Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 225


__ADS_3

Arman merasa bersalah dan malu dengan sikapnya di masa lalu, begitu juga Indra yang spontan saja bersimpuh di hadapan Nicholas. Dia mengucapkan permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi, semula pria tampan itu menanggapi dingin dan terus memperhatikan sikap mereka. Namun saat Nicholas menatap ke arah Sabrina juga Baby Yusuf, ada perasaan damai dan tenang di hatinya saat melihat dua orang terpenting di hatinya.


Nicholas berusaha bersikap ikhlas dengan melupakan masa lalu dan memaafkan Arman juga Indra, semua hal itu di lakukannya untuk senyuman manis dan kebahagiaan Sabrina. Setelah puas bertemu dan berbicara panjang lebar dengan keluarga Arman, Nicholas dan lainnya lalu menuju kamar Ningsih yang langsung di sambut oleh Adiwijaya dan Andhini.


Sabrina sempat menanyakan keluarga lain yang tidak terlihat, Andhini lalu menjelaskan jika Wiyasa harus kembali ke Surakarta untuk mengawasi pabrik batik yang sudah di tinggal lama. Selain itu Wiyasa tidak bisa berlama – lama cuti dari pekerjaannya sebagai dokter umum.


Andhini juga memberitahu jika Araf sudah harus kembali bertugas di kemiliteran, sedangkan Cakra kembali melaksanakan tugasnya sebagai PNS. Wulan di rumah untuk mengurus rumah di temani Asmirah dan Anjani, kini hanya Adiwijaya juga Andhini menemani Ningsih yang dalam masa pemulihan.


Adiwijaya di temani Nicholas asyik berbicara saling bertukar pikiran, Andhini di temani Sabrina menemani bermain dengan Baby Yusuf. Celoteh serta gelak tawa baby Yusuf membuat Ningsih terhibur, tangannya yang terpasang infus membelai kepala Baby yang asyik memainkan mainan plastik kesukaannya.


Seorang perawat datang menemui Adiwijaya menyampaikan pesan jika dokter ingin bertemu dan berbicara perihal kesehatan Ningsih, Adiwijaya berdiri dari tempat duduknya lalu berbicara dengan Ningsih sejenak. Setelah itu dia di temani Nicholas, Sabrina dan Baby Yusuf pergi menemui dokter yang berada di lantai bawah.


Ponsel Nicholas berdering saat mereka berempat berada di ruangan Dokter, sejenak Nicholas mohon diri untuk mengangkat telepon yang pada layar ponselnya tertulis Daddy. Setelah keluar ruangan Nicholas menerima telepon dari John yang memberi tahu jika dia sudah berada di mansion dan tidak menemukan siapa pun di sana, Hanya Jack dan Yohan yang menyambutnya.


Nicholas memberi tahu John jika mereka berada di rumah sakit Arbecio Medical, semula John mengira baby Yusuf atau menantunya yang sakit dan harus di rawat. Rentetan pertanyaan terlontar dari mulut John yang khawatir, Nicholas lalu menjelaskan perihal kondisi Eyang dan Papa Sabrina yang masih dalam perawatan. Nicholas belum sempat menghubungi daddynya karena begitu banyak hal yang terjadi, John yang sudah teringin bertemu dengan menantu juga cucunya berinisiatif untuk ke rumah Sakit.


Sebelum ke rumah sakit John menyempatkan diri untuk membeli beberapa buah tangan dan bucket bunga, dia memilih beberapa bunga mawar kesukaan Sabrina dan meminta penjual bunga untuk menghiasinya. Setelah itu iringan mobil mewah John berangkat menuju rumah sakit Arbecio Medical, tidak lupa John membeli beberapa untuk baby Yusuf.


Rumah sakit Arbecio Medical....

__ADS_1


Iringan mobil John memasuki pelataran rumah sakit dan membuat para pengujung, perawat , dokter juga satpam yang ada di lobi terpana, semua mata tertuju pada iringan mobil mewah itu dan mengira jika ada orang penting berkunjung.


Pintu dari masing – masing mobil itu terbuka serempak dan dari dalam mobil itu turun beberapa pria asing berperawakan tinggi, tegap dan bertampang dingin, salah seorang pria asing itu membuka pintu mobil mewah berharga fantastis. John turun dari mobil di iringi dengan para anak buahnya yang membawakan buah tangan serta mainan, semua orang terlihat shock dan membeku di tempat mereka berdiri.


