Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 217


__ADS_3

“Uuuuh anaknya Umi, kamu sangat menggemaskan” ujar Sabrina menciumi pipi tembam Baby Yusuf, tangan mungil itu memukul pelan ke arah pegunungan yang kini hak patennya sudah beralih. Seakan mengerti dengan keinginan baby Yusuf, Sabrina membantu membuka penyelubung yang menutupi. Segera saja Baby Yusuf menikmati minuman wajibnya, dia terlihat anteng dan asyik memainkan kaki kanannya yang bergerak ke kanan ke kiri.


Terlihat jelas lukisan abstrak hasil karya Nicholas yang menatap sendu ke arah Sabrina,


“Sorry (maaf) “


“Sorry for?! (maaf untuk?!) “


“sorry Because I fell asleep at an important time (maaf Karena aku tertidur di saat yang penting)”


Wajah Sabrina merona saat teringat dengan aktivitas yang terhenti di tengah jalan, matanya beralih menatap ke arah baby Yusuf yang memandangnya dengan tatapan menggemaskan.


“it ... It's okay, you... You.... You must be... So tired from traveling (Ti.... Tidak apa – apa, kamu... Kamu.... Kamu tentunya sa... Sangat lelah karena perjalanan)” ujar Sabrina dengan wajah yang semakin merona, kecantikan dengan nilai plus yang meluluh dan menghangatkan hati Nicholas.


Senyuman terlukis di bibir seksi Nicholas, dia lalu menggeser duduknya tepat di samping kiri Sabrina dan di bawah kaki Baby Yusuf yang tengah menikmati aktivitas rutinnya setiap pagi buta. Sebelah kaki baby Yusuf terangkat dan di pegangi oleh tangannya yang mungil, mata birunya melirik ke arah Nicholas dengan tatapan mencurigakan.


Tangan kanan Nicholas merangkul pundak Sabrina sedikit menarik untuk mendekat ke arahnya, tangan kiri Nicholas membelai kaki baby Yusuf.


“ looking at you blushing like this makes me want to...(menatapmu yang merona seperti ini membuatku ingin....)” bisik Nicholas di telinga Sabrina, membuatnya langsung menatap ke arah pria tampan itu.


Perlahan wajah Nicholas mendekatkan ke arah wajah Sabrina, bibir mungil berwarna pink natural terlihat begitu menggoda baginya. Bibir Nicholas sudah hampir menyentuh bibi Sabrina, namun tiba – tiba ciuman itu terhenti saat bibir itu hanya berjarak beberapa mili lagi.


Kaki kanan baby Yusuf sudah mendarat tepat di pipi kiri Nicholas, mata Pria tampan itu membulat sempurna saat pipinya mendapat dorongan dari kaki baby Yusuf. Wajah polos dan menggemaskan itu menatap dengan senyuman penuh maksud ke arah Nicholas yang terlihat kusut, Sabrina juga ikut terkejut saat menatap kaki baby Yusuf yang berada tepat di pipi daddy Nicholas.


Tangan Sabrina dengan lembut memegang kaki baby Yusuf, matanya menatap ke arah pipi Nicholas yang baru saja mendapat stempel.


“yusuf...” panggil Sabrina yang langsung di tatap oleh mata biru bulat, baby Yusuf menatap Sabrina dengan tatapan tidak bersalah.

__ADS_1


“kamu tidak boleh seperti itu sayang” ujar Sabrina lagi, Nicholas hanya terdiam dengan apa yang terjadi.


“It's better if I pray first, after that we will take turns guarding it (Lebih baik aku shalat dulu, setelahnya kita akan bergantian menjaganya)” ujar Nicholas bangkit dari tempat duduknya.


“you're angry?! (kamu marah?!) “ tanya Sabrina merasa tidak enak hati, Nicholas menatap ke arah Sabrina sambil melemparkan senyumannya.


