Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 56


__ADS_3

Sabrina baru menyelesaikan semua pekerjaannya, tidak lupa dia meminta izin pada calon mertuanya Adrian untuk kembali pulang ke Surakarta.


Tok.... Tok.... Tok.....


Pintu ruangan Adrian di ketuk oleh Sabrina.


“Masuk” terdengar suara Adrian dalam ruangannya menyuruh masuk. Sabrina membuka pintu ruangan Adrian dan menyapanya dengan ramah.


“Assalamualaikum dokter Adrian” sapa Sabrina dengan ramah.


“Waalaikum salam dokter Sabrina, mari silahkan masuk” Adrian berdiri dari kursi kerjanya mempersilahkan Sabrina untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangannya.


“Maaf Sabrina sudah mengganggu dokter Adrian....”


“Sabrina... Sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga Wiguna. Jadi mulai dari saat ini panggil saya dengan papi, mengerti?”


“ Maaf Dok eh maksud saya papi. Karena kebiasaan dengan pekerjaan jadi Sabrina lupa pi” Sabrina tampak canggung dan malu. Adrian tersenyum senang melihat tingkah Sabrina, wajahnya merona menambah kecantikan tersendiri.


“ o ya d... Pi.... Sabrina mohon ijin untuk beberapa hari ini tidak masuk bekerja karena sabrina ingin pulang ke Surakarta sebentar”


“ya.... Ya... Ya... Raka sudah menceritakannya pada papi. Tentunya saja papi mengizinkannya, kembalilah saat urusan kamu di Surakarta selesai”


“Makasih pi, insyaallah Sabrina akan kembali secepatnya”


“Hati-hati kamu di sana jika ada apa-apa segera hubungi papi atau Raka, sampaikan salam papi pada bapak, ibu dan Eyang di sana”


“baiklah pi, kalau begitu Sabrina pamit pi, tolong sampaikan maaf Sabrina pada mami karena tidak sempat berpamitan pada beliau”


“ baiklah Sabrina, nanti papi sampaikan. Kamu berangkat ke bandara di antar siapa?”


“Mas Raka yang akan mengantar Sabrina pi, kalau begitu Sabrina pamit pi. Assalamualaikum” Sabrina dengan santu mencium punggung tangan Adrian.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan calon mertuanya, Sabrina kembali ke ruangannya untuk mengambil koper miliknya. Sebelah tangannya mengambil ponsel di dalam tasnya, Sabrina terlihat begitu sangat cantik dengan pakaian yang di kenakan nya. Baju muslimah yang berwarna merah maroon berhiaskan tepian berwarna coklat muda dan hijab segi empat coklat muda menambah kecantikannya.


Mata Sabrina menatap layar ponselnya, dia mengirim pesan pada Raka jika saat ini dia sedang menuju ke kantornya. Sebuah taksi mendekat ke arah Sabrina yang langsung di berhentikan nya, supir taksi membantu menyimpan koper milik Sabrina di bagasi mobil.


Sabrina duduk dengan tenang di kursi penumpang belakang supir, sesekali tersungging senyuman manis di bibirnya yang mungil saat membaca balasan pesan dari Raka.


📱


Assalamualaikum calon imam ku.... maaf mengganggu mas, Sabrina sekarang udah menuju ke kantornya mas.


Saat pesan Sabrina masuk Raka di temani Thio juga sekretarisnya masih rapat dengan Arman dan Adelia, senyuman hangat tersungging di bibir Raka saat membaca pesan yang masuk. Wajahnya terlihat semakin tampan membuat Adelia yang sedari tadi menatapnya terpesona, sesekali dia bergaya centil untuk menarik perhatian Raka.


Sama sekali apa yang di lakukan oleh Adelia tidak di tanggapi Raka. Matanya menatap ke arah Arman yang masih menjelaskan proposal miliknya.


Sabrina sedang dalam perjalanan kemari, jika dia bertemu dengan ayah kandungnya saat ini tentunya akan membuka luka lamanya. Dari cerita mami luka yang di terima Sabrina sangat dalam , tidak.... tidak... aku tidak bisa membiarkan tuan Arman bertemu dengan Sabrina gumam Raka dalam hati sambil menatap layar ponselnya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Thio mengode untuk segera mengakhiri pertemuannya.


