Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 200


__ADS_3

grandson... i won't let anyone hurt you, i will end this war to the last drop of blood (cucuku... tidak akan ku biarkan siapa pun menyakiti mu, aku akan mengakhiri perperangan ini sampai titik darah penghabisan) gumam John dalam hati menatap ke arah para orang - orangnya. Mereka tampan bersiap - siap dengan persenjataan yang tersembunyi di balik jas Hitam, raut wajah mereka terlihat dingin dan datar. Terpancar jelas aura mencekam dari masing - masing mereka, John lalu melangkah lebih dulu setelah menyimpan ponselnya ke dalam saku celana di ikuti dengan para anak buahnya.


kilas balik end


****


Rumah sakit....


Sabrina di temani Yohan dan beberapa anak buah Yohan datang mengunjungi Ningsih, seperti biasa Para anak buah bersiaga di luar ruangan Ningsih. Setelan mereka yang rapi serta body yang kekar membuat beberapa pengunjung terlihat segan dan ada juga yang takut, Sabrina sebenarnya hanya ingin datang sendirian tanpa di temani oleh body guard.


Tidak ingin terjadi apa pun dengan istri dan anak tuannya Yohan pun dengan tenang menjelaskan pada Sabrina untuk keselamatannya juga baby Yusuf, kilasan bayangan saat mereka di serang di apartemen masih sangat segar di ingatan Sabrina. Dia hanya bisa menghela nafas panjang saat mendengar beberapa cuitan dari netijen yang penasaran dengan kehadiran pria bersetelan rapi dan gagah,


“mungkin saja dia istri pejabat,”


“mungkin juga dia artis secara dia cantik banget”


“ ato bisa saja simpanan sugar daddy” ujar netijen yang iri.


“Ah... Masak iya dia simpanan sugar daddy” sanggah beberapa netijen lain saat melihat tampilan Sabrina yang memakai hijab, mereka merasa tidak mungkin seseorang berhijab akan melakukan kesalahan untuk menjadi wanita simpanan.


“Bisa aja kan?! Apa lagi jaman sekarang... “ ujar netijen lainnya.


Komentar negatif dan positif dari para netijen terus berdengung saat mereka menatap kedatangan Sabrina yang di kawal oleh beberapa orang berpakaian rapi, mereka terpesona dengan pria - pria yang selalu setia mengikuti Sabrina ke mana pun.


Mereka bisa menebak jika Di balik kaca mata hitam yang selalu terpasang di wajah para body guard itu ada paras yang sedap di pandang mata oleh kaum hawa, tubuh kekar dan atletis mereka di balut dengan setelan hitam yang memberi kesan berbeda.


Sabrina dan beberapa pria itu masuk ke dalam lift yang akan mengantar mereka menuju lantai di mana Ningsih di rawat.

__ADS_1


“sebentar... Sebentar.... Tolong tunggu sebentar” terdengar suara dari arah luar lift yang mana pintu lift itu akan menutup, Sabrina segera meminta Yohan untuk menekan tombol lift agar pintu lift itu terbuka kembali. Shu kye di temani Park Joon berdiri tepat di depan lift, raut wajah mereka terlihat lega saat pintu lift itu kembali terbuka.


Mata Shu Kye termenung dan terpesona saat melihat sosok Sabrina, perempuan cantik berhijab berdiri di antara para body guard itu adalah cucu nya yang sangat ingin di temui. Mata mereka saling bertemu dan saling menatap satu sama lain, ada sebuah rasa ikatan yang tidak bisa di jelaskan kata – kata. Begitu juga dengan Park Joon menatap ke arah Sabrina yang membalas menatap mereka dengan kebingungan,


Sabrina... Sabrina Cucuku.... Dia mirip dengan Arman.... Matanya.... Hidungnya.... Kecantikannya lebih mirip dengan Rianti... Gumam Shu Kye dalam hati, dia sangat teringin untuk memeluk cucunya yang berdiri tepat di sampingnya.


Yohan menatap pasangan itu langsung teringat saat Adiwijaya meminta mereka untuk tidak menemui keluarganya.


Aren't they the couple who talked to lord Adiwijaya, from what I caught it seems like they have a relationship with the young madam (Bukankah mereka pasangan yang berbicara dengan tuan Adiwijaya, dari apa yang aku tangkap sepertinya mereka memiliki hubungan dengan nyonya) muda gumam Yohan dalam hati memperhatikan pasangan itu.


