Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 154


__ADS_3

“baiklah tuan Arman, saya akan datang”


“lokasi dan tempatnya akan di kirim Adelia pada anda”


“baiklah tuan Arman, selamat malam” ujar Roy yang segera menggeser tombol hijau ke tombol merah untuk memutuskan sambungan telepon. Dia berdiri dari kursi ruang kerjanya berjalan ke arah jendela yang tertutup dengan horden berkelas, kilatan matanya kali ini tampak berbeda dari biasanya.


Arman menatap ponsel Adelia sejenak lalu menyerahkannya,


“ Adel nanti papa akan share lokasinya, kamu jangan lupa untuk mengirimkannya pada Roy. Sebaiknya kamu istirahat dan kalau bisa kamu berdandan yang cantik agar Roy semakin terpikat pada mu” Ujar Arman tersenyum penuh maksud. Adelia hanya tersenyum canggung,


Bagaimana aku akan menarik perhatian dia, pa? Setelah tahu semua ini, aku pun tidak ingin menemuinya... Dan anak ini... Aku bahkan tidak menginginkan keberadaannya lagi... gumam Adelia sambil memegangi perutnya yang terlihat masih datar.


“ma, ajak Adel untuk istirahat ( mendekat ke arah Adel sambil mengecup keningnya) selamat malam sayang” ujar Arman lalu melihat ke arah Indah yang langsung mengangguk perlahan.


Indra memilih pergi menuju kamarnya, ada perasaan marah dalam dirinya saat mengetahui kebenaran yang selama ini di sembunyikan Indah. Dia sangat ingin memberi tahu Arman, tapi saat melihat Indah dan Adelia ada perasaan tidak tega dalam hatinya.


****


Pagi hari di Australia...


Sabrina tengah menyiapkan sarapan pagi di dapur dengan beberapa maid ikut membantu. Kecantikan Sabrina terpancar dengan hijab yang di kenakannya, Nicholas tampak masih tertidur di ranjang empuk miliknya. Setelah selesai menunaikan kewajibannya rasa kantuk pun menyerang, dia lalu merebahkan tubuhnya di ranjang dan terlelap.


Salah seorang maid mengeluarkan keju dari tempat penyimpanannya, bau keju yang khas langsung tercium oleh Sabrina dan....


Mmmphhh... mmmpphhm....

__ADS_1


Sabrina bergegas ke wastafel terdekat dengan dapur, dia lalu memuntahkan isi dalam perut yang sama sekali belum di isi. Para maid tampak kebingungan dan berusaha membantu dengan menepuk lembut punggung Sabrina.


“young lady, what are you doing? Are you okay? (nyonya muda, anda kenapa? Anda tidak apa – apa kan?)” tanya salah seorang maid terlihat cemas, maid yang lain ikut menghampiri dengan membawa segelas air putih di tangannya. Sabrina berkumur-kumur sejenak membersihkan mulutnya, setelah itu dia meraih segelas air putih dari tangan maid dan meminum setelah sebelumnya dia mengucapkan kata basmalah.


“I am alright!! Thank You (aku tidak apa-apa!! Terima kasih)” ujar Sabrina menyerahkan gelas kosong ke tangan maid dia tampak terdiam sejenak dan larut dalam pikirannya. Yohan yang juga berada di dapur dan melihat kondisi Sabrina segera melangkah menuju ke kamar Nicholas, dia berada tepat di depan pintu kamar mengetuknya sejenak lalu membuka pintu kamar itu.


“young master... young master... (tuan muda....tuan muda...)” panggil Yohan saat mendapati Nicholas yang tengah tertidur. Perlahan mata biru itu membuka dan memperhatikan ke sekeliling saat mendengar suara yang tidak asing baginya,


“hmmm, what's wrong? (hhmmm, ada apa?)” ujar Nicholas bangun dari rebahannya dan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.


“That's young master.... Mrs. Sabrina... she is vomiting and her face looks pale... (itu tuan muda.... nyonya Sabrina... dia muntah-muntah dan wajahnya terlihat pucat...)” ujar Yohan sukses membuat Nicholas terjaga sepenuhnya, dia segera turun dari ranjang setengah berlari menuju dapur. Jubah piama di kenakannya tampak berkibar-kibar seiring dia berjalan, jubah itu tidak terikat sehingga memperlihatkan dada bidang dan perut seperti roti sobek.


