Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 206


__ADS_3

Indra ingin berbicara namun dia tidak tahu harus berbicara apa, dia terlihat kebingungan dan hal itu di sadari oleh Sabrina.


“Indra.... “ sapa Sabrina membuat Indra menatap langsung ke arahnya, Sabrina hendak berbicara namun terhenti saat mendadak begitu saja Indra bersimpuh di hadapannya.


“indra?!!! Kamu ngapa....”


“ kak.... Kak Sabrina.... Maafkan... Maafkan atas semua kesalahan mama, kak Adel.... “


“ indra... Kamu jangan seperti ini, berdirilah!!! “


Sabrina tampak berusaha dengan menarik tangan Indra untuk berdiri tegak, namun Indra tetap bersikeras dengan posisinya.


“tidak kak.... Aku pantas seperti ini, kesalahan kami sudah begitu banyak, kami membuat kakak sangat menderita dan... “


“ (kembali berusaha membantu Indra) kamu berdirilah Indra, jangan seperti ini”


Indra menatap Sabrina dengan tatapan bersalah, dia menyerah dan berdiri dengan wajah tertunduk. Sabrina masih memegangi tangan Indra menatap dalam ke arah matanya,


“Indra.... Aku sudah memaafkan segalanya sejak lama dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Aku sudah bisa berdamai dengan apa yang terjadi dalam hidupku karena semua itu sudah jalan dari – Nya, aku harap kamu juga bisa Indra”


Indra semakin merasa malu dan segan pada Sabrina yang sama sekali tidak menaruh dendam atau marah atas semua perbuatannya, Indah dan Adelia.


“Kak....” Indra menatap ke arah mata Sabrina yang tersenyum hangat ke arahnya.


“ kamu memanggil ku kakak dan sebagai kakak aku memaafkan segalanya” ujar Sabrina memberikan ketenteraman dan mengangkat sedikit beban di hati Indra.


Park Joon, Shu Kye dan Rian diam – diam tersenyum juga terharu dengan pemandangan yang ada di depan kamar Arman, mereka sangat senang akhirnya keluarga mereka bisa bersatu.


Pagi di kota Solo....


Pesawat Jet milik Nicholas mendarat dengan lancar di bandara Adi Sumarno Solo, tanpa membuang waktu Nicholas bergegas keluar dari pesawat dan menuju ke luar bandara. Tidak tampak sama sekali raut wajah lelah di wajah Nicholas, berbeda dengan Jack juga bawahan lainnya.

__ADS_1


Raut wajah mereka terlihat letih dan lelah, di benak mereka sudah terbayang ranjang empuk yang akan mengantar mereka ke dunia mimpi. Mobil jemputan sudah berdiri dengan cantik di pelataran bandara, Nicholas segera menaiki mobil itu dan meminta supir untuk mengantarnya ke kediaman Adiwijaya.


Mobil mewah itu meluncur menuju alamat yang di tuju, wajah Nicholas tampak berbinar – binar dengan senyuman yang terus menerus tersungging di wajah tampannya. Dia membayangkan reaksi Sabrina saat bertemu, kata – kata yang akan di utarakannya sudah tersusun rapi di benaknya.


Sabrina baru saja selesai membantu menyuapi Arman, saat meletakkan piring di meja yang tersedia di samping jendela dia melihat Anjani, Asmirah dan Gendis di taman rumah sakit.


Mirah... Ini kesempatanku untuk berbicara dengannya gumam Sabrina dalam hati, dia teringat dengan sikap Asmirah yang terkesan menjauhinya. Sabrina juga sering memergoki Asmirah yang terlihat sedih dan murung, sikap yang berbeda dengan Asmirah yang di kenalnya dulu.


Baby Yusuf tampak tenang dalam gendongan Shu Kye, sesekali terdengar tawa khasnya saat Park Joon bercanda dan bermain dengan baby imut itu. Tawa khas Baby Yusuf membuat Arman tersenyum senang dan bahagia,


“ eomma, gantian... aku juga ingin mengendong cucuku” protes Arman.


“Maaf putraku, kamu masih sakit dan belum bisa menggendong cicitku. Kamu sembuh dulu baru bisa bermain bersamanya... “ ujar Shu Kye yang kembali menguyuh Baby Yusuf, dia masih tidak ingin lepas dari cicit yang sudah mencuri hatinya.


“istriku, aku juga ingin menggendong Yusuf, sini...” ujar Park Joon dengan kedua tangan yang sudah berada di badan baby Yusuf.


