Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 230


__ADS_3

Salah seorang petugas mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang tersedia, tidak lupa petugas itu membawa beberapa katalog treatment spa. Sabrina melihat dan mendengar setiap penjelasan dari salah seorang petugas, Nicholas menatap ke sekeliling lobi dan menatap tajam ke arah beberapa kaum adam yang melirik juga terpesona pada istrinya. Tidak hanya tamu yang akan menggunakan jasa spa, para petugas pria juga terlihat tersenyum senang saat melihat klien baru yang datang.


Para pria tamu tampak mencuri – curi pandang ke arah Sabrina yang terlihat fokus pada katalog informasi, tidak hanya pesona Sabrina yang membuat para netijen berkomentar dan memiliki harapan di hati masing – masing mereka. Para kaum hawa yang juga ada di sana menatap dengan tatapan dan wajah mupeng ke arah Nicholas, mereka terpesona dan bertingkah untuk mencuri perhatian pria tampan itu.


“sumpah dah cantik bener... Cocok buat gua tuh”


“Sedep bener pemandangan, betah gua di sini”


“woi.... Hati – hati lu pada, kagak liat tuh pawangnya....” ujar salah seorang dari mereka tidak sengaja melihat ke arah Nicholas yang menatap tajam dan menebar aura kegelapan, berbeda dengan para kaum hawa yang melihat sikap Nicholas membuat mereka semakin terpesona.


“woowww hot dan seksi... Rrrraaawrrr”


“dasar kucing betina.... Tapi emang bener cowok itu hot dan sangat seksi bisa jadi daddy barunya gue”


“nggak usah ngarep deh, nggak liat tu ceweknya.... Kayaknya mereka pasangan... Owwh”


“gue Jadi yang kedua juga nggak pa – pa.... Ikhlas akunya.... Oooo perfect banget.... Tubuhnya kelihatan ooow “


“Badannya.... Terlihat begitu sempurna, gue udah bisa ngebayangin sehangat apa di peluk ama tu cowok”


Berbagai komentar dari positif hingga negatif berdengung membuat aura negatif teras kental di sekitar Nicholas, walaupun pria tampan itu tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh mereka melihat dari gestur dan gelagat mereka sudah membuat Nicholas kesal maksimum.


Sabrina tersenyum menanggapi setiap komentar yang terdengar olehnya, tidak di pungkiri olehnya juga terpesona dengan ketampanan dan sikap lembut serta hangat dari pria yang kini sudah menjadi suami juga ayah dari Baby Yusuf.


“Sayang... Have you made your choice?! (sayang.... Kamu sudah menentukan pilihan?!)” tanya Nicholas merapatkan duduk dengan tangan melingkar sempurna di pinggang Sabrina.

__ADS_1


Sikap lembut Nicholas mendapat berbagai respon dari beberapa netijen yang semakin brutal, mereka terlihat berusaha mencuri perhatian sang pria tampan yang lebih memperhatikan istri di sampingnya. Kehebohan dari para netijen dapat terdengar jelas oleh Sabrina, dia tahu jika Nicholas merasa tidak nyaman dengan kehebohan para netijen.


“I choose this treatment only (aku memilih treatment ini saja) “ ujar Sabrina menunjuk salah satu treatment yang di promosikan oleh pekerja spa, setelah itu para pekerja perempuan datang dengan membawa pakaian khusus yang akan di pakai Sabrina. Pekerja perempuan itu mempersilahkan Sabrina untuk mengikutinya menuju ruang ganti dan ruang spa, baru Sabrina akan berdiri dari tempat duduknya tangan kekar Nicholas memegangi pinggang sambil melihat ke arah para pekerja pria.


“what are they going to do? (apa mereka yang akan melakukannya?)” tanya Nicholas dengan sikap siaga, raut wajahnya terlihat kesal dengan mood yang tentu saja sudah tidak terlihat baik.


“of course not sir, for female clients of course our female officers do it. Male workers are allocated to male clients who are on the third floor of this building (tentu saja tidak tuan, untuk klien perempuan tentu saja petugas perempuan kami yang mengerjakannya. Para pekerja pria di peruntukkan untuk para klien pria yang berada di lantai tiga gedung ini)” jelas pekerja itu.