Para maid melihat kedatangan Nicholas, mata mereka terbuka lebar saat melihat pemandangan yang menggoda keimanan mereka. Sabrina tengah duduk di bangku tampak lemah setelah mengeluarkan isi perutnya yang sama sekali belum terisi, Nicholas setengah bersimpuh menatap khawatir istrinya. Tangan kekar Nicholas menggenggam erat tangan Sabrina yang terasa dingin, lalu tangan lainnya memegangi pipi Sabrina dengan wajah yang terlihat pucat.


“sayang...what's wrong with you? You must be sick? Your face looks pale.....call the doctor immediately... ( sayaang... kamu kenapa? Kamu sakit? Wajah kamu terlihat pucat ( melihat ke arah Yohan) segera hubungi dokter...)” ucapan Nicholas terhenti saat Sabrina memegang tangannya.


“sayang....what date is it now?(sayang.... sekarang tanggal berapa?)” tanya Sabrina, Yohan segera mengeluarkan ponsel miliknya dan memperlihatkan layar ponsel yang tertera tanggal hari ini. Sabrina menatap tanggal itu dan mulai menghitung-hitung, matanya membesar saat menyadari sesuatu. Tingkah laku Sabrina membuat kening Nicholas berkerut dengan berbagai pertanyaan berputar di benaknya,


“What is it, honey? (ada apa sayang?)” tanya Nicholas khawatir,


“Nicho... looks like... I'm late... (Nicho... sepertinya... aku terlambat...)” ujar Sabrina memegang dan menggenggam tangan Nicholas. Wajah pria tampan itu tampak tidak senang saat istrinya memikirkan pekerjaan dari pada kesehatannya sendiri,


“No honey, today you can't work. You should rest.... (tidak sayang, hari ini kamu tidak boleh bekerja. Kamu harus beristirahat....)” ucapan Nicholas kembali terhenti saat sebelah tangan Sabrina menempel di bibirnya. Mata Sabrina yang cantik menatap dalam ke arah mata biru yang balas menatapnya dengan kebingungan,


“no... that's not it Nicho... I mean... my period was late a few weeks ago (bukan... bukan itu Nicho... maksud ku... menstruasi ku sudah terlambat beberapa minggu yang lalu)” ujar Sabrina membuat Nicholas semakin kebingungan, senyuman pun terkembang di wajah para maid yang mengerti dengan maksud dari nyonya mereka.

__ADS_1


Nicholas menatap bingung pada Sabrina sejenak, dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Yohan yang juga terlihat kebingungan dengan perkataan Sabrina. Nicholas menatap seakan bertelepati pada Yohan,


do you understand what Sabrina means? (apa kamu mengerti dengan maksud dari Sabrina?) gumam Nicholas dalam benaknya pada Yohan yang seolah mengerti dengan apa yang di tanyakan.


Sorry young master, I don't understand either(Maaf tuan muda, saya juga tidak mengerti) gumam Yohan dalam hati sambil menggelengkan kepalanya, Nicholas mengerti kembali menatap Sabrina. Senyuman manis tersungging di bibirnya yang masih terlihat pucat, perempuan cantik itu lalu memegang tangan Nicholas dan menarik ke arah perut datar miliknya. Wajah Nicholas memperlihatkan raut wajah kebingungan dengan apa yang di lakukan istrinya, Yohan memperhatikan apa yang di lakukan oleh Sabrina. Perlahan-lahan dia kini mengerti dengan maksud dari nyonya mudanya,


“young master... could it be that the young lady meant to convey that in the young lady's stomach there is an heir to the Abraham family (tuan muda... mungkinkah maksud nyonya muda ingin menyampaikan jika dalam perut nyonya muda ada pewaris keturunan keluarga Abraham)” ujar Yohan sukses membuat mata biru Nicholas terbuka lebar.


“honey... you.... pregnant? (sayang... kamu.... hamil?)” tanya Nicholas memastikan apa yang di dengarnya tidaklah salah. Wajahnya terlihat begitu bahagia dan antusias,


“I... I'm not sure, because I haven't done the test yet... (aku.... Aku tidak yakin, karena aku belum melakukan tes...)” ujar Sabrina ragu, dia tidak ingin nantinya Nicholas dan semua orang kecewa juga bersedih hati saat mengetahui jika dirinya tidak hamil.


“We better go to the hospital now to check it out.... immediately contact the obstetrician and make an appointment with him today... (sebaiknya sekarang kita ke rumah sakit untuk memeriksanya ( Nicholas berdiri menatap ke arah kepala pelayan) segera hubungi dokter bagian kandungan dan buat temu janji dengannya hari ini )” ujar Nicholas kepada Yohan.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2