Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 209


__ADS_3

Araf melihat mbok Darmi dengan tangan yang memegang nampan berisi minuman hangat, dia lalu menyuruh mbok Darmi untuk menyuguhkan minuman pada Nicholas yang terlihat kesal.


“di minum mister” ujar mbok Darmi menyuguhkan teh hangat pada Nicholas, raut wajah pria tampan itu tampak kebingungan karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh mbok Darmi.


“mbok Darmi offers you a drink, drink it so you can calm down a little (mbok Darmi menawari minuman untukmu, minumlah biar kamu sedikit tenang) “ ujar Araf.


“no, I'm not that thirsty. Just give it to others (tidak, aku tidak begitu haus. Berikan saja pada yang lain) “ tolak Nicholas.


“Drink, drink mister. Don’t be angry angry, drink this and you can relaks” ujar mbok Darmi sambil memberi isyarat tangannya dan memberikan teh hangat ke tangan Nicholas, walaupun bahasa english mbok Darmi seadanya tapi dapat di mengerti oleh pria tampan itu.


Nicholas menatap mbok Darmi yang tersenyum penuh kelembutan, dia pun membalas senyuman canggung lalu meminum minuman hangat di tangannya. Hati dan pikirannya sedikit merasa tenang saat teh hangat itu masuk ke dalam tubuhnya, Jack dan lainnya ikut meminum minuman yang di suguhkan oleh mbok Darmi.


Araf tampak sibuk dengan ponsel miliknya, dia segera membuka layanan aplikasi pemesanan tiket melalui layanan online. Melihat kegigihan dan tekad Nicholas membuatnya terenyuh, mata biru Nicholas mengingatkan pada baby Yusuf. Dia segera memesan dua tiket terakhir untuk penerbangan ke Jakarta,


“I've already booked a ticket to Jakarta which will depart in an hour, if you don't mind sitting in economy class with me (aku sudah memesan tiket ke Jakarta yang satu jam lagi akan berangkat, jika kamu tidak keberatan untuk duduk di kelas ekonomi bersamaku) “ ujar Araf yang langsung di sambut baik oleh Nicholas, tangannya meraih gelas cangkir teh yang berada di atas meja.


“we go now (kita berangkat sekarang) “ ujar Nicholas tidak ingin membuang waktu lagi, Araf yang tengah meminum teh segera di tarik Nicholas. Tangan Araf masih memegangi cangkir teh dan kini dia berada di dalam mobil mewah itu, tas ransel miliknya di bawa oleh Nicholas. Jack hanya bisa menghela nafas dan mengikuti mereka, tidak lupa dia berpamitan dengan mbok Darmi juga pak Slamet.


Mobil meluncur cepat menuju bandara, baru saja mobil merapat pada bagian pelataran bandara pintu mobil itu segera di buka. Nicholas kembali menarik Araf yang masih saja memegangi cangkir gelas yang sudah kosong, mereka tampak bergegas menuju pintu masuk pesawat yang akan segera berangkat.


Jack dan lainnya terpaksa berangkat dengan penerbangan selanjutnya, sebelum memasuki pintu masuk menuju pesawat Nicholas memerintahkan Jack untuk meminta di sediakan helikopter yang akan mengantar mereka. Araf mendengar perintah itu seketika menatap ke arah Nicholas,


“helicopter (helikopter?!) “ ujar Araf, keningnya terlihat mengerut.


“right now the streets in Jakarta are definitely very congested and will take time, I can't wait for more than this (saat ini pasti jalanan di Jakarta sangat macet dan akan memakan waktu, aku sudah tidak bisa menunggu lebih dari ini) “ ujar Nicholas, terpancar jelas dari matanya kerinduan yang teramat pada bidadari pemilik hatinya dan juga putra mereka berdua.

__ADS_1


Mata elang Nicholas menatap ke arah gelas cangkir yang masih di pegang Araf, air teh itu sudah membasahi dan mengenai celana loreng miliknya.


“are you going to keep carrying that? (apa kamu akan terus membawa itu?) “ tanya Nicholas sambil menunjuk dengan isyarat mata ke tangan Araf, melihat cangkir yang masih di pegang Araf lalu keluar sejenak melihat ke arah Jack dan beberapa anak buahnya. Dia menghampiri lalu memberikan gelas cangkir itu,


“Just for you, it's up to you what to do (Untuk kalian saja, terserah mau di apakan) “ ujar Araf berlalu pergi.


