Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 72


__ADS_3

Jack melaksanakan perintah Nicholas, sebelum membeli pesanan bosnya dia terlebih dahulu menyuruh orang-orangnya untuk membawa Arman dan Adelia menemuinya. Dia lalu menaiki mobil dan mengendarai menuju toko bunga dan buah bersama beberapa anak buah lainnya.


Mereka membeli apa yang di perintahkan oleh Nicholas, tidak lupa parsel berisi buah-buahan yang di hias sedemikian rupa. Bunga Mawar sudah terikat cantik sesuai dengan pesanan Jack, tapi ada satu hal yang kurang. Pelayan toko pun bertanya pada Jack yang tampak sedang melihat-lihat bunga lainnya.


“Excusme, Mister. Do you want to give this flower a pesan or not? (tuan, maaf. bunga ini mau di kasih pesan atau tidak?)” Tanya Pelayan bunga dengan bahasa inggris pas-pasan pada Jack.


“Speak bahasa, aku sedikit mengerti dengan bahasa kamu” ujar Jack pada pelayan toko yang termenung menatapnya. Hal yang sama sekali tidak mengherankan bagi Jack dan anak buahnya, karena sering berinteraksi dengan banyak klien mengharuskan Jack menguasai beberapa bahasa.


“ooooo.... Bule lokal toh, tak kirain bule dari luar. Ternyata ndak hanya tas ato baju aja yang KW bule juga ada yang KW” ujar pelayan itu membuat Jack mengernyitkan keningnya. Wajahnya terlihat tidak senang dengan komentar yang di lontarkan oleh pelayan itu.


Anak buah Jack mulai bereaksi berdiri di belakang Jack sambil tangan sebelahnya masuk ke dalam jas, tindakan mereka membuat pelayan itu semakin bingung. Jack mengodekan tangan pada orang-orangnya untuk tidak bertindak gegabah.


“ Tadi kamu tanya apa”


“ini... Bunga ini mau di kasih pesan apa ndak, tuan?”


“ pesan?” Jack termenung karena saat pergi tadi dia belum sempat mendengar pesan apa yang harus di buatnya dari Nicholas.


****.... I forgot to ask, what message should I write? If I call the boss now... (Saya lupa bertanya, pesan apa yang harus saya tulis? Kalau saya telpon bos sekarang...) gumam Jack dalam hati kebingungan. Terbayang olehnya wajah Nicholas tampak kesal dan hukuman apa yang akan menantinya.


“what's up boss? why do you look confused? ( ada apa bos? kenapa anda terlihat kebingungan? )” tanya salah seorang anak buah Jack.


Mata Jack berbinar-binar menatap ke arah anak buahnya, par anak buah saling berpandangan satu sama lain tidak mengerti arti tatapan Jack.


why didn't I just ask them earlier? (kenapa tidak sedari tadi saja aku menanyai mereka?) Gumam Jack dalam hati, dia lalu menyuruh para anak buah yang ikut bersamanya berkumpul.


“Of course you must have a lover like a girlfriend, right? (kalian tentunya sudah pasti memiliki pasangan hati seperti kekasih, bukan?)” Tanya Jack menatapi anak buahnya satu persatu.


Mereka saling berpandangan satu sama lain, di benak mereka terpikirkan hal yang sama.


Sorry boss we don't have it (Maaf bos kami tidak memilikinya) Gumam ungkapan hati mereka tidak berani di ungkapkan pada Jack.

__ADS_1


“What sentence do you usually write for the girl you like? ( kalimat apa yang biasanya kalian tulis untuk perempuan yang kalian sukai?)” pertanyaan Jack membuat mereka semakin bingung harus menjawab apa.


“sorry boss... but we don't have a girlfriend yet (maaf bos... tapi kami belum memiliki pacar)” ujar salah satu anak buah. Jawaban mereka sukses membuat kebingungan Jack, dia tidak mungkin menghubungi Nicholas.


Pelayan toko bunga itu menatap heran ke arah Jack dan anak buahnya yang terlihat Kebingungan, dia kembali bertanya pada Jack.


