
Eliana diam-diam mengirim pesan pada Asmirah menanyakan Sabrina.
📱
Mirah, kamu sama mbak Sabrina ya?
📱
Iya kak, kok tahu?
Eliana lalu menjelaskan dengan singkat jika saat ini Raka sedang melihat-lihat ke arah kanan dan kiri seperti sedang mencari seseorang. Dia dan Wibisana tahu jika Raka pasti sedang mencari Sabrina, karena hal itu Eliana memastikan langsung pada Asmirah.
Diam-diam tanpa sepengetahuan Sabrina, Asmirah memberi tahu tujuan mereka menuju sebuah toko pusat oleh-oleh di ibukota. Sabrina di minta eyangnya untuk membeli oleh-oleh yang akan di berikan pada kerabat, karyawan dan pegawai kerja di pabrik juga di kediaman Adiwijaya.
Mobil taksi memasuki pelataran toko itu, setelah membayar Sabrina dan Asmirah masuk ke toko itu. Mereka langsung di suguhi dengan berbagai macam jajanan khas ibu kota.
ajim, gara-gara dua bocah gagal aku mengantar Sabrina gerutu Raka kesal, dia ingin marah namun tidak tahu harus marah pada siapa.
“kak, kita ke sini sebentar ya” Eliana menshare lokasi ke GPS Raka,
“ngapain kita ke sana dek? Ini kan toko oleh-oleh?” tanya Raka menatap layar GPS nya,
“ Kak Raka kayak nggak kenal Elia, dia kan lagi senang-senangnya bikin konten me reviews jajanan” Wibisana memberi alasan pada Raka.
“trus hubungannya dengan toko pusat oleh-oleh ini apa?” tanya Raka mengendarai mobil memasuki parkiran toko pusat oleh-oleh.
“hubungannya, Elia sedang membuat konten mereviews makanan yang sering di jadikan oleh-oleh. Sekarang ayo kita masuk” ujar Eliana yang juga celingukkan mencari keberadaan Asmirah dan Sabrina.
Mereka bertiga melangkahkan kaki mereka memasuki toko pusat oleh-oleh itu, Eliana mengedarkan pandangannya memperhatikan ke sekeliling toko mencari keberadaan Sabrina dan Asmirah. Wibisana juga ikut membantu Eliana mencari keberadaan Sabrina dan Asmirah.
“kalian katanya mau cari jajanan untuk konten, kenapa malah celingak-celinguk kagak jelas gitu?” tanya Raka bingung melihat tingkah kedua adiknya.
“iya kok, ini aja kami sedang mencari jajanannya” alasan Wibisana lalu sembarangan mengambil jajanan.
Raka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia melangkah sambil melihat-lihat makanan yang terpajang. Ada satu makanan yang menarik baginya, tangan Raka akan meraih makanan itu tanpa di sadarinya ada tangan lain yang juga meraih makanan pilihan Raka.
“maaf ini saya....” Raka termenung saat melihat pemilik tangan itu yang tidak lain adalah Sabrina.
__ADS_1
“maaf saya...” Sabrina ikut termenung saat melihat pria tidak lain adalah Raka mengambil makanan yang sama dengannya.
“Sabrina”
“mas Raka” mereka berdua saling menyapa, debaran jantung terasa sangat kuat di dada mereka berdua. Sabrina tersenyum saat Raka menatap dan membalas tersenyum ke arahnya.
“mas mau beli oleh-oleh juga?” tanya Sabrina, tangannya masih memegang makanan yang sama dengan Raka perlahan-lahan di lepaskannya.
“bukan, ini untuk Elia. Katanya dia ingin membuat konten dengan makanan di toko ini” ujar Raka, dia melihat makanan yang di pilih Sabrina berada di tangannya.
“ini untuk kamu saja” Raka memberi makanan itu pada Sabrina.
“tapi mas, kata mas Elia membutuhkan untuk kontennya. Jadi, ini untuk Elia saja” Sabrina memberikan makanan itu pada Raka.
“untuk kamu saja Sabrina, di sini masih banyak makanan yang bisa di jadikan konten bagi Elia. Ambillah ini” Raka kembali memberikan makanan ke Sabrina yang di terima dengan baik olehnya.
Sabrina kembali melihat-lihat makanan lain di ikuti Raka yang berjalan di sampingnya, mereka asyik berbicara berdua lupa dengan Adik-adik mereka yang menatap mereka dari jauh.
“benar kata orang, kalo udah jatuh cinta dunia serasa milik berdua lupa dengan kita “ Eliana muncul secara tiba-tiba di samping Sabrina membuatnya terkejut.
