Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 60


__ADS_3

“ Berhenti” Hardik keras Adiwijaya membuat Arman menghentikan langkahnya. Matanya memandang rendah Ke arah Adiwijaya dan keluarganya, Adelia ikut turun dari mobil sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Pak Slamet pun undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya, dia memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan Tuannya.


“Pa, kita nggak lama kan? Di sini begitu panas, liat kulit aku udah alergi karena udara jelek di sini” ujar Adelia dengan angkuh.


“Tenang sayang, kita datang kemari hanya mengambil bayaran karena sudah mengembalikan si pembawa si*l itu pada mereka” ujar Arman merendahkan Keluarga Adiwijaya.


“Jaga mulut kamu, jika kami tahu mbak Rianti menikah dengan pria breng**k maka kami tidak akan pernah menyetujuinya” Andhini sangat marah mulai membalas.


“huh.... masih untung aku tidak membunuh si pembawa si*l itu saat dia merenggut nyawa Rianti. Dia sudah membunuh perempuan yang paling aku cintai” ujar Arman penuh kebencian.


“cinta.... itu bukanlah cinta. Tapi obsesi kamu pada Rianti menyalahkan kematiannya pada Sabrina putri kandungmu sendiri” Adiwijaya merasa sangat geram.


“Putriku....cuih..... Di saat dia membunuh istriku dia saat itu pula dia tidak ada artinya bagi ku” ujar Arman penuh kebencian. Adelia sudah merasa sangat bosan di dalam mobil, kembali turun memanggil Arman.


“Pa ayolah kenapa begitu lama? Si pembawa si*l itu harus ikut kita sekarang juga untuk menjadi jaminan kita pada mafia itu” ujar Adelia tidak sabaran.


“APA?!!”


Mata Adiwijaya terbuka lebar saat mendengar pernyataan Adelia, begitu juga Andhini dan Ningsih mereka terkejut dengan maksud kedatangan Arman untuk mengambil Sabrina menjadi jaminannya.


“BAJI**N kamu Arman, beraninya kau menjadikan cucuku menjadi jaminan pada Mafia” Adiwijaya semakin marah.


“masih untung aku memberikan si pembawa si*l itu pada mu di saat usiamu sudah renta... sudahlah... lebih baik kau sekarang suruh si pembawa si*l itu kemari, sudah saatnya dia membayar jasa kami. Dia menumpang hidup bersama kami beberapa tahun yang lalu, tentunya itu tidaklah gratis. Sekarang saatnya si pembawa si*l itu membayar dengan menjadi jaminan pada tuan Nicholas” ujar Arman.


Adiwijaya semakin geram mendengar penuturan Arman, ingin rasanya dia memukulinya sekarang.


Buuugh.....


Terdengar pukulan cukup kuat, membuat Arman terjatuh di samping mobil mahalnya.


“aaargggh” teriak Arman memegangi pipi kirinya yang memerah. Pundak Wiyasa tampak turun naik dengan cepat, nafasnya tersengal-sengal merasa sangat marah dengan apa yang di dengarnya sejak tadi.


Wiyasa baru saja kembali dari rumah sakit termenung melihat beberapa mobil mewah terparkir di halaman rumah. Dia melihat Arman dan Adelia yang berbicara dengan angkuh dan sombong, menghina juga merendahkan Sabrina. Dia sangat marah dan geram langsung melayangkan pukulan telak pada Arman.


“papa (Adelia menghampiri Arman segera membantunya berdiri) Breng**k, Anj*ng mana yang berani mukul bokap gue?” bentak Adelia melihat ke arah Wiyasa.

__ADS_1


“Lebih baik kalian semua pergi dari sini atau aku bisa bertindak lebih dari ini” ujar Wiyasa marah.


Arman menatap geram Wiyasa, dia menatap pada anak buahnya memberi kode untuk menangkap Wiyasa dan menghajarnya. Tentu saja Wiyasa tidak tinggal diam lalu memberi pelajaran berarti pada Arman dan anak buahnya. Namun, karena kalah jumlah dan faktor umur Wiyasa sedikit kewalahan dan mendapat pukulan di bagian perut juga wajahnya.


“maaas....” Andhini khawatir dengan kondisi suaminya bermaksud untuk menghampiri, tapi tangannya di pegang oleh Ningsih yang terlihat ketakutan dan shock.


Beberapa orang tetangga dan warga sekitar melihat keributan di halaman Adiwijaya, mereka segera datang bermaksud membantu Wiyasa.


“Woi.... pada kenapa ini?” salah satu warga menanyai anak buah Arman yang akan memukul Wiyasa.


“Pak Adiwijaya ada apa ini? Apa mereka mengganggu bapak?”


“Tenang saja pak Adiwijaya, ada kami yang akan menghadapi mereka”


Para warga mulai tampak berkumpul bersiap-siap dengan kemungkinan yang ada. Melihat banyaknya warga yang datang membantu membuat nyali Arman dan anak buahnya menciut.


