Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 171


__ADS_3

“Sayang”


“I feel uncomfortable, I will come with you (aku merasa tidak nyaman, aku akan ikut bersama mu)” ujar Sabrina menatap ke arah Jack dan Yohan yang masih memunggungi mereka. Mata tajam Nicholas sejenak menatap ke arah depan kamar dengan pintu yang masih terbuka, dia lalu menganggukkan kepala lalu mengajak Sabrina ke walk in Closet.


“Fine, but you have to stay by my side… Hmm.... (Baiklah, tapi kamu harus tetap berada di samping ku... Hmm... )” ujar Nicholas yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Sabrina. Mereka bergegas menuju walk in closet, Nicholas meningkatkan kewaspadaannya dan melangkah berhati-hati agar kaki Sabrina tidak terkena serpihan kaca.


Setelah memasuki walk in closet Sabrina bergegas mengenakan pakaian dan hijabnya, Nicholas membuka sebuah pintu lemari khusus. Mata Sabrina terbuka lebar saat melihat isi dalam lemari itu, berbagai senjata dan peluru tersimpan dengan rapi.


Nicholas meraih senjata laras pendek dan mulai mengisinya dengan peluru, tidak lupa dia membawa beberapa peluru cadangan. Dia segera mengenakan ikat pinggang khusus dan menyimpan senjata itu, tidak lupa dia juga menyimpan peluru cadangan di bagian ikat pinggang itu. Jari jemari Nicholas dengan cepat mengancing semua kancing baju dan memakai jas miliknya.


“Nicho?!” panggil Sabrina menatap Nicholas yang memunggunginya.


D*mn it, gumam Nicholas baru sadar jika Sabrina ada di belakangnya. Dia langsung bersikap biasa dan tersenyum pada Sabrina yang memandang dengan pandangan heran, Nicholas sama sekali tidak ingin Sabrina tahu apa yang terjadi. Dia tidak ingin nantinya Sabrina merasa cemas dan panik yang bisa membuat kehamilannya terganggu, Nicholas membalikkan tubuhnya menatap Sabrina.


“Nicho, this... this what... how... that... and... this... (Nicho, ini... ini apa... bagaimana... itu... dan ... ini... )” ucapan Sabrina terpotong saat Nicholas menutup pintu lemari itu. Terlihat jelas oleh Nicholas raut wajah Sabrina yang penuh tanda tanya, tangan kanan Nicholas membelai wajah cantik itu dan tangan kirinya memegang lengan kanan Sabrina.


Nicholas tersenyum tenang berusaha untuk menenangkan perempuan cantik di hadapannya,


“Brina sayang, don't worry and panic. I won't let anything happen to you Always by my side hmm (Brina sayang, kamu jangan cemas dan panik. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu, selalu berada di samping ku hmm)” ujar Nicholas mengajak Sabrina keluar dari walk in closet. Lagi-lagi Sabrina menahan tangan Nicholas yang menggenggam tangannya,


“sayang, what exactly happened?!(sayang , sebenarnya apa yang terjadi?!)” tanya Sabrina menatap dalam mata biru Nicholas.


“ Brina, percaya pada ku semuanya akan baik-baik saja, oke (Brina, percaya pada ku semuanya akan baik-baik saja, oke )” Nicholas menatap dalam kedua mata bulat yang jernih itu.

__ADS_1


Sabrina diam dan menatap dalam mata biru itu seolah dia terhipnotis langsung menganggukkan kepalanya perlahan. Dia mengikuti dan mengiringi langkah Nicholas yang bergerak cepat untuk keluar dari kamar itu, Mata tajam itu sekali lagi melihat ke arah jendela yang retak itu.


“Jack” panggil Nicholas yang berdiri tepat di depan kaca itu. Jack yang berada di depan kamar bergegas masuk saat mendengar panggilan bosnya,


“Boss” sapa Jack yang berdiri di samping mereka.


