Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 131


__ADS_3

warning... Area 21+


***********


“Nic?! (Nic?!)” ujar Sabrina hendak bangkit dari rebahannya, tapi dengan cepat Nicholas menahannya dan mengisyaratkan pada gadis cantik itu untuk tetap pada posisinya.


Nicholas ikut merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berukuran sedikit besar, menarik sedikit tubuh Sabrina untuk berada di atas tubuhnya.


Wajah cantik itu kembali merona saat mendapat perlakuan lembut Nicholas, mata indah itu tertunduk malu tidak mampu melihat ke arah wajah tampan Nicholas.


Sebelah tangan kekar itu mengangkat dagu runcing Sabrina, hingga kedua mata indah itu menatap tepat ke arah mata biru pria tampan itu. Nicholas tersenyum menambahkan nilai ketampanannya saat melihat mendapati kedua pipi Sabrina yang merona,


“are you shy now? ( apakah kamu sedang malu sekarang?)” tanya Nicholas dengan tangan membelai embut pipi sabrina.


“that... that... I... I... when are you coming home?! Why didn't Yohan tell me? (itu... itu... aku... aku... kapan kamu pulang?! Kenapa Yohan tidak memberi tahu ku?)” ujar Sabrina mengalihkan pembicaraan dan kembali menundukkan matanya menatap ke arah dada bidang Nicholas yang masih tertutup kemeja hitam miliknya.


“I've been back all this time and found an angel sleeping here... (aku sudah sedari tadi kembali dan mendapati seorang bidadari tengah terlelap di sini...)” ujar Nicholas membuat Sabrina salah tingkah, kedua pipinya semakin merona.


“you...you must be really tired and i must be feeling heavy too, i better get up and... (kamu...kamu pasti sangat lelah dan aku juga pasti terasa berat, sebaiknya aku bangun dan... )” ujar Sabrina akan bangkit dari tubuh Nicholas, tangan Nicholas sebelah kiri menekan punggung gadis itu agar tidak bangun dari rebahannya.


“My tiredness is gone when I'm with you (Lelahku sudah menghilang saat aku bersamamu)” ujar Nicholas tersenyum hangat ke arah Sabrina yang semakin salah tingkah.


Mata indah Sabrina terbuka lebar saat perut datarnya merasakan sesuatu yang mulai menge**s, mata cantik itu menatap ke arah Nicholas yang membalas menatapnya. Sebelah tangan pria tampan itu membuka hijab yang di kenakan Sabrina dengan perlahan, hijab itu di lampirkan Nicholas di lemari kecil samping sofa itu.


Mata biru tajam itu menatap ke arah wajah cantik dengan rambut yang masih terikat rapi,

__ADS_1


Badhum.... badhum... badhum...


Sabrina dapat merasakan detak jantung Nicholas yang berdetak dengan cepat dan keras, begitu juga jantung miliknya yang seakan siap untuk meledak. Tangan kanan Nicholas membuka ikatan rambut Sabrina dan menggerainya, mata biru itu seketika terpana saat melihat kecantikan hakiki gadis itu.


Sabrina benar-benar bingung harus berbuat apa, dia baru pertama kali berada di situasi romantis yang tercipta oleh Nicholas. Dia benar-benar salah tingkah dan hendak kembali bangkit dari tubuh pria yang masih menatapnya dengan kagum, belum beranjak tangan Nicholas menahan tubuh Sabrina. Wajah mereka sangat dekat, Nicholas dapat merasakan hembusan nafas hangat di pipinya


Perlahan Nicholas mendekatkan bibirnya mengecup kedua pipi yang merona, ciuman itu begitu lembut membuat mata Sabrina terpejam. Bibir Nicholas perlahan mendekat ke arah bibir Sabrina dan mengecupnya perlahan dan sedikit demi sedikit ciuman itu berubah naik tingkatan, pria tampan itu mendominasi aktivitas dengan bertindak berani di mana lidahnya menjelajahi mulut Sabrina yang sedikit terbuka. Li**hnya seolah mengajak lidah lawan untuk bergelut dan hingga bertaut liar, Nicholas begitu profesional menuntun Sabrina untuk mengimbanginya.


Perlahan posisi itu mereka berdua kini berubah dengan tubuh Nicholas yang berada di atas tubuh Sabrina, ciuman Nicholas sejenak terhenti untuk memberi kesempatan pada gadis cantik itu menghirup udara segar. Punggung tangan kekar itu membelai pipi Sabrina penuh kelembutan membuat Sabrina menatap ke arah Nicholas dengan pandangan sayu, kembali Nicholas mengecup bibir Sabrina sambil menggigiti lembut bibir bawah berwarna pink natural itu.