“stay cool Sayang, I already asked about this. I've also asked for treatment for you too (tenang saja sayang, aku sudah bertanya tentang hal ini. Aku juga sudah meminta treatment untukmu juga)” ujar Sabrina memegangi tangan Nicholas.


“for me?! That's not necessary sayang, today I spoil you. So I don't need... (untukku?! Hal itu tidak perlu sayang, hari ini aku yang memanjakanmu. Jadi, aku tidak membutuhkan...) “ Nicholas berusaha menolak untuk melakukan treatment spa.


“You don't want to accompany me?! (Kamu tidak mau menemani ku?!)” tanya Sabrina dengan raut wajah merajuk, hal itu membuat Nicholas tidak bisa menolak keinginan istri tercintanya.


Petugas spa lalu mengantar pasangan itu menuju ruangan VVIP yang sudah di siapkan, Nicholas duduk di sofa pijat menunggu istrinya yang sedang melakukan perawatan. Tangannya sibuk dengan ponsel yang terus bergetar tanpa henti, beberapa pesan tampak masuk ke dalam ponsel itu.


Mata biru itu fokus menatap layar ponsel yang menampilkan beberapa pesan di sana, pesan dari John yang mengatakan jika baby Yusuf dalam keadaan aman terkendali. Pesan dari Jack yang membahas tentang pekerjaan, ada juga pesan dari sekretaris perusahaannya yang mengabarkan tentang jadwal meeting perusahaan dengan beberapa investor penting.


Setelah melakukan treatment dan segala yang berkaitan dengan spa Sabrina tampak lebih segar dan bercahaya, wajahnya semakin memancarkan aura kecantikan yang membuat Nicholas semakin mencintainya. Saat Sabrina melakukan treatment Nicholas diam – diam meminta body guard membawakan kotak hadiah berukuran besar yang sudah di persiapkannya, kotak itu lalu di serahkannya pada pekerja spa.


Kotak itu di letakkan pekerja spa di ruang ganti, Sabrina yang akan mengganti baju termenung saat melihat kotak besar yang tergeletak tepat di samping bajunya. Matanya sejenak melihat ke arah Nicholas yang masih fokus dengan ponsel miliknya, hanya ada mereka berdua yang ada di ruangan itu.


Sabrina mengangkat kotak besar itu dan memilih menghampiri Nicholas,


“Sayang, What is this?! (sayang, ini apa?!) “ tanya Sabrina memperlihatkan kotak besar di tangannya.

__ADS_1


“Just open it (Buka saja)” ujar Nicholas membuat Sabrina semakin penasaran, dia langsung membuka dan tercenung saat melihat isi dalam kotak itu.


Senyuman manis tersungging di wajah cantiknya saat melihat isi kotak itu, tangan kanannya meraih isi dan mengeluarkannya. Sebuah pakaian syar’i berwarna abu – abu yang di hiasi dengan motif bunga mawar berwarna abu – abu terang hingga gelap, serta beberapa gliter yang menghiasi setiap bagian pakaian itu. Begitu juga dengan Hijab yang berwarna senada dengan hiasan mawar berwarna abu- abu terang dan rantai emas putih yang menjadi hiasannya, di tengah hiasan mawar itu terpasang sebuah berlian yang berukuran sedang.


“on this day I want you to look special wearing this dress (di hari ini aku ingin kamu terlihat spesial dengan mengenakan gaun ini)” ujar Nicholas bangkit dari tempatnya duduk dan melangkah menghampiri istrinya, tangannya memegangi pinggang ramping lalu sedikit menarik agar tidak ada lagi jarak.


“Nicho?! “ Sabrina merasa canggung walaupun di ruangan itu hanya ada mereka berdua, dia sedikit khawatir jika tiba – tiba saja ada yang masuk ke dalam ruangan itu. Namun Nicholas sama sekali tidak mengindahkan panggilan Sabrina, dengan cepat dia melepaskan jubah spa dan mengganti dengan gaun pilihannya.


Tindakan Nicholas tentu saja mendapat tatapan protes dari Sabrina, Tatapan itu hanya di balas dengan senyuman nackal dari Nicholas yang kini sudah berdiri di belakang Sabrina. Tangan kanannya menarik resleting yang berada di punggung perempuan cantik itu, setelahnya dia memeluk dan mengecup pundak Sabrina dengan penuh kasih sayang.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2