
Setelah berhasil mengundang raka, Roy tersenyum smirk melihat ke depannya di mana Adelia yang sudah tidak memakai busana tengah beraktivitas naik turun dalam pangkuan pria itu.
Sesuai dengan perintah Roy Adelia lebih dulu datang ke hotel di mana Roy mengundang Raka untuk makan malam di sana. Tidak lupa pria itu memesan beberapa kamar yang akan memuluskan rencana mereka, Dia sengaja berpindah ke hotel lain yang tentunya bukan di bawah naungan perusahaan Arbecio agar rencana yang di susun berhasil dengan sempurna.
Sebelum Adelia datang menemuinya ada sesuatu yang mengganjal di benak Roy saat terbayang wajah gadis itu, dia seakan pernah melihat wajah cantik Adelia. Ada perasaan yang berbeda di rasakan oleh Roy yang tidak bisa menolak kemauan gadis itu, Dia lalu menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki latar belakang Adelia.
Anak buah Roy segera bergerak setelah mendapat perintah darinya, tidak berapa lama anak buahnya pergi Adelia datang dengan kartu kunci di tangannya. Kunci yang sebelumnya di berikan oleh Roy saat pertemuan mereka di Arbecio International hotel, dia melangkah menuju kamar dengan kunci yang di pegangnya.
Di dalam kamar itu Roy sedang berada dalam kamar mandi sedang membersihkan diri, Adelia yang baru saja membuka pintu dapat mendengar percikan air. Dia lalu melangkah mendekati jendela memandangi pemandangan di balik Jendela itu.
Ceklek....
Terdengar pintu kamar mandi yang menutup, mata pria itu menatap nanar tubuh gadis yang tengah menikmati pemandangan di balik kaca jendela tebal itu. Dress yang di kenakan Adelia memperlihatkan pundaknya yang putih, dengan belahan di bagian dada yang begitu menantang. Dari pantulan kaca yang kurang begitu jelas Roy bisa melihat betapa seksi dress yang di kenakan Adelia.
Roy lalu mendekati Adelia dengan tangan yang langsung melingkar di pinggang ramping itu, tangannya segera menjelajah perbukitan yang sedikit menyembul keluar dari dress itu.
Tidak berlama-lama Roy melancarkan aksinya melakukan kegiatan olah raga yang sangat mengasyikkan, tidak hanya sekali dan dalam satu posisi saja. Mereka bercocok tanam dengan penuh semangat hingga pada akhirnya olah raga itu harus berakhir satu jam sebelum pertemuan dengan Raka.
Nafas Adelia tampak terengah-engah dengan kepalanya di dada bidang Roy yang terlihat mengilat karena keringat aktivitas mereka, pria itu menatap Adelia yang berusaha mengatur nafasnya. Sebelah tangannya yang lain meraih ponsel dan memperhatikan jam di layarnya, ko
“Lebih baik sekarang kamu bersiap-siap, sebelum target datang. Aku sudah mengatur rencana....” Roy menjelaskan rencananya, setelah sebelumnya dia memikirkan cukup lama dan memutuskan untuk membantu Adelia.
Setelah mendengar rincian rencana Roy Adelia segera bangkit dari rebahannya, dia duduk dengan membalut kain selimut menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan apa-apa. Namun sesaat dia terdiam lalu memalingkan wajahnya ke arah Roy,
“baiklah aku akan mandi sekarang” ujarnya sambil menyingkap kain memperlihatkan tubuhnya yang ramping dan tidak tertutup satu helai benang pun. Adelia dengan percaya diri melangkah menuju kamar mandi dengan jalan berlenggak-lenggok seperti model papan atas.
Aku tidak menyangka jika permainan pria ini sangat hebat, membuatku ingin memintanya lagi gumam Adelia dalam hati menatap dari sudut matanya reaksi dari Roy.
__ADS_1
Pemandangan menantang itu membuat Roy kembali bereaksi, bagian miliknya terbangun dengan semangat yang menggebu-gebu. Dia segera bangkit dari tempat tidur mengikuti Adelia yang sudah dulu masuk ke kamar mandi.