“bring Brina first (bawa Brina terlebih dahulu)” ujar Nicholas yang tidak melepaskan tatapan matanya ke arah gedung di seberang apartemennya.


“but boss... (tapi bos...)” Jack menolak untuk meninggalkan Nicholas, begitu juga Sabrina yang tidak ingin pergi terlebih dahulu.


“do as I tell you, NOW ( lakukan apa yang aku perintahkan, sekarang)” Nicholas menatap tajam ke arah Jack yang langsung mengikuti perintahnya. Sabrina menggelengkan kepalanya ke arah Jack yang sudah mempersilahkan dirinya untuk jalan terlebih dahulu, dia malah memeluk erat tubuh suaminya yang juga membalas pelukan itu.


“Brina sayang, you go first with Jack and Yohan. I'll catch up soon, hmm (Brina sayang, kamu pergi terlebih dahulu bersama Jack dan Yohan. Aku akan segera menyusul, hmm)” ujar Nicholas sambil mengecup lembut kening Sabrina yang terlihat tidak ingin meninggalkannya, perlahan pria tampan itu melepaskan pelukannya lalu menganggukkan kepala pada perempuan cantik itu.


Berat hati Sabrina mengikuti apa yang di minta oleh Nicholas, sesekali dia melihat ke arah Nicholas lalu melangkah keluar terlebih dahulu. Jack masih berdiri di samping Nicholas, ada rasa enggan di hatinya untuk meninggalkan bosnya sendirian. Yohan mengikuti Sabrina melangkah keluar menuju ruang tengah, dia bersikap waspada dan hati-hati.


“Isaac is out of jail, that's what you wanted to tell me, right?! (Isaac sudah keluar dari penjara, hal itu yang ingin kamu katakan padaku, bukan?!)”


“right boss and from the information I got. He wants revenge for his brother's death (benar bos dan dari informasi yang aku dapat. Dia ingin membalas dendam atas kematian adiknya)” Jack sudah merasa tidak heran dan salut dengan insting Nicholas, dia sudah mengetahui jika Isaac keluar dari penjara sebelum Jack memberi tahu.


Dua peluru yang masih menancap di kepala ranjang sudah menjadi bukti jika serangan itu di lakukan oleh Isaac,


Only Isaac has the motive and desire to harm Brina, I have to get Brina out of here and hide her in a safe place (Hanya Isaac yang memiliki motif dan keinginan untuk menyakiti Brina, aku harus mengeluarkan Brina dari sini dan menyembunyikannya di tempat yang aman) gumam Nicholas dalam hati menatap tajam ke arah gedung seberang, seakan dia dan Isaac saling berhadapan satu sama lain.

__ADS_1


“he wanted to harm Brina, those two shots already told that the target was my wife. You protect Brina with Yohan (dia ingin mencelakakan Brina, dua tembakan itu sudah memberi tahu jika targetnya adalah istriku. Kamu lindungi Brina bersama Yohan)” ujar Nicholas.


“okay Boss (baik bos)” Jack segera keluar kamar itu meninggalkan Nicholas sendirian. Ponsel milik Nicholas berdering, pada layar itu tertera nomor asing. Dia tahu jika nomor itu adalah milik Isaac yang kini tengah menatap tajam ke arahnya melalui teropong miliknya,


“halo”


“This is just the beginning, I will really enjoy this hunt (Ini hanya baru permulaan, aku akan sangat menikmati perburuan ini)”


“Your business is only with me, don't involve my wife (Urusan mu hanya dengan ku, jangan libatkan istriku)”


“You have taken my Brother's life, of course your wife must bear it. Don't worry I won't let your wife be lonely in hell there, I will of course send you there too (Kamu sudah merenggut nyawa adikku, tentu saja istrimu yang harus menanggungnya. Tenang saja aku tidak akan membiarkan istrimu kesepian di neraka sana, aku tentunya akan mengirimmu juga ke sana)” Isaac mengakhiri pembicaraannya secara sepihak.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2