Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 164


__ADS_3

Tangan Sabrina memeluk erat tubuh Nicholas dalam selimut yang mereka kenakan, selimut tebal itu menutupi tubuh mereka yang seperti bayi baru lahir.


Beberapa saat kemudian terdengar seruan adzan dari ponsel milik Nicholas yang menandakan panggilan untuk mereka melaksanakan kewajiban, setelah sejenak mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan ssetelah melakukan olah raga. Nicholas dan Sabrina melaksanakan ritual mandi besar secara bergantian.


Setelahnya Nicholas berpakaian untuk melaksanakan sholat berjamaah bersama Sabrina, dia menunggu dengan sabar tidak lupa dia membantu mempersiapkan perlengkapan shalat untuk istrinya. Sembari menunggu Nicholas membuka ponsel kembali untuk membaca ayat suci al Quran pada aplikasi yang tertera di layar ponselnya, Sabrina yang sudah selesai memakai pakaiannya ikut bergabung bersama dengan suaminya yang duduk di atas sajadah. Mereka lalu melaksanakan shoolat berjamaah dengan sangat khusyuk.


***


Mobil mewah Roy memasuki perkarangan rumah Arman, dia datang ke rumah Arman tanpa pengawalan dari anak buahnya. Roy berpikir dia hanya akan berbicara untuk mengakhiri hubungannya dengan Adelia, Dia akan langsung mengatakannya pada Arman. Roy menekan bel rumah Arman, pintu rumah itu di buka oleh Indah yang tampil begitu menawan menurut Roy yang temenung menatapnya.


Wajah Indah terlihat tidak senang dengan kehadiran Roy, senyuman paksa tersungging di bibirnya yang di poles dengan lipstik berwarna merah terang. Pakaian yang di kenakan Indah begitu elegan, lengannya hanya sebatas siku dan bagian dada yang memiliki belahan. Roy termenung saat melihat tampilan Indah yang menggoda,


Indah semakin terlihat cantik padahal umurnya sudah tidak muda lagi, tampilannya benar-benar membuatku tergoda gumam Roy dalam hati dengan pikiran kotornya, dia bahkan bisa membayangkan Indah berada di bawah tubuhnya.


Arman menghampiri Indah dan menyapa Roy yang baru saja,


“selamat malam Tuan Roy, selamat datang di rumah kami yang sederhana ini” sambut Arman membuyarkan lamunan Roy, pria itu menatap ke arah Arman yang berdiri di samping Indah. Dia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Roy, tangan Arman di tatap lama oleh Roy yang terlihat tidak senang.


Roy terlihat kesal saat melihat sebelah tangan Arman memeluk pinggang Indah, ingin sekali dia mematahkan tangan Arman yang menyentuh ‘perempuannya’. Arman merasa heran karena uluran tangannya tidak di sambut oleh Roy, dia lalu melihat ke arah mana Roy melihat.


Menyadari Arman sedang memperhatikan apa yang di perhatikan olehnya, Roy segera menjabat tangan Arman sambil tersenyum ramah.


“terima kasih tuan Arman, sudah mengundangku (melihat ke arah kiri dan kanan) Adel di mana?” tanya Roy yang sama sekali tidak melihat Adelia.


"Adel dia.."


“ Adel sedang tidak enak badan. Dia masih mengalami mual dan muntah karena kehamilannya” ujar Indah mendahului Arman yang akan menjawab pertanyaan Roy.

__ADS_1


“maklum saja tuan Roy, putriku sedang mengandung calon penerus anda. Indah juga mengalami hal yang sama seperti Adel, dengan beristirahat sejenak dia akan merasa lebih baik nantinya, mari tuan Roy, silahkan masuk” Arman mempersilahkan Roy untuk masuk ke dalam rumahnya.


Mereka jalan beriringan menuju ruang makan, Indah melangkah di belakang Roy dan Arman. Matany melihat ke arah lantai dua, saat pulang dari supermarket Indah belum sempat melihat Adelia. Dia sibuk mempersiapkan makanan penutup bersama para pembantu dan sama sekali belum memeriksa keadaan Adelia.