Dari pada mati konyol di keroyok warga di sini, lebih baik aku pergi sekarang gumam Arman segera memerintahkan anak buahnya untuk mundur.


“Kita kembali.... Ingat ini semua belum selesai. Tunggu saja pembalasan dari ku” Arman kesal masuk ke dalam mobil begitu juga Adelia.


Anak buah Arman mengikutinya masuk ke dalam mobil masing-masing. Mata mereka menatap tajam ke arah warga yang datang berkerumun, tatapan itu mengintimidasi untuk menakuti para warna. Setelahnya, mereka naik dan melajukan mobil mereka keluar dari kediaman Adiwijaya.


“maaas.... mas ndak apa-apa kan?” Andhini terlihat sangat khawatir. Senyuman tersungging di wajah Arman yang mulai tampak lebam.


“mas ndak apa-apa dek (menenangkan Andhini dengan memeluknya, mata Wiyasa menatap ke arah Adiwijaya yang terduduk lelah) paaaak....” Wiyasa perlahan-lahan melepaskan pelukannya mendekati Adiwijaya yang tampak sedih, marah, kesal dan khawatir.


“pak.... bapak ndak apa-apa?” tanya Wiyasa khawatir, membantu Adiwijaya untuk duduk di kursinya. Lalu dia duduk di sebelah memegang pergelangan tangan Adiwijaya, Wiyasa dengan teliti memeriksa keadaan Adiwijaya.


“Huuhh astagfirullah.... sudah Wiyasa bapak ndak apa-apa” ujar Adiwijaya. Wiyasa ikut menarik nafas dan duduk di kursi yang di sediakan begitu juga Andhini dan Ningsih.


Mbok Darmi datang dengan membawa beberapa gelas air putih dan menghidangkannya untuk Adiwijaya juga lainnya.


“Arman suah sangat keterlaluan, bisa-bisanya dia ingin memberikan Sabrina pada mafia, dia benar-benar binatang” Wiyasa marah besar, dia sempat mendengar Arman yang ingin menjadikan Sabrina sebagai jaminan.


“mas... apa Sabrina akan baik-baik saja? Aku khawatir jika Arman...” Andhini tampak sangat takut.

__ADS_1


“ Dari yang mas lihat, sepertinya Arman belum mengetahui keberadaan Sabrina, tapi tidak menutup kemungkinan dia juga sudah menyebar anak bahnya untuk mencari keberadaan Sabrina” Wiyasa cemas.


Adiwijaya tampak berpikir panjang, dalam hatinya dia tidak rela jika cucunya akan di jadikan jaminan.


“pak, menurut Andhini apa tidak sebaiknya kita minta saja pada keluarga Wiguna untuk mempercepat pernikahan Sabrina?” Andhini memberi ide. Dia tidak ingin Sabrina nantinya berhasil di dapatkan oleh Arman yang memiliki niat buruk padanya.


“ benar pak, jika Sabrina sudah menikah tentunya Raka dan keluarga Wiguna akan melindunginya” Ningsih merasa ide Andhini sangat bagus.


“tapi apa mereka akan setuju dengan permintaan kita, kalian semua tahu jika Sabrina dan Raka belum terlalu mengenal. Bagaimana nanti jika....” Adiwijaya tampak khawatir, dia tidak ingin masalah keluarganya menjadi beban bagi keluarga Wiguna.


“Pak... mereka saja bisa menerima masa lalu Sabrina. Jika kita menjelaskan maksud kita pada mereka, aku yakin mereka pasti mengerti” Wiyasa juga mendukung ide istrinya. Adiwijaya tampak berpikir lama, dia tidak ingin pernikahan Sabrina di adakan secara mendadak dan terburu-buru.


Melihat sikap dan sifat Arman yang bisa berbuat nekat membuat Adiwijaya mengkhawatirkan cucunya. Mau tidak mau Adiwijaya pun menyetujui ide Andhini.


“Baiklah.... Wiyasa segera hubungi Cakra. Katakan pada mereka kita akan membicarakan pernikahan Raka dan Sabrina” ujar Adiwijaya setelah berpikir cukup lama.


Flashback off....


Arman tampak menghela nafas, dalam hatinya terus berdoa untuk keselamatan cucunya.


“Pak... ada apa? Sedari tadi ibu perhatikan bapak melamun saja” Ningsih memegang lembut tangan suaminya. Andhini menatap kedua orang tuanya sambil tersenyum manis, dia merasa sangat senang melihat kemesraan kedua orang tuanya meskipun umur mereka sudah tidak muda lagi.


**************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika kedua karya Author "terjebak cinta CEO dingin" dan "Cinta Sabrina" mengalami keterlambatan updatenya. di karenakan banyaknya tugas bocil dan persiapan karya terbaru Author yang akan segera rilis dalam waktu dekat ini.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2