Tangan Sabrina yang berada di dada bidang Nicholas meremas kuat kemeja yang di kenakannya, detakan jantung mereka berdegup seirama. Tangan Nicholas mulai meraih resleting baju yang di kenakan Sabrina, perlahan menurunkan hingga tangan itu menyentuh tali pengamanan yang ada di punggung mulus itu. Tidak lupa tangan Nicholas membuka pengaman itu dan perlahan mulai menurunkan baju yang di kenakan Sabrina hingga memperlihatkan perut datarnya. Pengaman perbukitan sudah terlepas dan di buang sembarangan oleh pria tampan itu.


Bibir Nicholas mulai menuruni leher jenjang berwarna putih, tercium olehnya bau harum khas Sabrina yang menentramkan hati. Bibirnya mengecup pelan memberi sensasi geli dan sesuatu yang berbeda di rasakan oleh Sabrina, tidak lupa Nicholas meninggalkan jejak kemerahan di leher jenjang itu.


Kedua tangan Sabrina masih menutupi perbukitan yang sama sekali belum terjamah, Nicholas menghentikan sejenak kegiatannya sejenak. Dia lalu bangkit dari tubuh Sabrina berdiri tepat di hadapan gadis itu, Sabrina perlahan bangkit menarik bajunya hingga menutupi bagian perbukitan itu kembali.


Dia terduduk di sofa menatap ke arah Nicholas yang membuka kancing baju kemejanya satu persatu, Sabrina mengalihkan pandangannya ke arah lain merasa malu saat tidak sengaja menatap tubuh kekar, dada bidang berotot dan perut sixs pack Nicholas.


“Sabrina...” panggil Nicholas pada gadis cantik itu yang masih menundukkan pandangannya, kemeja yang di kenakannya di lepaskan begitu saja.


Dia lalu melangkah mendekati Sabrina yang duduk di sofa, Nicholas duduk di samping Sabrina. Sebelah tangannya meraih pinggang ramping dan mengangkat tubuh Sabrina hingga kini dia duduk di pangkuan Nicholas dengan posisi seperti menaiki sepeda motor.


“Sabrina...” panggil Nicholas mengangkat dagu runcing Sabrina hingga mereka bertemu pandang.


Kedua tangan Sabrina masih menahan bajunya agar tidak turun dan berusaha terus menutupi perbukitan miliknya, Nicholas memegangi kedua tangan Sabrina menarik lalu meletakkan di kedua bahunya. Kedua perbukitan itu pun terekspos sempurna membuat Sabrina merasa sangat malu dan akan menutupinya. Tapi tangan Nicholas lebih bergerak cepat memegangi perbukitan itu sambil memassagenya dengan lembut, jari jemari Nicholas memainkan puncak perbukitan itu membuat Sabrina merasakan sebuah efek sentruman lintrik bertegangan tinggi.

__ADS_1


Tangan kanan Sabrina memegang pundak Nicholas dengan kuat dan tangan kiri dengan punggung tangannya yang berada di bibir mungil itu menahan agar suara nyanyiannya tidak terdengar keluar. Bibir Nicholas memulai peranannya menjelajahi perbukitan dengan bermain dengan bebas di sana, tidak sengaja mata Nicholas menatap ke arah Sabrina yang terlihat menahan suaranya dengan mata yang berkaca-kaca.


Pria tampan itu segera menghentikan aksinya, ada perasaan bersalah yang di rasakannya.


“what's up Sabrina? Don't you want it? (ada apa Sabrina? Apa kamu tidak menginginkannya?)” tanya Nicholas khawatir yang langsung di jawab Sabrina dengan menggelengkan kepalanya.


“sorry.... I'm sorry... I should have asked first... (maaf.... maafkan aku... seharusnya aku bertanya terlebih dahulu...)” ucapan Nicholas terhenti saat tangan kiri Sabrina menutup bibirnya. Sabrina mendekatkan wajahnya ke telinga Nicholas,


“so.... sorri.... no... I don't mean to reject you, but this experience is a first for me and I'm currently really embarrassed... (ma.... maaf... bu..bukan maksudku menolakmu, tapi pengalaman ini pertama bagiku dan aku saat ini benar-benar malu...)” bisik Sabrina di telinga Nicholas sambil memberi isyarat ke arah jendela yang terbuka, pria tampan itu langsung mengerti dengan keinginan istrinya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2