you don't pay off all your debts...( kamu beruntung saat ini aku sedang senang, jika tidak kamu hanya akan tinggal nama saja. aku memberikanmu kesempatan terakhir, jika dalam waktu tiga hari kamu tidak melunasi semua hutangmu...)” Nicholas menatap tajam dengan tersenyum smirk pada Arman. Secepat kilat pisau itu tertancap tepat di tangan kanan Arman. Tusukan tajam menembus hingga telapak tangan Arman, bahkan ujung mata pisau belati itu mengenai lantai kayu yang tentunya berharga mahal.
“Aaaaaaaaaaaaghhhh” Arman berteriak sangat keras dan memilukan, rasa sakit di tangannya menjalar ke seluruh tubuhnya.
Apa yang di lakukan Nicholas membuat semua yang berada di ruangan itu takut, kecuali Jack dan kepala pelayan yang sudah mengenal watak bosnya. Nicholas mencabut pisau belati itu dengan kuat.
“aaaaaaaaaaarrrrgghhh” teriakan Arman kembali terdengar. Tangan kirinya memegang telapak tangan kanan, darah mengalir deras membasahi kedua tangan Arman.
"aaaarrghh.... why... whyyyyyyy?? (aaaaaarghh kenapa... kenapaaaaaaa?)" Matanya menatap ke arah Nicholas, dia menahan rasa sakit di tangannya.
__ADS_1
“This is a warning to you, in case I see or hear you lay your hands on Sabrina. Say goodbye to your hands (Ini peringatan untukmu, jika sampai aku melihat atau mendengar kamu meletakkan tangan pada Sabrina. Ucapkan selamat tinggal pada tanganmu)” ujar Nicholas membuat Arman semakin meringis kesakitan . Mata tajam itu juga menatap ke arah Adelia, seakan tahu dengan pikiran buruknya.
Peringatan itu membuat nyali Adelia menciut, jantungnya berdebar kencang melihat darah yang masih mengalir dari tangan Arman. Dia pun berinisiatif mengambil scraf yang di kenakannya di leher untuk menutupi luka papanya.
“you delivered this honored guest ‘safely’ (kalian antar tamu terhormat ini dengan ‘selamat’ )” ujar Nicholas pada anak buahnya dengan memberi tekanan pada kata Selamat.
“o....o...okay boss” anak buah Nicholas gugup segera memaksa Arman dan Adelia untuk berdiri. Mereka sedikit mendorong kasar menyuruh Arman dan Adelia keluar dari Villa Nicholas.
Sapu tangan segera di berikan kepala pelayan ke tangan Nicholas, mata tajam itu menatap punggung Arman dan Adelia yang menghilang dari balik pintu.
Anak buah Nicholas sedikit menyeret Arman dan Adelia masuk ke dalam mobil, mereka menutup pintu dengan kasar lalu mengendarai mobil menuju hotel tempat Arman menginap.
Adelia menatap Arman yang terlihat pucat dan mulai terlihat lemah.
“Sir... Sir... Sir please take us to the hospital now. I beg you sir, my papa has lost a lot of blood. please sir...please ( tuan... tuan... tuan tolong antar kami ke rumah sakit sekarang. aku mohon tuan, papa ku sudah banyak kehilangan darah. tolong tuan... tolong)” pinta Adelia yang mengkhawatirkan keadaan Arman.
Salah satu anak buah Nicholas turun dari mobil membuka pintu dan sedikit menarik Adelia turun, hal yang sama juga berlaku pada Arman. Adelia memegangi Arman yang terlihat semakin melemah, dia menatap anak buah Nicholas yang kembali masuk ke dalam mobil.
“ sir.. sir... don't leave us here. papa i need treatment for his wound, i beg you sir (tuan.. tuan... jangan tinggalkan kami di sini. papa aku butuh perawatan untuk lukanya, aku mohon tuan)” pinta Adelia mengiba, dia sama sekali tidak melihat ke sekelilingnya dan fokus pada kaca mobil di bagian depan.
Pintu kaca mobil turun otomatis, Adelia berlinang air mata merasakan ada harapan untuk menyelamatkan papanya.
“sir... please sir...” Adelia dengan memapah Arman mendekati mobil anak buah Nicholas.
Mata mereka saling beradu, perlahan mata anak buah Nicholas melihat ke belakang Adelia seraya memberi kode padanya. Adelia dengan patuh melihat ke arah belakangnya, dia termenung saat melihat gedung di belakangnya. Ternyata saat itu mereka berada di depan sebuah klinik dokter, anak buah Nicholas kembali melajukan mobil menuju kediaman bos mereka.
__ADS_1
***
Nicholas duduk di kursi balik meja kerjanya, dia mulai membersihkan pisau belati miliknya. Dia sama sekali tidak membiarkan setitik darah milik Arma menempel di pisau belatinya.
“I want you to keep an eye on them, lest he do anything to harm Sabrina (Aku ingin kamu mengawasi mereka, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang merugikan Sabrina)” perintah Nicholas pada Jack yang berdiri di depannya dengan posisi siap siaga.
It's been confirmed, the boss is really in love with Miss Sabrina. he didn't even let that bastard hurt or injure miss...( sudah di pastikan, bos benar-benar jatuh cinta dengan nona Sabrina. dia bahkan tidak membiarkan bajingan itu menyakiti atau melukai nona....) gumam Jack dalam hati setelah mendengar perintah Nicholas.
“okay boss” Jack segera melaksanakan perintah Nicholas. Dia memilih segera pergi dari ruang kerja itu, sebelum Nicholas bertanya lebih lanjut tentang apa yang terjadi saat dia mengunjungi Sabrina.
“I can't imagine what will happen if the boss finds out that Miss Sabrina refuses the gift, even Miss asked me to bring it back (aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika bos tahu kalau nona Sabrina menolak pemberiannya, bahkan Nona malah meminta ku untuk membawa kembali)” Jack berbicara dengan dirinya sendiri setelah berada di luar ruang kerja.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...