“I will pray first, okay (aku akan shalat dulu, oke) “ ujar Nicholas seraya mengecup kepala Sabrina yang tidak mengenakan hijab, Nicholas meraih ponsel miliknya yang berada di nakas samping ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi untuk melaksanakan rutinitas paginya. Mata jernih itu menatap ke arah baby Yusuf yang memasang wajah tanpa dosa,


“(hmmm hhhmmmm hhhmmmmm)” ujar baby Yusuf menatap uminya.


“Yusuf lihatlah, kamu sudah membuat daddymu kesal” ujar Sabrina, baby Yusuf menjawab ucapan Sabrina dengan tingkahnya menggemaskan. Hal itu sukses membuat Sabrina gemas lalu menghujani ciuman lembut ke pipi tembam itu.


Baby Yusuf semangat meminum air pegunungan yang selalu tersedia, Sabrina hanya bisa menghela nafas melihat tingkah baby dalam gendongannya. Jari – jari mungil itu memegang jari telunjuk Sabrina yang di gerakkan ke sana kemari, Setelah merasa sangat kenyang baby Yusuf melepaskan pegunungan itu. Baby Yusuf asyik memainkan tangan mungilnya sambil memasang wajah polos,


“Sebentar ya sayang, umi menyiapkan pakaian dan menggelar sajadah untuk daddy mu” ujar Sabrina membaringkan tubuh baby Yusuf di ranjang empuk itu, tidak lupa Sabrina menaruh beberapa bantal mengelilingi baby yang asyik memainkan tangannya.


Baby Yusuf segera membalikkan tubuhnya lalu mengambil posisi duduk, matanya menatap ke arah ruangan yang di masuki oleh uminya. Sabrina tampak tengah sibuk mengeluarkan pakaian milik Nicholas yang di simpan rapi dalam kotak penyimpanan,


Alhamdulillah pakaian Nicholas tidak jadi aku sumbangkan gumam Sabrina dalam hati mengucapkan syukur, dia mengambil pakaian yang dibutuhkan dengan cepat.


“Aaa...aaaa... Bubububu... Hamamama” baby Yusuf bersuara memanggil Sabrina, pintu kamar mandi terbuka lebar dengan Nicholas yang keluar dari sana. Tangannya menyeka rambut yang basah dengan menggunakan handuk kecil, tubuh bagian bawahnya di tutupi handuk hanya sampai sebatas lutut.


Mata Nicholas saling bertatapan dengan pria mungil alias baby Yusuf yang duduk tenang di atas ranjang,


“Djadjadja... Bababaa.... Aem um Kyaa.... Mumumu”


Tangan mungil Baby Yusuf terangkat ke udara seakan menggapai Nicholas yang berdiri di samping ranjang, dia seakan meminta pada pria tampan itu untuk menggendongnya. Nicholas meletakkan handuk kecil di kursi yang terletak di bawah kaki ranjang,

__ADS_1


“where is your mommy (di mana umi mu)” ujar Nicholas yang langsung di jawab oleh Baby Yusuf dengan menatap ke arah walk in closet, dia ikut melihat ke arah yang di lihat babynya.


Sabrina keluar dari walk in closet dengan pakaian dan perlengkapan shalat di tangannya, dia menghampiri Nicholas yang tersenyum ke arahnya. Pakaian milik Nicholas di letakkan di atas ranjang, hal itu dikarenakan Sabrina tahu jika Nicholas sudah berwudhu.


“thanks, sayang (terima kasih sayang) “ ujar Nicholas meraih pakaian itu, dia mendekatkan wajahnya ke arah Sabrina yang langsung menatap dan sedikit menghindar.


“what happened? (ada apa?)” tanya Nicholas dengan kening berkerut.


“didn't you do your ablution? (bukankah kamu sudah berwudhu?)” ujar Sabrina mengingatkan, Nicholas segera melangkah mundur dengan tangan memegang pakaiannya.


“I pray first (Aku shalat dulu)” Nicholas segera memakai pakaian dan menunaikan kewajibannya, Sabrina tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada baby Yusuf di atas ranjang.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2