“Suamiku, apa kamu sudah mencuci tangan?! “ tanya Shu Kye dengan tatapan mautnya, Park Joon seketika menarik dan menatap ke arah tangannya yang bersih. Sabrina dan Indra tersenyum hangat melihat pemandangan itu, dia bisa melihat baby mungilnya gelisah.


Baby Yusuf merasa sangat tidak nyaman saat dia di perebutkan, dia mulai merengek dengan tangan mungilnya menggapai ke arah Sabrina.


“halmoni, sepertinya Yusuf merasa bosan. Aku akan mengajaknya jalan – jalan di taman rumah sakit bersama Hee Na” ujar Sabrina merentangkan tangannya untuk menggendong baby Yusuf, tangan mungilnya menarik dengan semangat sambil menepuk – tepuk pelan tangan Sabrina.


“ aigoo cicitku. halmoni, masih ingin bermain denganmu” Shu Kye terlihat tidak ingin berpisah dengan Baby Yusuf, begitu juga dengan yang lainnya.


“Waaaaaa..a....waaa eeaaaa.... ( umi, bawa aku secepatnya) “ baby Yusuf terlihat sudah begitu tidak nyaman dan kembali mengeluarkan suara khasnya. Dia kembali melayangkan protes pada Sabrina yang masih belum menggendongnya, senyuman hangat semakin terlukis di wajah cantik Sabrina saat melihat tingkah Baby Yusuf yang menggemaskan.


“eomma, biarkan Sabrina mengajak Yusuf keluar. Jika berada di sini terlalu lama tidak baik untuk kesehatannya, aku juga butuh perhatian eomma” ujar Arman terkesan cemburu, semua serentak menatap ke arah Arman.


“aigooo, putra kesayanganku ternyata juga butuh perhatian ku” ujar Shu Kye dengan senyuman penuh makna terlukis di wajahnya. Baby Yusuf terlihat antusias saat kini dia sudah berada dalam gendongan Sabrina, tangan mungilnya memegang erat hijab Sabrina seakan tidak ingin terpisahkan.


“Tidak hanya putra mu saja, istriku.... “ ujar Park Joon.

__ADS_1


“aku juga halmoni” ujar Indra juga sehingga membuat semua yang ada di ruangan Arman tertawa lepas, kehangatan sangat terasa jelas dalam ruangan itu. Kehangatan yang sangat di rindukan oleh Sabrina, matanya sempat menatap ke arah Arman yang membalasnya menatap dengan tatapan lembut dan kasih sayang.


Tatapan kasih sayang seorang ayah kepada putrinya yang memberikan rasa kehangatan di hati Sabrina,


Kehangatan ini.... Jadi inikah rasanya.... Gumam Sabrina dalam hati merasakan kupu – kupu yang menari bahagia di dalam dadanya, Arman sedikit menganggukkan kepalanya mengisyaratkan Sabrina untuk pergi.


Setelah berpamitan dengan Shu Kye dan lainnya, Sabrina bersama Hee Na melangkah keluar ruang perawatan Arman menuju lift. Yohan dan anak buahnya senantiasa menemani mengikuti di belakang mereka berdua, mata bulat Baby Yusuf menatap ke arah Yohan dan para body Guard.


Tatapan dari mata bulat berwarna biru serta wajah tampan baby Yusuf membuat para body Guard jatuh hati, mereka sesekali mengajak bercanda dengan memperlihatkan wajah lucu.


Iringan mobil Nicholas sampai di kediaman Adiwijaya, pria tampan itu segera turun dari mobil dengan berjuta harapan di hatinya. Dia menghampiri pintu gerbang dan tampak melihat ke sana ke mari, kediaman itu terlihat sepi dan tidak berpenghuni.


Pak Slamet yang baru kembali dari pabrik batik tampak heran saat melihat pria asing berdiri di depan gerbang sambi melihat ke arah kediaman Adiwijaya, dia juga merasa heran saat melihat beberapa pria bersetelan rapi berdiri dengan sikap siaga di samping mobil mewah yang terparkir di depan gerbang itu.


Pak Slamet berjalan sopan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya saat melewati beberapa pria bersetelan rapi dan menghampiri Nicholas yang masih membelakanginya, dengan berani dia menepuk pundak pria tampan itu.


“maaf mas..... Ada apa ya? “ tanya pak Slamet membuat Nicholas segera membalikkan tubuhnya, pemilik mata biru itu menatap ke arah pak Slamet dari atas kepala hingga kakinya. Raut wajah mereka terlihat kebingungan saat saling menatap, Nicholas sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh pak Slamet.


“Sorry... I don't understand what you're saying (Maaf... Aku tidak mengerti dengan apa yang anda katakan) “ ujar Nicholas kebingungan.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2