
Candra masih di temani Wibisana dan Adrian berdiri dari tempat duduknya,
“adrian, papa ingin bertemu dengan Adi sekarang” ujar Candra pada Adrian yang langsung memapahnya mendekati ruang ICU. Sabrina perlahan melepaskan pelukan Araf menatap ke arah Candra lalu menghampirinya,
“ Opa.....om.... Sabrina... Sabrina benar-benar minta maaf atas kejadian ini... hikkssss....” ujar Sabrina penuh penyesalan. Candra menatap gadis itu yang menundukkan wajahnya, matanya beralih pada Nicholas yang senantiasa berdiri di belakang gadis cantik itu.
“Opa sudah mendengar apa yang terjadi sebenarnya, bohong jika opa tidak kecewa dengan pernikahan kalian. Tapi opa akan memilih pilihan yang sama denganmu jika hal itu terjadi, ini adalah cara dari Allah memberi tahu jika kamu dan Raka belum berjodoh” ujar Candra tersenyum hangat ke arah Sabrina yang masih meneteskan air matanya.
“maafkan Sabrina opa... Om...” Sabrina menundukkan wajahnya menangis sedih. Candra mendekat ke arah Sabrina, tangan kanannya terulur untuk ke arah dagu runcing Sabrina. Perlahan tangan itu mengangkat wajah cantik Sabrina yang sudah di basahi air mata, perlahan dia mendekat mengecup pucuk kepala Sabrina penuh kasih sayang.
“Semoga kamu selalu di berikan kebahagiaan oleh Allah nak...” ujar Candra menatap wajah cantik gadis itu. Mata tuanya menatap ke arah Nicholas yang berdiri di samping Araf,
“I wish Sabrina would be a part of my family, humans can plan everything but only Allah decides everything. Always make her happy... (aku berharap Sabrina akan menjadi bagian dari keluarga ku, manusia bisa merencanakan semuanya namun hanya Allah yang menentukan segalanya. Selalu bahagiakan dia...)” pesan Candra pada Nicholas sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
“I will always take care of him and give him happiness (Aku akan selalu menjaganya dan memberikannya kebahagiaan)” ujar Nicholas menyambut jabatan tangan. Perlahan jabatan tangan itu di lepaskan Candra, bergantian dengan Adrian ikut menyalami Nicholas.
Candra menatap ke arah Sabrina yang berdiri di samping Araf,
“maukah kamu menemani opa, untuk bertemu dengan eyang dan bapakmu?” Candra menatap hangat ke arah Sabrina yang langsung mengangguki kepalanya.
Candra, Adrian dan Sabrina masuk ke ruang ICU, sedangkan keluarga Adiwijaya yang lainnya kembali menunggu di ruang tunggu. Nicholas menatap ke arah Jack dan mengode padanya untuk berbicara secara pribadi dengannya.
Nicholas dan Jack sedikit menjauh dari keluarga Sabrina, Araf juga Yusuf terus memperhatikan gerak-gerik mereka.
__ADS_1
“they have been very brave and even hurt Sabrina, it's time for punishment for them I want them to be arrested right now. Do it carefully, don't cause a fuss (mereka sudah sangat berani dan bahkan menyakiti Sabrina, saatnya hukuman untuk mereka aku ingin mereka di tangkap sekarang juga. Lakukan dengan hati-hati, jangan menimbulkan keributan)” perintah Nicholas pada Jack yang tahu siapa di maksud bosnya.
“do i need to take them there, boss? (apakah perlu aku membawa mereka ke sana, Bos?)” tanya Jack meminta persetujuan Nicholas.
“that's even better, wait for my next order (itu lebih bagus lagi, tunggu perintah ku selanjutnya)” ujar Nicholas pada Jack, samar-samar mereka mendengar sesuatu. Tangan kanan Nicholas itu tahu dari mana asal muasal suara itu begitu juga Nicholas, tanpa sengaja mereka melihat siluet seseorang yang sedang mencuri dengar apa yang mereka diskusikan.
Seseorang itu yang tidak lain Araf segera pergi menjauh saat Nicholas dan Jack terdiam sejenak,
“do i need to take action for him boss? (apa perlu aku ambil tindakan untuk dia bos?)” tanya Jack sambil terus memperhatikan gerak gerik Araf dari sudut matanya.
“no need, just let it be. Find them soon (tidak perlu, biarkan saja. Segera temukan mereka)” perintah Nicholas akan melangkah menuju pintu ruang ICU.
Yohan datang menghampiri Nicholas, dia sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Nicholas.
“Sorry young master, there's an emergency call. Something had happened in Abraham's house. You are asked to come there immediately (maaf tuan muda, ada telepon darurat. Telah terjadi sesuatu di kediaman Abraham. Anda di minta untuk datang segera ke sana)” ujar Yohan pada Nicholas yang terdiam larut dalam pikirannya.
“he asked you to come soon (beliau meminta anda untuk segera datang)”ujar Yohan kembali dengan wajah sangat serius.
“boss, what about Miss Sabrina? His grandfather and father are still in an unstable state. Are you going to leave him here? Shouldn't you take it too? (bos, bagaimana dengan nona Sabrina? Kakek dan ayahnya masih dalam keadaan belum stabil, Apa anda akan meninggalkannya di sini? Apa tidak sebaiknya anda juga membawanya?)” Tanya Jack.
I really want to take her, but she will be very sad because she won't be able to see her family again. If I leave him here it won't be safe for him and I won't feel at ease either (aku sangat ingin membawanya, tapi dia akan sangat sedih karena tidak akan bisa bertemu dengan keluarganya lagi. Jika aku tinggalkan dia di sini akan tidak aman baginya dan aku juga tidak akan merasa tenang) gumam Nicholas dalam hati.
“young master if I may suggest how about if you try to talk it over with Miss Sabrina (tuan muda jika boleh aku menyarankan bagaimana jika anda mencoba untuk membicarakannya dengan nona Sabrina)” ujar Yohan memberi solusi.
__ADS_1
“Yohan said the boss is right, you should try to talk to the lady (benar kata Yohan bos, sebaiknya coba anda bicarakan saja dengan nona)” Jack ikut mendukung gagasan Yohan.
“Alright, I'll try to talk about this with Sabrina. Yohan you go back to the villa to prepare everything (baiklah, akan aku coba bicarakan hal ini dengan Sabrina. Yohan kamu kembali ke villa untuk menyiapkan semuanya)” Ujar Nicholas sambil melangkah menuju ruang tunggu ICU.
“ok young master (baik tuan muda)” Yohan sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat dengan sopan pada Nicholas. Dia juga memberi hormat pada keluarga Sabrina yang ikut menunggu di sana, mereka juga membalas dengan ramah sapaan Yohan.
Jack juga undur diri untuk melaksanakan perintah Nicholas, dia juga menyapa ramah keluarga Sabrina yang duduk di ruang tunggu itu.
Asmirah dan Anjani merasa canggung saat bersama dengan Nicholas yang duduk di depan mereka, Araf, Yusuf, Wulan dan Ningsih sudah pergi untuk menunaikan kewajiban sambil mencari makanan untuk mereka. Cakra sedang ke ruang administrasi, hanya tinggal para gadis, Nicholas dan beberapa anak buah Nicholas yang berjaga di sana.
Nicholas sengaja menyuruh mereka berjaga di sana agar tidak ada yang mengambil kesempatan untuk menyakiti Sabrina dan keluarganya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...