John bertubuh besar dan memiliki tinggi yang berbeda dengan orang – orang Indonesia, wajahnya terlihat serius dan berwibawa membuat orang menjadi segan juga takut. Mereka semua seakan berimajinasi melihat sosok beruang grizzly yang berukuran besar, di kawal dan ditemani oleh Jack mereka menuju pusat informasi untuk bertanya perihal di mana ruang perawatan Arman dan Ningsih.


Petugas itu terlihat gugup saat merasakan radiasi yang mencemari seluruh atmosfer udara di lobi rumah sakit, dia lalu memberanikan diri bertanya perihal maksud kedatangan John juga anak buahnya. Jack memberitahu dan bertanya di lantai mana Arman juga Ningsih berada, petugas itu memberi tahu lantai di mana kedua pasien itu di rawat. Setelah mendapat informasi John dan lainnya melangkah menuju lift yang di tunjuk oleh petugas itu, para body guard senantiasa terus mengawalnya.


Di lantai ruang perawatan Arman dan Ningsih tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada Lobi, beberapa perawat, pengunjung dan dokter terlihat kebingungan serta terkejut saat beberapa pria asing keluar dari Lift. Para pria asing itu segera menetralisir lantai itu dan berjaga, perawakan serius juga dingin membuat lantai itu terasa begitu mencengkam bagi siapa yang melewati.


Penjagaan yang ketat tentu saja tidak bisa di tembus oleh musuh – musuh yang berniat jahat, kehadiran para body guard itu membuat Park Joon dan Shu Kye yang akan masuk ke ruangan Arman terkejut serta gugup. Mereka berdua semakin gugup dan ketakutan saat John menyapa, Sikap John yang kaku, dingin, serius dan berwibawa membuat pasangan itu semakin gugup dan berkeringat dingin. Mereka mengira kedatangan John untuk menagih hutang – hutang Arman, Rian sudah memberitahu pada keluarga Kusumo perihal apa yang terjadi pada perusahaan Arman sehingga membuatnya harus berhutang pada mafia.


“good afternoon Mr. Park Joon and Mrs. Shu kye, introduce me Jack is Boss Nicholas' right hand man and this one is Mr. Big John , the daddy of boss Nicholas is also the father-in-law of Mrs. Boss, Mrs. Sabrina (selamat siang tuan Park Joon dan nyonya Shu kye, perkenalkan saya Jack tangan kanannya Bos Nicholas dan yang ini adalah Tuan Besar John , daddy dari bos Nicholas juga ayah mertua nyonya bos, nyonya Sabrina) “ ujar Jack memperkenalkan dirinya pada Park Joon dan Shu Kye yang membalas menatap mereka dengan kebingungan, sebelum ke rumah Sakit Nicholas memberi tahu Jack perihal keluarga Kusumo dan Arman.


Jack yang cekatan dengan mudah dapat mencari informasi tentang kedua orang tua Arman,


“John... John Abraham, Daddy Nicholas and Sabrina (John... John Abraham, Daddy Nicholas dan Sabrina) “ ujar John mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Park Joon dan Shu kye, mata pasangan itu terfokus pada tangan kekar yang ada di hadapan mereka. Sejenak mereka saling berpandangan lalu kembali menatap ke arah John yang balas menatap mereka heran, karena begitu gugup mereka sama sekali tidak mendengar ucapan Jack dan John.


Mereka mengira jika John adalah Mafia yang datang untuk menyakiti Arman, spontan saja pasangan itu bersimpuh di depan John membuat semua yang melihat kebingungan.

__ADS_1


“please... Please.... Please sir. Give us time to collect the money and pay off all of our son's debts, soon we will pay off all of Arman's debts (tolong... Tolong.... Tolong tuan besar. Beri kami waktu untuk mengumpulkan uang dan membayar semua hutang putra kami, secepatnya kami akan melunasi semua hutang Arman) “ ujar Park Joon ketakutan.


“Debt?! (Hutang?!) “ John bergumam pada diri sendiri dan lalu menatap ke arah Jack yang juga terlihat kebingungan.


“Master... Master, please calm down. As soon as I will pay it, after all this... (Tuan... Tuan besar tenang saja. Secepatnya saya akan membayarnya, setelah semua ini...) “ ucapan Park Joon terhenti saat Jack memotong pembicaraan mereka.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2