“hmm... Anda akan masuk?! “ tanya Sabrina ragu – ragu pada pasangan itu, seakan tersadar Park Joon segera memegang tangan Shu Kye yang juga tersadar dari lamunannya.


“hah... iya..... Iya... “ ujar Park Joon menggandeng tangan Shu Kye, mereka berdiri berdampingan dengan Sabrina. Para body guard terlihat bingung dan saling berpandangan, mereka lalu bersikap waspada dengan sebelah tangan hendak meraih sesuatu di balik. Sikap mereka langsung di sadari oleh Yohan yang segera memberi kode untuk tidak bertindak apa pun.


“which floor? (lantai berapa?)” tanya Yohan pada pasangan itu. Park joon menatap dinding lift di mana tombol angka yang akan mereka tertuju menyala,


“kamu sangat cantik, sangat mirip dengan seseorang yang ku kenal” ujar Shu Kye membuat Sabrina menatap ke arahnya.


“Terima kasih nyonya, anda juga terlihat masih sangat cantik” puji Sabrina. Park Joon terlihat mengeratkan pegangan tangannya pada Shu Kye, dia mengingatkan pada istrinya untuk tidak berbicara dengan Sabrina.


Park Joon teringat dengan permintaan Wiyasa yang meminta mereka memberi waktu untuk memberitahu Sabrina, namun berbeda dengan Shu Kye yang tidak bisa menahan diri lagi. Kondisi Arman semakin menurun memanggil jiwa ke ibuannya, dia tidak tahan menatap putra semata wayangnya antara hidup dan mati.


“내 아내, 힘내세요. 우리는 Adiwijaya의 가족이 Sabrina와 이야기하기를 기다리기로 동의했습니다. 우리가 이렇게 행동하면 그들은 더 화를 내고 화를 낼 것입니다 (istriku, tahan dirimu. Kita sudah setuju untuk menunggu keluarga Adiwijaya berbicara dengan Sabrina, mereka akan semakin tersinggung dan marah jika kita bertindak seperti ini)” ujar Park Joon yang menggunakan bahasa Korea agar Sabrina dan lainnya tidak mengerti. Sabrina tampak menatap heran saat Park Joon menyinggung nama eyang dan juga dirinya, dia langsung menatap ke arah pasangan itu.


“더 이상 기다릴 수 없어요, 남편. 사브리나는 알아야 할 가치가 있습니다.. (Aku tidak bisa menunggu lama lagi, suamiku. Sabrina berhak tahu..)” ujar Shu Kye tidak sabaran, ras penasaran berkecamuk di benak Sabrina saat namanya terus di sebut.


“죄송합니다. 무슨 말씀이세요? 무엇을 알아야 합니까? 왜 너희 둘 다 나와 이야기하려면 가족의 승인을 기다려야 합니까? (Maaf, apa maksud perkataan anda tadi? Apa yang harus aku tahu? mengapa Anda berdua harus menunggu persetujuan dari keluargaku untuk berbicara denganku?)” tanya Sabrina dalam bahasa Korea, Park Joon terkejut saat Sabrina sangat fasih dan lancar berbahasa Korea.

__ADS_1


“우리가 무슨 말을 하는지 이해합니까? (Kamu paham dengan apa yang kami bicarakan?)” tanya Park Joon yang segera di angguki oleh Sabrina. Pasangan itu terkejut dan terdiam seketika menatap Sabrina yang bertanya, Park Joon terlihat bingung tidak tahu harus mengatakan apa. Shu Kye pun berinisiatif untuk berbicara dan menceritakan apa yang harus di ketahui oleh Sabrina,


“Sebenarnya... “


Ting....


Ucapan Shu Kye terhenti saat lift mereka masuki berhenti pada lantai yang di tuju, perlahan pintu lift terbuka. Tepat di depan lift itu Adiwijaya dan Cakra sedang berdiri menunggu pintu lebih lift terbuka, mata mereka berdua terbuka lebar saat melihat Shu Kye dan Park Joon bersama dengan Sabrina juga lainnya.


Park Joon memegang tangan istrinya, dia sangat mengerti dan paham jika keluarga Adiwijaya tidak senang juga membenci Arman.


......................


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


mohon maaf karena beberapa waktu yang lalu Author tidak update karya, Lantaran di karenakan Author sedang memikirkan ide - ide cerita.


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2