
"terima kasih buk," Sabrina tersenyum lembut.
“bunga mawar ini bagaimana nduk?” tanya Andhini mengambil bunga mawar itu dari ranjang. Dia tercenung saat melihat pesan yang tertulis di kartu ucapan itu.
“Berikan saja ke pada siapa saja yang mau bu” ujar Sabrina mengalihkan pandangannya.
“baiklah nduk, kalo begitu ibu ambil wudhu dulu yo” Ujar Andhini yang langsung di angguki oleh Sabrina.
***
Villa Nicholas....
Arman dan Adelia turun dari mobil di kawal ketat oleh anak buah Nicholas, mereka termenung saat melihat betapa mewahnya Villa itu. Kepala pelayan membuka pintu mempersilahkan Arman dan Adelia masuk.
“jika saja kamu setuju menjadi jaminan dan Nicholas breng**k itu setuju, mungkin saja kamu bisa menjadi nyonya yang sangat di hormati” bisik Arman saat melihat beberapa pekerja sibuk dengan tugas mereka masing-masing.
“jangan salahkan Adel dong pa, kalo saja dia tidak kejam dan dingin. Adel bisa dengan mudah menggaetnya” bisik Adelia tidak mau kalah, tidak di pungkiri wajah tampan Nicholas membuat perempuan mana pun akan jatuh hati.
Nicholas sedang duduk di ruang kerjanya, memperhatikan layar laptopnya dengan serius.
Tok... tok... tok...
Terdengar ketukan dari pintu, mata tajam itu menatap dingin ke arah pintu di mana Arman dan Adelia masuk di iringi dengan beberapa anak buahnya.
Seketika ruangan itu terasa sangat dingin, membuat mereka berdua bergidik ketakutan.
“Of course you already know, why did I call you here? ( kalian tentunya sudah tahu, kenapa aku memanggil kalian kemari?)” Nicholas menatap dingin ke arah Arman dan Adelia yang terlihat ketakuta.
__ADS_1
“ssssir... sir... i... i...(ttttuan... tuan.... saya... saya...)” Arman belum selesai berbicara, anak buah Nicholas langsung membuatnya berlutut.
“ What reasons will you explain to me? My patience has run out, the woman you promised to be used as collateral doesn't recognize you as her father anymore. now....( alasan apalagi yang akan kamu jelaskan padaku? kesabaranku sudah habis, perempuan yang kamu janjikan untuk di jadikan jaminan tidak mengakui mu sebagai ayahnya lagi. sekarang....)” Nicholas bangkit dari kursinya dengan raut wajah penuh amarah. Dia berjalan mendekat ke arah Arman dan Adelia yang terlihat sangat ketakutan.
“sir...sir... sir... please... please give me one more chance, i will refund your money asap. ( tuan... tuan... tuan... aku mohon... aku mohon beri saya satu kesempatan lagi, saya akan mengembalikan uang anda secepatnya.)” Arman memohon dengan kedua tangan memegangi sepatu mahal milik Nicholas.
“how do i get my money back? with your company on the verge of collapse?( mengembalikan uangku dengan cara apa? dengan perusahaanmu yang di ambang kehancuran?)” Ujar Nicholas mengingatkan Arman dengan perusahaannya yang sudah berhutang banyak pada Nicholas.
Terdengar satu jentikan jari Nicholas di mengerti langsung oleh kepala pelayan. Dia mengambil beberapa lembar kertas memperlihatkan laporan yang membuat mata Arman terbuka lebar. Di salah satu laporan itu terlihat putranya, Indra kalah bermain judi di kasino milik Nicholas dan menimbulkan hutang yang begitu besar.
“ how? Have you found a way to repay all those debts? (bagaimana? apa kamu sudah menemukan cara untuk mengembalikan semua hutang-hutang itu?)” Nicholas menatap Arman yang membisu. Mata Arman menatap ketakutan ke arah Nicholas begitupun Adelia. Dia tidak menyangka jika Indra adiknya memiliki hutang judi yang sangat banyak.
“for... for.. forgive me Mr. Nicholas, please give me one more chance. if necessary I will force Sabrina to even break her legs so that she... (ma... ma... maafkan saya tuan Nicholas, saya mohon berikan satu kesempatan lagi. kalau perlu saya akan membawa paksa Sabrina bahkan saya akan mematahkan kakinya agar dia...)”belum selesai Arman berucap sebuah pukulan telak tepat mengenai wajahnya.
BUUUUK....
“dare you touch, or injure a single strand of Sabrina's hair. then say goodbye to this world ( berani kamu menyentuh, atau melukai sehelai saja rambut Sabrina. lalu ucapkan selamat tinggal pada dunia ini)” ancam Nicholas membuat Adelia dan Arman termenung. Kini mereka tahu jika Nicholas tertarik dengan Sabrina, sebuah ide mengalir deras di pikiran Adelia.
Nicholas menatap ke arah Adelia ada ketakutan terlihat di matanya, tapi dia menyembunyikan dengan bersikap berbeda.
Jika wanita jelek itu saja bisa merebut perhatian tuan Nicholas dan Raka, aku juga bisa... gumam Adelia dalam hati dengan penuh percaya diri. Dia berusaha menunjukkan wajah imut dan kepolosannya yang selalu membuat pria lain dan para hidung belang jatuh hati.
“hold this woman to have her organs harvested, the price of organs on the black market of course can still pay off a third of her debt to me (tahan wanita ini untuk diambil organnya, harga organ di pasar gelap tentunya masih bisa melunasi sepertiga hutang dia padaku)” ujar Nicholas membuat Adelia terperangah mendengarnya.
Dia tidak menyangka usahanya yang sekilas saja membuat Nicholas marah dan mengeluarkan perintah membuat semua lawan bahkan anak buahnya takut.
“okay Boss” pengawal Nicholas segera bertindak, namun segera Arman memegangi kakinya memohon untuk keselamatan putrinya.
__ADS_1
“papa... tolongin adel.. pa... tolong pa... mr nicholas please, i beg you don't kill me please sir....( tuan nicholas tolong, aku mohon jangan bunuh aku, tolong tuan....)”Adelia panik dan sangat ketakutan.
“sir.... sir.... I beg you not to do that. I beg you to give me one last chance, I beg you sir (tuan.... tuan.... saya mohon pada anda jangan lakukan itu. saya mohon beri saya satu kesempatan terakhir, saya mohon tuan)” Arman memohon pada Nicholas untuk keselamatan Adelia.
Anak buah Nicholas mulai menyeret Adelia yang memberontak, Arman juga panik memohon dengan mengiba-iba pada Nicholas.
Terdengar ketukan dari pintu membuat suasana seketika sunyi, Mata tajam Nicholas mengode pada kepala pelayan untuk melihat siapa yang mengganggu dirinya.
Kepala pelayan dengan sedikit membungkuk memberi hormat pada Nicholas, melangkah menuju pintu dan membukanya. Jack datang dan berdiri tepat di ambang pintu, dia melihat Arman dan Adelia yang terlihat kacau.
“Sorry boss bothering you, I seem to have come at the right time (maaf bos mengganggu anda, aku sepertinya datang di waktu yang tepat)” Jack datang dan tersenyum senang melihat pemandangan di ruangan itu.
Nicholas menatap tajam ke arahnya menunggu laporan dari tugas yang sudah di berikan. Jack santai masuk ke dalam ruangan itu, menghampiri bosnya yang menatap dingin pada Arman.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...