Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 79


__ADS_3

Anak buah yang berjaga saling menatap bingung melihat tingkah Jack yang berbicara sendiri.


“is everything okay boss? (apakah semuanya baik-baik saja bos?)” tanya salah seorang anak buah pada Jack.


“yes, all is well... you come with me, we have work. ( iya, semua baik-baik saja... kamu ikut aku, kita ada pekerjaan)” Jack menunjuk salah seorang anak buah Nicholas.


Anak buah Nicholas satunya lagi akan beranjak mengikuti Jack dan rekannya, tapi langkahnya terhenti saat Jack melihat ke arahnya.


“you stay here ( kamu tetap di sini)” ujar Jack melangkah bersamaan dengan rekan anak buah Nicholas.


Kepala pelayan melihat perubahan di wajah Nicholas, walaupun dia memasang wajah datar dan biasa kepala pelayan tahu jika saat ini tuannya sedang merasa senang. Sebuah senyuman tersungging di wajah kepala pelayan, hal itu diketahui oleh Nicholas.


“why are you smiling like that? (kenapa kamu tersenyum seperti itu?)” Nicholas menatap heran.


“I smile because of you, big lord. it's been a long time you've never been this happy (saya tersenyum karena anda, tuan besar. sudah sangat lama anda tidak pernah sesenang seperti ini)” ujar Kepala pelayan senang.


“ is it so obvious? ( apakah begitu terlihat jelas?)” tanya Nicholas memperhatikan pantulan wajahnya di pantulan kaca lemari besar di belakang kursi kerjanya.


“I've worked for you for a very long time, of course I know that right now you are very happy. Miss Sabrina brings big changes for you ( saya sudah bekrja sangat lama pada anda, tentunya saya tahu jika saat ini anda sangat senang. Nona Sabrina membawa perubahan besar untuk anda” kepala pelayan menatap heran wajah Nicholas yang terlihat sendu.


“you.... are you all right, big lord? ( anda.... anda tidak apa-apa, tuan besar?)” tanya kepala pelayan sedikit khawatir dengan tuannya.


“ that girl did give a change here (Nicholas menunjuk tepat di dada bidangnya) but... she can't be reached for me to make her the queen and the rightful owner of this heart (tapi... dia tidak bisa ku raih untuk ku jadikan ratu dan pemilik sah hati ini)” Nicholas duduk di kursi kerjanya dengan wajah mengadah ke atas.


“ why sir? ( kenapa tuan?)”


“ the girl already has a fiancé who loves her very much and it seems the girl also loves her fiancé. they're getting married soon and I don't have that chance at all. ( gadis itu sudah memiliki tunangan yang sangat mencintainya dan sepertinya gadis itu juga mencintai tunangannya. mereka sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dan aku sama sekali tidak memiliki kesempatan itu.)”


“I'm sorry big sir if I'm presumptuous, I think you should fight for and express your feelings to the lady ( maaf tuan besar jika saya lancang, menurut saya seharusnya anda memperjuangkan dan mengutarakan perasaan anda pada itu)”


“by forcing her to love me? no... i can't do that, i prefer to see her happy and smiling without any burden. I can lose anything in this world, but not the smile and happiness (dengan memaksanya untuk mencintaiku? tidak... aku tidak bisa melakukan hal itu, aku lebih senang melihatnya bahagia dan tersenyum tanpa beban apa pun. aku bisa kehilangan apa pun di dunia ini, tapi tidak senyuman dan kebahagiaannya)” Nicholas menatap langit-langit di ruang kerjanya, terbayang olehnya saat pertemuan pertamanya dengan Sabrina.

__ADS_1


Senyuman hangat yang terlukis di wajah cantik Sabrina terus teriang di pelupuk matanya, dia merasakan debaran yang selama ini tidak pernah dia rasakan pada gadis mana pun. Kepala pelayan tampak sedih dan terharu dengan ucapan Nicholas, di tahu bagaimana kejam tuannya. Tapi melihatnya sedih memendam perasaannya pada gadis yang sudah mencuri hatinya.


I admire you big sir, for the happiness and smile of the girl who has stolen your heart and attention, you are willing to keep and bury your own feelings ( saya kagum padamu tuan besar, demi kebahagiaan dan senyum gadis yang sudah mencuri hati dan perhatianmu, anda rela untuk menyimpan dan mengubur perasaan anda sendiri) gumam kepala pelayan itu dalam hati, mengagumi sosok Nicholas yang larut dalam pikirannya.


***


Adelia tengah menunggui Arman yang tengah di rawat secara intensif, terdengar dari luar pintu teriakan memilukan dari papanya.