Serentak para anak buah menatap bingung ke arah cangkir itu, mereka menatap ke arah Jack dengan pertanyaan di benak mereka.


Jack lebih memilih segera melaksanakan perintah Bosnya, dia lalu menghubungi anak perusahaan mereka yang berada di Jakarta untuk segera mempersiapkan helikopter milik Nicholas.


Saat ini di rumah sakit Arbecio Medical...


Sabrina berdiri mematung tatkala melihat Nicholas yang menatap ke arahnya, bersama dengan Araf dia melangkah menghampiri Sabrina juga lainnya. Tidak terasa air mata sebening kristal jatuh menetes ke pipi Sabrina, Baby Yusuf yang ada dalam gendongan tampak asyik memainkah hijab syar’i milik ibunya. Mata biru Baby Yusuf menatap ke arah wajah Sabrina saat tangan mungilnya terkena tetesan air mata,


“kyaaaa.... Aaaa... “ tangan kanan baby Yusuf memegangi pipi Sabrina yang masih menatap lurus ke depan, jantung Sabrina berdetak cepat. Cepat – cepat dia menutup matanya,


Raka, Bima, Anjani dan Asmirah berkali – kali mengedipkan mata dan tampak tidak percaya dengan apa yang mereka tatap, Yohan yang berdiri tidak beberapa jauh dari Sabrina berkali – kali mencubiti lengannya berharap yang di hadapannya saat ini kenyataan bukanlah mimpi di siang bolong. Mereka semua masih dalam posisi yang sama, mata Sabrina yang tertutup perlahan terbuka saat dia merasa sangat yakin jika yang di lihatnya hanya halusinasi mata.


Matanya menatap lurus ke depan tepat pada bagian dada bidang yang mengenakan setelan jas mahal, jantung Sabrina semakin berdetak cepat saat perlahan matanya menatap ke arah wajah pria tampan bermata biru itu.


“Finally... After a long wait... I finally got it.... (Akhirnya... Setelah penantian panjang... Akhirnya aku bisa....) “ ucapan Nicholas terhenti saat mata mereka bertemu pandang, mata jernih nan bulat itu menatap tanpa berkedip.


Mendadak saja rasa pening dan lemas melanda seluruh tubuh Sabrina, pandangannya seketika menjadi gelap gulita. Tubuh Sabrina yang hampir roboh segera di tangkap oleh tangan kekar milik Nicholas, tangannya yang lain juga memegangi baby Yusuf yang hampir terlepas dari gendongan Sabrina.


“Sabrina.... “ , “ mbaaakk..... “ Raka, Bima , Asmirah juga Anjani serentak memanggil nama perempuan cantik yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“Brinaaa.... “ Nicholas memegangi tubuh Sabrina yang lemas, Yohan segera membantu dengan menggendong baby Yusuf. Raka hendak melangkah ikut menolong, namun niatnya itu segera di urungkan saat dia menatap ke arah Asmirah yang menatap cemas ke arah Sabrina. Bima segera menggendong Gendis sedangkan Anjani memilih mendekat ke arah Sabrina, Araf memegangi kepala adik sepupunya.


“let me carry Sabrina, you must be very tired because of the long journey you have to take (biarkan aku yang membawa Sabrina, kamu tentunya sangat lelah karena perjalanan jauh yang harus kamu tempuh) “ ujar Araf pada Nicholas, dia tahu jika pria tampan itu juga kelelahan.


“no Araf, I still can (tidak Araf, aku masih sanggup) “ ujar Nicholas yang segera membopong Sabrina masuk ke dalam rumah sakit, Yohan mengikuti Nicholas setelah meminta Hee Na untuk menjaga Baby Yusuf.


Yohan dengan sigap meminta para perawat juga dokter untuk memeriksa keadaan Sabrina, dengan perlahan Nicholas membaringkan tubuh Sabrina di atas ranjang. Tangan perempuan cantik itu di genggam erat tanpa sedetik pun di lepas oleh Nicholas, para perawat dan dokter tampak keheranan menatap pria tampan asing yang sama sekali tidak beranjak dari sisi Sabrina.


“Sorry sir, please wait outside. Let the doctor examine the patient (maaf tuan, silahkan anda menunggu di luar. Biarkan dokter memeriksa pasien) “ ujar salah seorang perawat.


“Just do your job, I won't leave her side even for a moment (lakukan saja tugas kalian, aku tidak akan meninggalkan sisinya walau hanya sebentar) “ ujar Nicholas menggenggam tangan Sabrina.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2