Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 133


__ADS_3

Area 21+


****************


King kobra sudah merasa senang dan nyaman di dalam gua sempit juga hangat, dia sama sekali tidak ingin keluar dari sana.


Mata tajam berwarna Biru milik Nicholas menatap ke arah mata cantik Sabrina, mereka saling berpandangan satu sama lain. Tanpa di duga Nicholas perlahan Sabrina mendekatkan wajahnya dan memeluk erat tubuh Nicholas yang bergetar, pelukan hangat Sabrina memberi efek arus aliran listrik bertenggangan tinggi.


King kobra memulai permainan dengan mendominasi dan bergerak dengan perlahan di dalam gua gelap miliknya. Dia bergerak perlahan menelusuri dengan hati-hati gua terdalam, aliran air dalam gua itu mempermudah gerak king kobra yang bolak balik mencari jalan di gua gelap itu.


King kobra bergerak dengan perlahan-lahan agar dia tidak menabrak sesuatu di dalam gua yang sedang di telusurinya, pergerakannya pun mulai berubah lincah dan sangat bersemangat mencari jalan terbaik.


Pelukan erat itu terlepas dengan kedua tangan berada di pundak kekar Nicholas dengan berpegangan erat, kuku-kuku dari jari lentik itu tampak terbenam di pundak seiring dengan suara nyanyian merdu yang menggema di dalam kamar itu.


Pelukan hangat Sabrina memberi ketenangan dan perlahan-lahan menghilangkan rasa amarah, penyesalan dan bersalah pada masa lalunya. Nyanyian dari suara merdu Sabrina menutupi suara tangisan adiknya yang berdengung dalam benak Nicholas.


King kobra bergerak cepat berusaha mencari jalan, dia pun merasa pening dan memuntahkan bisa miliknya di dalam gua gelap itu.


Mata Nicholas menatap nanar dengan gigi yang masih menggigiti lengannya sendiri, perlahan kedua tangan Sabrina memegangi pipi Nicholas membelai lembut hingga perlahan gigitan di lengan itu terlepas.


Mata indah Sabrina menatap sayu ke arah Nicholas, keringat menghiasi kening dan seluruh tubuhnya. Sabrina dan Nicholas tampak mengatur nafas yang terengah-engah akibat mereka baru saja berlari meraton mengelilingi lapangan, tangan Sabrina membelai wajah tampan itu hingga jari jemarinya mengenai bibir Nicholas yang membalasnya dengan mencium lembut puncak jari itu.


Sabrina masih mengatur nafasnya menatap sayu ke arah Nicholas, kening mereka menempel satu sama lain Nicholas membalas menatap Sabrina dengan cukup lama. Perlahan Nicholas mendekatkan kembali wajahnya, bibirnya kemudian menciumi lembut bibir Sabrina dengan tounge menjelajahi sambil mengabsen sesuatu di dalam bibir mungil itu.


King kobra masih berada di dalam gua sempit dan gelap itu, dia kembali terbangun dan merasa segar setelah memuntahkan bisanya.

__ADS_1


Walaupun Ac di ruangan itu menyala untuk menyejukkan ruangan, namun suasana di arena pertandingan terasa sangat panas. Nicholas tanpa sadar sudah memicu aliran listrik bertenggangan tinggi pada Sabrina.


King kobra kembali mencari jalan keluar dari gua sempit dan gelap itu, dia bergerak mondar-mandir bersemangat untuk keluar dari gua gelap dan pengap itu.


Nyanyian merdu Sabrina menggema di kamar itu, membakar apa saja yang mudah terbakar. Pertandingan di arena itu terus berlanjut dengan beberapa ronde di mana setiap rondenya di menangkan telak oleh Nicholas, membuat istrinya sangat kelelahan dan merasa seluruh energinya habis terkuras.


Berkali-kali king kobra memuntahkan bisanya di gua sempit itu, dia sama sekali tidak menemukan jalan keluar. Dia terus mondar-mandir di jalan yang sama hingga akhirnya rasa mual tidak tertahankan olehnya, king kobra memuntahkan bisa yang sangat banyak.