“tuan Arman, proposal anda akan kami pelajari terlebih dahulu. Secepatnya kami akan memberi kabar” Thio berusaha mengakhiri pertemuan mereka. Arman tahu jika Raka mengusirnya secara halus dengan meminta Thio asistennya untuk mengakhiri pertemuan.


Tenang saja, Pa. Aku akan membuat Raka jatuh bertekuk lutut pada ku, siapa pun pria tidak akan bisa lari dari pesona ku gumam Adelia percaya diri jika dia bisa menaklukkan Raka.


Mata Raka masih menatap ponselnya, jeri-jemarinya sibuk menari di atas layar datar itu.


“mas Raka... lagi sibuk ya?” Adelia memberanikan diri duduk di samping sofa tepat di samping Raka. Thio dan sekretaris Raka termenung dengan kelancangan Adelia, mereka menatap prihatin padanya.


nyari mati ini perempuan, kagak tahu kalo Raka paling kagak suka ada cewek kecentilan di sampingnya gumam Thio dalam hati menatap Adelia.


Raka menatap ke arah Adelia yang berusaha untuk mendekatkan diri padanya, ada perasaan tidak senang dalam hatinya. Tidak mendapatkan respon apa pun Adelia pantang surut, di kembali melancarkan jurusnya untuk menaklukkan hati Raka.


“Mas Raka, kalo ada dari proposal papa yang tidak di mengerti mas. Adel bisa kok menjelaskannya pada mas, tentunya....” Adel menggantungkan kalimatnya, kedua alis Raka terpaut mendengar kata rancu dari Adelia.


Benar-benar berbeda dengan sikap dan sifat Sabrina, dia lebih memiliki attitude yang baik, ramah satun dan juga sopan. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan Sabrina gumam Raka dalam hati bersyukur pada yang Maha kuasa. Arman melihat putrinya sedang melancarkan jurusnya ikut membantu.

__ADS_1


“nak Raka tenang saja, Adel sangat pintar menjelaskan proposal ini. Saya berharap dengan kerja sama kita ini jalinan hubungan kita bisa lebih dekat dan kekeluargaan” Arman terus berusaha mengompori Raka. Dia pun dengan berani mengisyaratkan untuk menjadi bagian keluarga Raka.


“maaf Tuan Arman, saya kira apa yang di jelaskan oleh asisten saya sudah sangat jelas. Kami akan mempelajari proposal ini tentunya, kami juga secepatnya akan memberi jawabannya” Raka segera bangkit dari sofa yang di duduki nya. Dia melangkahkan kakinya menuju pintu ruang kerja miliknya.


“Thio segera ambil proposal itu dan pelajari. Maaf tuan Arman, saya harus pergi lebih dahulu karena tunangan saya sudah menunggu saya saat ini. Permisi” Raka memilih meninggalkan ruangannya, melangkah dengan cepat menuju lift.


Arman dan Adelia termenung juga merasa canggung mendengar apa yang di katakan Raka.


“Tunangan... Tuan Thio apa tuan Raka sudah bertunangan?” tanya Arman pada Thio.


“Benar tuan Arman, beliau sudah bertunangan. Saya dengar juga kalau akhir bulan ini beliau dan tunangannya akan melangsungkan pernikahan” ujar Thio santai, Adelia yang mendengar ucapan Thio tampak tidak senang.


Breng**k.... gue udah terlambat satu langkah. Pec*n mana yang udah menggaet pria idaman gue, nggak.... nggak... gue harus bisa mendapatkan mas Raka bagaimana pun caranya gumam Adelia kesal, giginya gemeretakkan kesal mengetahui pria idamannya sudah ada yang memiliki.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika kedua karya Author "terjebak cinta CEO dingin" dan "Cinta Sabrina" mengalami keterlambatan updatenya. karena begitu banyaknya pekerjaan Author setelah pulang mudik 🛣️🛣️🛣️ juga tugas-tugasnya 📖📖📖 bocil yang musti kudu di bantu.


Termasuk juga persiapan karya terbaru Author yang akan rilis dalam waktu dekat ini.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2