“tuan, jadi apa yang harus di tulis?” tanyanya pada Jack.


“tunggu sebentar, kami masih mendiskusikan kalimat apa yang harus di tulis” ujar Jack masih memikirkan kalimat yang bagus.


“kalo boleh saya bertanya, apa bunga ini untuk kekasih Tuan? Jika iya tulis saja I Love u atau I miss you dengan nama tuan Di sana” saran pelayan toko itu pada Jack.


“Bukan... Bukan, bunga ini untuk menjenguk orang sakit” ujar Jack langsung.


“ Kalo begitu, tulis saja ‘get well soon my dear’ trus kasih nama tuan di sana” saran Pelayan toko itu memberi pencerahan bagi Jack. Dia pun menulis kata-kata yang di sarankan pelayan toko itu, tidak lupa Jack mencantumkan nama kecil Nicholas yaitu Nic.


“ini.... ( Memberikan kartu yang sudah tertera kalimat dan juga nama Nicholas) hias dengan indah dan bagus bunga ini” perintah Jack yang langsung di angguki oleh pelayan toko itu.


“welcome gentlemen to the grand Surakarta hotel, can I help you sir? (selamat datang tuan-tuan di hotel grand Surakarta, ada yang bisa saya bantu tuan?)” tanya resepsionis pada mereka. Salah satu anak buah Nicholas mengeluarkan foto Arman dan Adelia pada resepsionis itu.


“in which room do they stay? ( di kamar berapa mereka menginap?)” tanya salah satu anak buah Nicholas.


Resepsionis menatap foto Arman dan Adelia, dia lalu menatap ke arah orang-orang di depannya. Pakaian serba hitam dan wajah yang terlihat sangar membuatnya sedikit takut.


“ I'm sorry sir, but hotel policy forbids us to tell you any information about our guests. (maafkan saya tuan, tapi kebijakan hotel melarang kami memberi tahu informasi apapun tentang tamu kami kepada anda.)” jelas resepsionis itu dengan sopan.


Di saat bersamaan Arman dan Adelia baru turun dari mobil. Mereka melangkah memasuki lobi hotel, salah satu anak buah Nicholas yang sedang mengawasi lobi segera memberitahu rekannya.


“ bro, is that them?! (bro, itu mereka?!)” ujarnya pada rekan yang bertanya ke resepsionis.


Mereka segera menghampiri Arman dan Adelia yang menatap mereka kebingungan.

__ADS_1


“What is this? ( ada apa ini?)” tanya Arman kebingungan.


“Mr. Arman, our boss wants to meet you ( tuan Arman, bos kami ingin bertemu dengan anda)” ujar anak buah Nicholas.


Arman dan Adelia tampak pasrah begitu saja, mereka tahu cepat atau lambat Nicholas pasti ingin bertemu dengan mereka. Petugas keamanan hotel mulai bertindak, mereka segera menghampiri Arman yang akan mengikuti anak buah Nicholas.


“ wait a minute sir, what is this? you can not arbitrarily bring guests who stay here just like that. ( tunggu sebentar tuan, ada apa ini? anda tidak bisa seenaknya membawa tamu yang menginap di sini begitu saja.)” ujar petugas keamanan itu.


“sir, are you all right? do you need help? ( tuan, anda tidak apa-apa? apakah anda membutuhkan bantuan?) “ ujar salah satu petugas itu dengan tetap terus mengawasi anak buah Nicholas.


“kalian tidak usak sok mau ikut campur, ini urusan saya” jawab Arman ketus dan tidak senang. Dia sudah merasa sangat pusing dengan masalah yang akan di hadapinya, para penjaga keamanan itu saling berpandangan.


Ni tamu sombong banget, udah bagus kita-kita mau nolongin. Malah di jawab ketus, sabar.... Sabar... gumam salah satu petugas keamanan itu. Tanpa basa basi lagi para anak buah Nicholas membawa Arman dan Adelia, bisa saja mereka lari dari para anak buah Nicholas.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2