
Sabrina baru kembali dari luar menatap heran ke arah Hee Na yang menangis dan panik, dia juga melihat Yohan yang pergi dengan beberapa petugas.
“헤이 나, 무슨 일이야? 왜 울어? ... 유수프...유수프는 어디 있지? (Hee Na, ada apa? Kenapa kamu menangis? (menatap ke arah stoller) Yusuf... di mana Yusuf ?)” tanya Sabrina.
“부인...부인....용서해 주세요... 젊은 마스터 유수프... 부인... 용서해 주세요...용서하세요... 젊은 마스터 유수프, 젊은 마스터 유수프가 사라졌습니다 (nyonya... nyonya.... maafkan saya... tuan muda Yusuf... nyonya... maafkan saya... maafkan saya... Tuan muda Yusuf, tuan muda Yusuf menghilang)” ujar Hee Na menangis membuat Sabrina terkejut.
“astagfirullah... Yusuf... Yusuf... Yu... Yusuf...” ujar Sabrina panik, matanya menatap ke segala arah mencari keberadaan baby nya. Hee Na menangis sedih merasa sangat bersalah karena teledor menjaga Yusuf, dia lalu mengikuti Sabrina untuk ikut mencari.
Raka masih menggendong baby Yusuf melangkah menghampiri Helena, Eliana dan Bima, mereka bertiga sedang menunggu kedatangan Adrian dan Wibisan. Helena terkejut saat melihat Raka yang sedang menggendong baby Yusuf, begitu juga dengan Eliana dan Bima.
“Kak Raka, kakak udah ganti profesi jadi baby sitter? Baby siapa yang kakak bawa nih?” tanya Eliana sambil memegang tangan baby Yusuf, dia terlihat menyukai bayi yang imut dan menggemaskan.
Belum juga Raka menjawab, Helena segera mendahuluinya dengan raut wajah takut dan panik.
“Raka, kamu nyulik anak siapa?” tanya Helena, matanya menatap ke arah Yusuf yang asyik memainkan tangan Eliana dan dasi milik Raka.
“ ato jangan – jangan ini ini anak kakak” tuduh Bima membuat Helena dan lainnya langsung menatap ke arah Bima.
“maksud kamu, Bima ?” tanya Helena penasaran.
“Bisa jadi ini anak kak Raka dengan cewek lain, aduh kak jangan bikin keluarga kita...” belum juga Bima menyelesaikan ucapannya sebuah geplakan tangan mendarat di bahunya.
“ini bukan bayi ku dan aku sama sekali tidak menculik bayi siapa pun, bayi ini tiba – tiba saja merangkak lalu berdiri di samping ku” jelas Raka. Jari telunjuk Eliana di tarik Yusuf ke arah bibirnya yang mungil,
“eh eh... kak sepertinya Bayi ini haus deh kak” ujar Eliana memperhatikan tingkah polah baby itu. Raka dan lainnya ikut memperhatikan ke arah baby itu yang menghisap jari-jari mungilnya,
“kak sebaiknya kita bawa bayi ini ke pusat informasi dan meminta pihak petugasnya untuk mengumumkan, siapa tahu juga orang tua bayi ini mencari ke sana” ujar Bima memberi ide.
__ADS_1
“benar kata Bima, Raka. Sebaiknya sekarang kita ke pusat informasi saja, kasihan ini babynya sangat kehausan” ujar Helena menatap baby Yusuf sambil tersenyum manis, dia jatuh hati saat menatap baby itu. Helena memberikan tas tangannya ke Eliana,
“Raka, mami mau coba gendong. Sini in” Helena mengulurkan kedua tangannya bermaksud untuk menggendong baby itu, dengan hati – hati dan penuh kelembutan dia menggendong sambil mengajak bercanda baby itu.
Baby Yusuf berpindah tangan ke Helena, matanya yang biru menatap lama Helena seolah ingin mengenali.
“aaaa... aaa... eaaa.. waaa..” baby Yusuf Merasa asing dan tidak nyaman berada dalam gendongan Helena, tangannya mungilnya menggapai ke arah lain berharap dia terbebas dari Helena.
