Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 107


__ADS_3

Tanpa di sadari Nicholas dan lainnya Sabrina mendengarkan semua apa yang mereka bicarakan, setelah mengantar masuk Candra ke ruang ICU Dokter jaga menghampiri Sabrina untuk berbicara tentang tindakan selanjutnya. Mereka lalu keluar dari ruang ICU dan berbicara di ruangan yang tepat berada di samping Nicholas dan anak buahnya berbicara.


Sabrina sempat mendengar tentang Nicholas yang akan mengambil tindakan pada Arman dan keluarganya, dia yang sedang berbicara sempat terdiam sejenak hingga dokter jaga memanggil namanya.


“Dokter Sabrina” Sapa Dokter itu.


“Ah iya... silakan anda lanjutkan kembali” ujar Sabrina kembali. Mereka pun melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda, pembicaraan mereka berlangsung tidak begitu lama. Setelah pembicaraan itu Sabrina keluar ruangan dan melihat ke arah Ruang tunggu, di sana dia melihat Nicholas yang terlihat kesal dan marah.


***


Arman dan keluarganya tengah duduk nyaman di pesawat yang sedang terbang menuju kota Jakarta, setelah acara akad nikah Nicholas dan Sabrina mereka segera kembali menuju ke hotel tempat mereka menginap. Arman tahu Nicholas akan bertindak, untuk mencegah hal itu terjadi dia segera memboyong keluarganya menuju Jakarta lebih tepatnya ke rumah lama mereka.


“pa... bagaimana jika tuan Nicholas menemukan kita di sana?” Indah tampak takut dan cemas.


“ kamu tenang saja, anak sia**n itu akan memainkan perannya sebagai anak yang berbakti. Selain itu tentang perjanjian ini sudah ada hitam dan putihnya, dia tidak bisa menutup mata akan hal itu” ujar Arman sambil membuka majalah bisnis yang baru di berikan pramugari.


“kenapa papa begitu yakin?” Tanya Adelia tengah asyik dengan ponselnya.


“anak sia**n yang sok suci itu pasti akan membayar hutang budinya pada kita dengan mencegah Tuan Nicholas untuk berbuat apa pun pada kita. Setidaknya dia harus membayar dari setiap butir nasi yang di nikmatinya dan darah yang mengalir di tubuhnya” Ujar Arman sangat percaya diri.


“Adel sangat tidak sabar melihat dia mati di tangan tuan Nicholas, andaikan Adel bisa melihat hal itu pasti sangat membahagiakan” ujar Adelia membayangkan Sabrina tewas di tangan Nicholas.


“kita tunggu saja kabar itu sayang, cepat ato lambat kita akan mendengarnya. O ya mas, apa mas sudah menelepon Indra untuk segera menemui kita di Jakarta?” tanya Indah yang mengkhawatirkan putranya.


“sebelum kita ke bandara, aku sudah memberi tahu Indra untuk segera mengambil penerbangan ke Jakarta” ujar Arman sambil menikmati minumannya.


“ apa perusahaan tidak apa-apa di tinggalkan begitu saja pa?” ujar Adelia mengalihkan pandangannya ke arah Arman.


“tenang saja, papa sudah menyuruh wakil papa untuk mengambil alih sementara. Perusahaan itu juga sudah dalam keadaan stabil, sekarang kita menjalankan rencana kedua agar perusahaan kita kembali berjaya” ujar Arman tersenyum licik.

__ADS_1


Adelia meraih sesuatu di dalam tas kecilnya, sebuah serum berwarna pink berada di genggamannya.


“ tenang saja pa, aku sudah menyiapkan semuanya. Saat ini Raka pasti sangat patah hati di tinggal nikah oleh tunangannya yang sok alim itu dan aku yang akan menjadi obat dari rasa sakit itu” Ujar Adelia tersenyum smirk menatap botol kecil di tangannya.


“that’s my girl...” ujar Indah tersenyum senang. Mereka pun membicarakan langkah selanjutnya, tanpa menyadari seseorang mendengar dan menguping dengan serius pembicaraan Arman dan keluarganya.


Sabrina melangkah menghampiri Nicholas, dia berdiri di hadapan pria yang sudah menjadi suaminya. Mata Elang itu sedang menatap ponselnya, melihat ujung gaun pernikahan di depannya. Kepalanya terangkat menatap ke arah Sabrina, Anjani dan Asmirah yang ingin menyapa Sabrina mengurungkan niat mereka saat Sabrina menyapa Nicholas.


“sorry Mr Nicholas, can we talk? (maaf tuan Nicholas, apa kita bisa berbicara?)” Tanya Sabrina pada Nicholas menatap ke arahnya.