Roy membuka kamar mandi yang ternyata sama sekali tidak terkunci, dia melihat Adelia yang tengah menikmati air shower yang membasahi tubuhnya. Pria itu segera masuk ke dalam kamar mandi dan kembali mengajak Adelia untuk berolah raga kembali. Kamar mandi itu kini bergema suara nyanyian khas dari Adelia dan Roy yang tengah memadu kasih dengan semangat, mereka berdua berlomba-lomba mencapai kenikm*t*n hakiki di mana milik Roy mengeluarkan sesuatu di dalam milik Adelia.
Di saat sekarang....
Asisten Roy melihat kedatangan Raka, Bima dan Thio yang melangkah masuk menuju ke dalam hotel. Segera dia melaporkan pada Roy yang tengah mengenakan pakaiannya, dia sudah menyuruh untuk Adelia turun lebih dulu agar Raka tidak curiga.
Pria itu menatap layar datar dan membaca pesan dari asistennya,
Bos, tuan Raka sudah datang, tapi... tuan Raka datang tidak sendirian. Ada tuan Bima dan tuan Thio datang bersamanya.
Roy menatap layar ponsel itu cukup lama, jari jemarinya langsung mengetik pesan dan mengirimnya langsung pada asisten yang menunggu perintah,
Tetap dengan rencana... jalankan rencana B
Pesan itu segera di kirim Roy pada asistennya lalu melempar ponselnya di atas ranjang yang terlihat berantakan, sebelah tangannya yang lain meraih dasi yang terlampir di meja dan mengenakannya.
“hahahahahahaha.... sungguh dunia begitu sempit. Aku tidak menyangka jika perempuan yang baru saja bangun dari tempat tidur ku, putri dari Indah... hahahahaha.... ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” Roy tertawa terbahak-bahak sambil membaca email itu, asistennya yang baru masuk terdiam saat melihat bosnya yang tampak senang.
“bos?” sapanya pada Roy yang lalu menatap ke arahnya.
“bagaimana?” ujar Roy menunggu laporan darinya.
“semua beres bos (menatap heran pada Roy) maaf sebelumnya bos, sepertinya anda sangat senang” Ujar asisten Roy meraih jas milik Roy dan membantu mengenakannya.
“pantas saja wajah perempuan itu terasa tidak begitu asing.... tapi dalam permainan, perempuan tua itu sudah sangat membosankan berbeda dengan yang muda ini..” ujar Roy masih menatap ponselnya, kening asisten Roy tampak berkerut tidak mengerti dengan arah pembicaraan bosnya.
__ADS_1
Jas terpasang sempurna di tubuh Roy, dia sejenak melihat ke arah asistennya sambil tersenyum smirk Misterius. Melangkah keluar kamar mendahului asistennya yang memperlihatkan wajah penasaran tingkat dewa.
Raka, Thio dan Bima tampak di antar oleh waiter menuju ruang makan malam yang sudah di pesan oleh Roy. Para waiter lalu menuangkan air putih dalam gelas yang sudah tersedia,
“jangan sampai lengah” ujar Thio memperingatkan Raka dan Bima untuk terus waspada. Raka meraih gelas yang berisi air putih lalu meminumnya, begitu juga dengan Thio dan Bima.
Pintu ruangan kembali terbuka saat seorang waiter datang dengan seorang perempuan yang tidak lain adalah Adelia, Raka cs tampak terkejut saat melihat Adelia dan saling berpandangan satu sama lain.
“nona Adelia?!” Raka terkejut saat melihat Adelia.
“ Mas Raka?!” ujar Adelia yang tidak kalah terkejutnya. Dia sama sekali tidak menyangka jika Raka akan datang bersama Bima dan Thio,
Bagaimana ini? Bisa-bisa rencana ini gagal karena kehadiran dua cowok yang nggak penting ini gumam Adelia menatap ke arah Bima dan Thio, merasa sedikit khawatir jika rencana Roy akan gagal.
Pintu kembali terbuka Roy dan asistennya masuk ke dalam ruangan itu tentunya di antar oleh seorang waiter.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...