“AAAAAAAARGGGHHHH.... AAAAAARRRRGGGHHH.... Breng**k apa... kalian..... tidak bisaaaa bekerjaaaaaaarrrrghhhh”


Adelia semakin resah dan cemas, dia segera meraih ponselnya menghubungi Indah di Australia. Nada sambungan terdengar menunggu untuk di angkat oleh Indah.


Deringan telepon di atas nakas memaksa Indah membuka matanya, dia melihat ke arah layar ponselnya yang tertulis nama Adelia putrinya. Dia melihat sebuah tangan melingkar di atas perutnya yang datar, segera dia menyingkir tangan itu lalu duduk bersandar dengan punggung menempel di kepala ranjang.


Dia menaiki selimut sampai dadanya yang tidak mengenakan satu helai pun, matanya menatap pria yang tengah tertidur pulas di sampingnya.


“ halo sayang...” sapa Indah setelah menggeser icon tombol hijau di layar ponselnya.


“kamu tenang saja di sana, mama dan Indra akan ke Indonesia hari ini. Kamu jaga papa kamu di sana” Ujar Indah segera meraih pakaiannya yang berserakan.


“oke ma, o ya ma minta Indra untuk membawa ‘botol kecil’ yang di belinya di pasar gelap. Dia pasti tahu apa yang Adel maksud ma” ujar Adelia menyeka air matanya.


“baiklah sayang, mama akan menyuruh Indra untuk membawakannya untukmu. Kamu jangan lupa untuk mengirim alamat di mana kamu dan papa menginap” ujar Indah setelah mendengar jawaban dari putrinya dia mematikan sambungan teleponnya.


Pria yang tidur di sampingnya terbangun saat mendengar Indah akan ke Indonesia, tangan kekar itu segera melingkar di tubuh Indah dan memeluknya.


“lepaskan,” ujar Indah kasar, berdiri dari tempat tidurnya menatap nanar ke arah pria yang tersenyum nackal memandangi tubuh Indah.


"kenapa sayang? Bukannya kamu juga menikmati permainanku” ujar pria itu, sebelah tangannya membuka selimut memperlihatkan banana berukuran besar tegak berdiri siap untuk bertempur.


“Bajin**n, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, cepat pergi dari sini. Jangan pernah kamu muncul lagi di hadapanku dan keluargaku” Ujar Indah membenci sosok pria yang berdiri di seberang tempat tidur. Pria itu dengan santai memakai pakaiannya kembali, berjalan ke arah Indah yang menatap dia penuh kebencian.

__ADS_1


“Indah, jika aku Bajin**n kamu tidak akan merasakan kenikmatan di mana kamu terus meminta lagi-lagi dan bahkan menyuruh ku untuk bergerak cepat dan kasar” pancing pria itu mendekati Indah.


“breng**k... kurang ajar kamu Roy” Indah mengangkat tangan hendak menampar pria bernama Roy itu. Dengan cepat Roy menangkap tangan Indah dan mendorong Indah ke dinding di belakangnya, dia memegang dan mengunci kedua tangan indah dengan satu tangannya.


Sebelah tangannya memegang kuat kedua pipi Indah, menatap tajam mata Indah yang berkaca-kaca.


“jangan pernah menguji kesabaranku Indah, jika bukan karena bantuanku dan orang suruhanku untuk menyingkirkan Rianti. Saat ini kamu mungkin masih berada di jalanan, jadi jangan macam-macam atau kamu bisa mengucapkan selamat tinggal pada kehidupanmu seperti sekarang” ujar Roy melepaskan cengkeram tangannya dari tangan dan wajah Indah. Dia berjalan keluar dari kamar dan rumah mewah Arman, meninggalkan Indah yang menangis sedih.


Teringat oleh Indah sewaktu pagi saat akan berangkat ke perusahaan Arman bersama Indra, tidak ada angin dan hujan Roy mendadak muncul di hadapannya. Mata Indah terbuka lebar dan merasa sangat gugup saat Indra bertemu dengan Roy yang tersenyum smirk ke arahnya.


“ma, dia siapa?(melihat ke arah Roy) anda siapa kenapa anda masuk begitu saja ke rumah tanpa permisi lebih dulu?!” Tanya Indra penasaran dengan pria itu yang terlihat sangat familiar. Roy langsung masuk ke rumah tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh Indah, dengan lancang dia duduk di sofa ruang tamu sembari menunggu Indah selesai berbicara dengan Indra.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Terima kasih atas saran dan kritikan para reader, mohon maaf 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️ karena kekurangan author selalu terlambat untuk up kedua karya membuat para reader tidak senang.


Author akan berusaha💪🏻💪🏻💪🏻 untuk memberikan yang terbaik untuk para reader. Sekali lagi author mohon maaf 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️ dengan tidak kenyamanan dan keterlambatan Author dalam update novel karya-karya ini.


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2