“of course, please (tentu saja, silakan )” ujar Nicholas mempersilahkan Sabrina untuk duduk di kursi sampingnya.


“I mean, we can talk in private. There's something I want to say personally (maksud ku, kita bisa berbicara secara privasi. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan secara pribadi)” Ujar Sabrina menatap ke arah kiri dan kanan Nicholas. Anak buah Nicholas masih senantiasa berada di samping bosnya.


Nicholas lalu berdiri dari tempat duduknya melangkah lebih dulu menuju lift di ikuti dengan Sabrina yang berjalan di belakangnya. Langkah kaki Nicholas terhenti tepat di depan lift lalu membalikkan tubuhnya, Sabrina yang berjalan di belakang Nicholas pun berhenti mendadak.


“You guys stand guard here, call me immediately if they've been moved. If there is a problem or something suspicious, handle it properly (kalian berjaga di sini, segera hubungi aku jika mereka sudah di pindahkan. Jika terjadi masalah atau ada yang mencurigakan tangani dengan baik)” perintah Nicholas pada anak buahnya.


“okay, boss (baik bos)” ujar kedua anak buah Nicholas secara bersamaan. Mereka pun kembali ke depan ruang ICU, sebelah tangan Nicholas menekan tombol lift untuk turun. Dia menatap sejenak jam di tangannya menunjukkan jam makan siang,


“apa kamu sudah sholat? (apa kamu sudah sholat?)”tanya Nicholas membuat Sabrina termenung. Mata cantik itu melihat ke arah Nicholas begitu juga sebaliknya, perlahan Kepala Sabrina menggeleng menjawab pertanyaan pria itu.


Nicholas mengangguk sejenak, pintu lift terbuka dia mempersilahkan Sabrina terlebih dahulu masuk ke dalam lift. Suasana di dalam lift benar-benar canggung dan hening, Sabrina tampak ingin berbicara tapi d urungkannya. Namun ada yang bergejolak di dadanya yang memaksanya untuk berbicara


“you... have you prayed? (anda... sudah sholat?)” tanya Sabrina dengan hati-hati. Pemilik mata elang itu melihat ke arah Sabrina yang berdiri di sampingnya.


“I'm waiting for you to do it together (aku menunggumu untuk melaksanakannya bersama)” ujar Nicholas kemudian menatap lurus ke depan. Sabrina terkejut mendengar dengan apa yang di katakan Nicholas,


“sorry... that... i... (maaf... itu... aku...)” Sabrina terkejut dan tidak tahu harus berkata apa. Nicholas tahu jika Sabrina meragukannya, dia hanya tersenyum ke arah perempuan yang sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


“I know you will not believe that, we should now fulfill our duty. After that we just talked over lunch (aku tahu kamu tidak akan percaya begitu saja, sebaiknya sekarang kita menunaikan kewajiban kita. Setelahnya kita baru berbicara sambil makan siang)” ujar Nicholas, pintu lift terbuka saat akan keluar mereka berdua berpapasan dengan Andhini, Ningsih, Araf dan juga Yusuf.


“Sabrina, kamu mau ke mana nduk?” tanya Andhini saat berpapasan dengan Sabrina yang baru keluar dari lift, Nicholas juga ikut keluar. posisi Sabrina tepat berdiri di depan lift, mata elang itu melihat hijab panjang dan bagian bawah gaunnya akan terjepit pintu lift.


“itu bu, Sabrina...” ucapan Sabrina terhenti saat tangan kekar menyentuh punggungnya dan sedikit mendorongnya ke depan.


Kedua tangan kekar itu merangkul memberi perlindungan pada gadis cantik itu, Sabrina menatap ke arah Nicholas yang sedang menatap ke arah belakang punggungnya. Dia memastikan jika tidak ada gaun atau hijab istrinya terjepit oleh pintu lift, entah mengapa perlakuan gentle Nicholas membuat Ningsih dan Andhini tersenyum senang terkecuali Araf juga Yusuf.


Araf menatap penuh kecurigaan pada Nicholas, ada rasa tidak rela di hati Araf saat adiknya menikah dengan pria yang pilihan Arman.


“ehem...” Araf berdehem cukup keras membuat Sabrina dan Nicholas yang saling berpandangan tersada dan melihat ke arah Andhini dan lainnya yang masih menunggu jawaban dari gadis cantik itu.


“itu bu... sabrina dan tuan Nicholas mau ke mushalla dulu, kami belum menunaikan ibadah zuhur” ujar Sabrina sontak membuat Andhini dan lainnya terkejut mendengar apa yang di ucapkannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Mohon maaf pada para reader karena author hanya up satu episode dulu. Insyaallah secepatnya Author akan up episode lainnya. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2