Lebih baik aku mengecek keadaan Adel sekarang gumam Indah dalam hati hendak menaiki anak tangga.


"Ma..."panggil Arman menatap ke arah Indah yang baru menaiki anak tangga pertama. Mata Indah menatap ke arah Arman yang menghampirinya setelah mempersilahkan Roy untuk duduk di meja makan,


“kamu mau ke mana ma?”


“ aku mau melihat Adel sebentar pa, takutnya Adel butuh apa-apa”


“Adel pasti sedang istirahat sekarang, lagi pula bukannya mama sudah mengantarkan makanan untuk Adel, kan?”


“tapi pa...”


“tenang saja ma, nanti suruh pembantu untuk melihat Adel. Mama temani papa sekarang, tidak enak pada tuan Roy karena menunggu kita yang sudah mengundang beliau” Arman mengajak Indah untuk ke meja makan, mata Indah menatap ke arah lantai dua rumahnya. Berat hati Indah menemani Arman ke meja makan, Roy tengah menikmati air putih yang sudah di hidangkan untuknya.


Indah merasa tidak nyaman dengan tatapan dan senyuman Roy yang memiliki arti lain, dia memilih mengalihkan pandangannya ke arah Arman.


Roy sudah di butakan dengan keinginannya, sehingga dia tidak memedulikan niat dan tujuannya datang ke rumah Arman.


Mereka menikmati makanan yang sudah terhidang di meja makan, sesekali Arman mengajak Roy berbincang sekedar berbasa-basi. Mata Roy tidak henti-hentinya mencuri pandang ke arah Indah, dia bahkan bersikap lebih berani.


Roy memiliki tubuh yang tinggi dan kaki yang panjang, sebelah kakinya terjulur panjang bergerak membelai kaki Indah. Belaian kaki itu perlahan naik membuat Indah yang sedang menikmati makanannya terkejut, matanya terbuka sempurna saat kaki Roy bertindak berani membelai betis Indah.


Arman tahu jika Roy mencuri-curi kesempatan untuk menggoda Indah, dia bahkan tahu apa yang tengah berlaku di bawah meja makan.

__ADS_1


Kalian nikmatilah kebersamaan terakhir kalian, sebentar lagi kita akan bertemu di neraka gumam Arman dalam hati. Dia diam-diam tersenyum smirk saat melihat Indah dari sudut matanya, perempuan itu terlihat resah, kesal dan marah. Indah hanya bisa diam mendapat perlakuan dari Roy, dia tidak ingin membuat Arman curiga padanya.


***


Raka tengah duduk di teras balkon kamar apartemennya, secangkir teh hangat tersedia di meja samping kursi yang di dudukinya. Sesekali dia meminum teh hangat itu berharap hatinya yang sepi dan dingin menjadi hangat.


Tangan kanannya memegangi ponsel, mata Raka menatap ke arah layar ponsel itu. Pada layar ponsel Raka ada foto Sabrina yang tengah tersenyum manis, ada rasa rindu di hatinya pada perempuan yang sudah mencapkan namanya di hati Raka.


“Sabrina...” Raka merasa galau tingkat dewa, dia sudah mencoba untuk move on dari perasaanya. Bahkan dia mencoba untuk menemui perempuan yang di kenalkan Helena, dia juga mengikuti kencan buta yang di atur oleh maminya.


Raka benar-benar tidak bisa melupakan cinta pertamanya, ibu jari Raka mengusap layar ponsel mahal itu. Seolah-olah dia membelai wajah cantik Sabrina, mata Raka lalu menatap ke arah langit tanpa bintang maupun bulan yang menghiasi.


Mata Raka menerawang jauh mengingat kilasan kenangan saat Sabrina masih bertunangan dengannya, dia kembali tersadar dengan status Sabrina yang sudah menjadi istri orang. Berkali-kali dia mengucapkan istigfar dan memohon ampunan pada yang Maha Kuasa.


Ampuni aku ya Allah, masih memikirkan Sabrina yang sudah menjadi milik pria lain.... Astagfirullah... gumam Raka dalam hati menyadari kesalahannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2