Mata Sabrina tampak sangat berat, dia benar-benar sudah sangat kelelahan dengan aktivitas yang baru saja selesai.


Nicholas mengatur nafasnya sejenak berbaring di samping Sabrina, dia menatap ke arah istrinya yang sudah tertidur. Setelah merasa cukup segar dia bangkit dari rebahannya lalu duduk di tepian ranjang.


Tangan kekar itu meraih celana panjang yang tergeletak di lantai dan segera di kenakannya. Dia mengalihkan pandangannya ke Sabrina, dari raut wajah cantik itu terlihat tidak nyaman. Berkali-kali perempuan cantik itu berusaha membuka matanya namun terasa berat,


Dia membaca sebuah artikel yang menjelaskan sesuatu di sana, setelah membaca semua itu dia tampak mencari-cari sesuatu di dalam kabinet di bawah wastafel di kamar mandi itu.


Dia hanya menemukan beberapa botol sabun, parfum aroma theraphy dan garam mandi yang tersimpan rapi di dalam kabinet itu. Dia lalu melihat jam yang tertera di layar ponsel yang sudah menunjukkan pukul empat pagi waktu setempat,


Masih jam 4 pagi, pastinya jam seperti ini belum ada satu toko pun yang buka. Terpaksa dengan menggunakan yang ada saja, semoga dengan ini bisa membantu Brina untuk rileks gumam Nicholas dalam hati botol sabun, parfum aroma teraphy dan garam mandi berwarna ungu.


Nicholas lalu menuangkan cairan aroma theraphy dan memasukkan garam mandi ke dalam air hangat yang sudah tertampung. Air hangat itu perlahan berbuih dan berbusa sangat banyak, Setelah semua beres Nicholas lalu melangkah menuju ranjang menatapi gadis yang sudah terlelap dalam dunia mimpi.


“Brina...let's go clean up first (Brina... ayo kita harus membersihkan diri dulu)” ajak Nicholas pada Sabrina yang sudah terlelap, matanya tertutup rapat sangat susah untuk di buka.


“Brina honey, wake up for a moment. you have to clean up first ... (Brina sayang, bangunlah sejenak. kamu harus membersihkan diri dulu)” ujar Nicholas membelai lembut rambut Sabrina yang tergerai indah. Perlahan Sabrina berusaha membuka matanya yang terasa berat sambil tangannya terangkat ke udara.

__ADS_1


“Nic... can... you help me... (Nic... bisakah... kamu membantuku....)” ujar Sabrina melemah, matanya terlalu berat untuk di buka. Kedua tangan Sabrina terangkat ke atas langsung di pegangi oleh Nicholas, Senyuman hangat tersungging di wajah tampannya yang lalu mengecup kening Sabrina dengan penuh kelembutan.


Kedua tangan Sabrina mengalung ke leher Nicholas bergelayut manja padanya, kebahagiaan menyelimuti hati pria tampan itu. Tersungging senyuman yang menambahkan nilai plus di wajah tampan Nicholas saat melihat tingkah manja Sabrina, kedua tangan kekarnya menyusup ke bawah bagian tubuh istrinya lalu perlahan di bopong oleh Nicholas.


“hemm...” Sabrina semakin membenamkan wajahnya ke leher Nicholas yang lalu melangkah menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi tangan kekar Nicholas perlahan membuka balutan kain yang membungkus tubuh gadis cantik itu. Dengan hati-hati juga perlahan dia merebahkan Sabrina dalam bath up yang sudah terisi air hangat, gelembung dan wangi harum yang membuat rileks.


Sabrina merasa rileks hampir saja terbenam di dalam Bath up, tidak ingin terjadi apa-apa dia pun ikut masuk ke dalam bath up setelah melepaskan celana panjang miliknya. Dia lalu ikut masuk ke dalam bath up berukuran besar itu, lalu menyandarkan tubuh Sabrina ke dada bidangnya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2