“iya kita yang jomblo pada di anggap kagak ada nih” sindir Asmirah muncul tiba-tiba di samping Raka. Wibisana juga ada di samping Eliana sedang memperhatikan makanan yang ada di rak.
“Berarti kalian setannya” ujar Raka kesal acara PDKT nya di ganggu oleh tiga makhluk ajaib.
Sabrina kembali di monopoli oleh Eliana dan Asmirah membuat Raka semakin kesal, namun sesekali Sabrina menatapnya melemparkan senyuman termanis pada Raka. Panah cupid pun beraksi dengan menancap tepat di dada Raka membuat debaran cinta berdebar kuat, rasa kesal di rasakannya tadi menguap begitu saja.
Senyuman manis Sabrina di balas balik oleh Raka dengan senyuman hangat membuat ketampanannya terpancar. Pengunjung perempuan yang melihat ke arah Raka mendadak pada meleleh melihat senyuman itu, mereka berdiri mematung menatap dengan wajah mupeng dan baper.
Beberapa perempuan memberanikan meminta nomor telepon Raka tapi sama sekali tidak di indahkan olehnya, mata Raka sudah terpaku pada sosok perempuan yang sesekali mencuri pandang ke arahnya.
Perhatian Sabrina teralihkan saat Asmirah dan Eliana mengajaknya ke tempat lain melihat-lihat makanan yang terpajang di tempat lain. Pesona cantik wajah Sabrina menjadi daya magnet para pria baik karyawan maupun pengunjung.
“Kak.... Sepertinya bukan hanya kakak saja yang terpesona dengan sosok dokter Sabrina” ujar Wibisana menyadarkan Raka, matanya segera melihat ke sekeliling di mana pria yang tampak pura-pura mencari sesuatu bahkan ada yang sengaja mondar mandir di samping Sabrina, Eliana dan Asmirah.
“kita berdiri dekat mereka” ujar Raka dengan kecemburuan maksimum. Wibisana hanya tersenyum melihat tingkah Raka dengan kecemburuannya pada pria lain yang mencoba menarik perhatian Sabrina.
Wibisana dan Raka berdiri di dekat para gadis, Raka pun sengaja menarik tangan Sabrina untuk berdiri di sampingnya. Dia meraih keranjang di tangan Sabrina dan membawanya, sebelah tangannya tidak di lepaskan sama sekali oleh Raka.
__ADS_1
Jari jemari itu malah di tautkan oleh Raka memperlihatkan pada semua pria yang melirik ke arah Sabrina jika dia sudah ada yang memilikinya. Sabrina termenung melihat tangannya yang di pegang oleh Raka, wajahnya merona memerah menambah kecantikan hakiki padanya.
Eliana dan Asmirah terkejut dengan apa yang mereka lihat,
“Mirah, aku nggak salah lihat kan?” mata Eliana berkali-kali di kedipkan melihat tingkah Raka tergolong berani.
“nggak kak...” ujar Asmirah termenung melihat Raka dan Sabrina melangkah mengambil jajanan bersama-sama.
“namanya juga orang lagi cemburu berat, tingkah lakunya jadi pada super duper posesif” Wibisana ikut termenung melihat tingkah Raka.
Debaran jantung Sabrina semakin tidak karuan tatkala Raka tangan mereka terpaut satu sama lain. Mata Raka mengawasi sekelilingnya, menatap beberapa pria yang mulai sibuk dengan urusan mereka. Perempuan yang terpesona mulai melihat ke arah Sabrina dengan tatapan mematikan, mereka yang sedari tadi mencoba menarik perhatian Raka hanya bisa menggigit jari menatap kedekatan itu.
“mas...” panggil Sabrina merasa tidak enak dengan tatapan musuh dari perempuan di sana.
“hmm” Raka menatap Sabrina sedang menatap tangannya yang di pegang olehnya.
“ma... maaf, aku hanya ingin semua orang mengetahui jika kamu milikku dan aku adalah milikmu” ujar Raka akan melepaskan tangan Sabrina, matanya terbuka sempurna saat tangan milik Sabrina juga menautkan jari jemarinya dengan wajah merona merah.
Senyuman kembali tersungging di wajah tampannya, membuat aura ketampanannya terpancar. Mereka terlihat sangat serasi, membuat beberapa orang iri dan kesal.
Eliana, Asmirah dan Wibisana menatap dari kejauhan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, mereka benar-benar sudah di lupakan Raka dan Sabrina.
“kak Raka, mbak Sabrina... tungguin kita....” protes Eliana sambil menggandeng tangan Asmirah dan Wibisana.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...