“sayang... tenang ya... cup cup cup... nang ning nang ning nung, tak uyuy...” ujar Helen menghibur baby itu yang masih saja tidak ingin di gendong olehnya.
“udah mi, itu kasian babynya nggak mau ama mami. Sini biar Eliana coba gendong?!” ujar Eliana mengulurkan tangan membuat Helena cemberut, dia masih tampak ingin bercanda dengan baby Yusuf.
Mau tidak mau Helena memberikan baby itu pada Eliana, hal itu terpaksa di lakukan karena tangan mungil Baby itu menggapai dan menarik tangan Eliana.
“ayo sini sayang, sama tante Elia ya..." ujar Eliana menggendong dengan penuh kelembutan. Baru saja menggendong wajah Eliana langsung terlihat cemberut saat tangan kecil baby itu menggapai ke arah Raka,
“wow... sepertinya naluri keibuan dari mami dan Elia perlu di asah lagi,” ujar Bima yang langsung mendapat tatapan tajam dari kedua perempuan itu. Tangan baby itu masih menggapai – gapai ke arah Raka yang langsung menggendongnya kembali, Eliana memperhatikan apa yang di lakukan oleh baby itu.
“hmmm tentu aja babynya mau” ujar Eliana membuat Helena dan Bima menatap ke arah yang sama dengannya. Tangan mungil baby itu meraih kembali benda berkilauan yang menempel pada dasi dan memainkannya,
“sebaiknya aku segera ke pusat informasi sekarang, pasti orang tuanya sudah sangat cemas” ujar Raka melangkah pergi.
“baiklah, kami tunggu kamu di sini ya” ujar Helena yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Raka. Eliana masih belum ingin berpisah dengan baby itu segera mengejar Raka,
“kak Raka, aku ikut” ujar Eliana yang mengikuti langkah Raka meninggalkan Helena dan Bima. Mereka berdua lalu berjalan menuju pusat informasi, baru beberapa menit Raka dan Eliana pergi Adrian juga Wibisana baru saja datang bersama dengan kolega perusahaan Arbecio.
“yusuf... yusuf...” Sabrina memanggil – panggil nama Yusuf, matanya tampak berkaca – kaca terlihat ketakutan dan cemas. Setiap sisi ruangan yang luas itu Sabrina telusuri, dia bahkan memperhatikan setiap stoller dan bayi yang ada. Hee Na senantiasa mengikuti Sabrina di belakang, air matanya terus menetes ke pipi merasa sangat khawatir dengan Yusuf.
__ADS_1
Beberapa menit Sabrina dan Hee Na mencari tapi sama sekali tidak menemukan keberadaan Yusuf, Sabrina melihat ke sana ke mari dan sejenak berhenti di antara orang – orang yang berlalu lalang. Tangannya terlihat bergetar dengan mata yang terus melihat ke segala arah, Hee Na menghampiri Sabrina lalu memegangi tangannya. Rasa bersalah semakin di rasakan Hee Na saat melihat Sabrina,
“저를 용서해 주십시오, 부인... 제 부주의를 용서해 주십시오... (maafkan saya, nyonya ... maafkan karena kecerobohan saya... hikss... hikss...)” ujar Hee Na masih menangis.
Sabrina hendak berbicara untuk menenangkan Hee Na, tapi tidak jadi karena Yohan bersama seorang petugas datang menghampiri.
“madam… madam… we just got information (nyonya... Nyonya... kami baru saja mendapat informasi)” ujar Yohan.
“we just got information that if a visitor found a baby and now it is in front of the information center, we better go there (kami baru saja mendapat informasi jika seorang pengunjung menemukan bayi dan sekarang berada di depan pusat informasi, sebaiknya kita ke sana)” ujar petugas itu.
Mendengar hal itu Sabrina bergegas berlari menuju pusat informasi di temani Yohan, Hee Na dan Petugas bandara, pakaian syar’i dan Hijab yang di kenakan bergerak seiring dengan langkahnya.
Tangan kanan Raka menggendong baby itu dengan gentle dan tangan kirinya tengah sibuk dengan ponsel yang bergetar karena beberapa pesan baru saja masuk, penampilannya itu membuat beberapa gadis muda yang berlalu lalang melirik ke arahnya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...