
Area 21+
****************
Nicholas lalu menggendong tubuh Sabrina seperti menggendong anak kecil, mendapat perlakuan seperti itu membuat Sabrina terkejut dan memeluk erat tubuh kekar itu. Nicholas melangkah menuju ranjang empuknya yang mengenakan seprai berwarna abu-abu muda dengan selimut tebal berwarna abu-abu tua.
Perlahan-lahan dia merebahkan tubuh Sabrina di ranjang yang empuk itu, tangan kekar itu segera meraih selimut tebal untuk menutupi Sabrina. Hanya tinggal satu pengamanan terakhir yang bertugas menjaga ketat hutan rimba yang masih asri dan tentunya belum terjamah oleh siapa pun.
Pakaian yang seharusnya di kenakan entah sejak kapan terlepas sesaat Nicholas membawa Sabrina ranjang miliknya, Nicholas lalu duduk di tepian ranjang dan merebahkan tubuhnya ikut bersembunyi dalam selimut tebal itu.
Dia menanggalkan outfit celana formal hitam mengilat dan membuang di lantai kamar, mata indah Sabrina terbuka lebar saat merasakan sesuatu yang menyentuh. Nicholas mendekat ke arahnya, bibirnya mendekat ke arah telinga Sabrina,
“ It might hurt Brina, don't worry I'll take it slow. Just bite my shoulder or hold my hand tightly ” bisik Nicholas menatap sejenak Sabrina dan lalu mengecup bibir pink natural itu.
Tangan Nicholas bergerilya menelusuri pegunungan yang sama sekali belum pernah di masuki, tangannya menyentuh puncak pegunungan. Wajah tampan itu mengagumi keindahan pegunungan, dia bermain dengan riang gembira dan meninggalkan beberapa tanda agar tidak tersesat untuk kembali.
Nyanyian spontan dari suara indah Sabrina terdengar begitu merdu bagi Nicholas, seakan menghipnotis diri dan menuntun tangannya untuk mengakses pengamanan terakhir. Tidak membutuhkan waktu lama pengamanan terakhir berhasil di tembus dan di buang begitu saja.
Sebelum menuju ke tahap selanjutnya, kedua tangan Nicholas menggenggam dan menautkan jari jemarinya pada jemari milik Sabrina. Wajah cantik itu mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Nicholas yang langsung di sambut senyuman oleh pria tampan itu.
Nicholas pun mendekatkan bibirnya di telinga Sabrina sambil berbisik dengan melafazkan kata ‘Basmalah’.
“thanks for reminding me ” bisik Nicholas mengecup lembut pipi, kening, mata dan bibir mungil istrinya.
Ciuman lembut dari Nicholas memanaskan suasana, kembali dia menjelajahi pegunungan indah dengan beberapa tanda yang sengaja di tinggalkan.
Menggenggam dengan hati-hati, menyentuh dan membelai dengan penuh kelembutan, bahkan tounge Nicholas ikut bermain di pegunungan yang sudah menjadi hak miliknya. Tanda-tanda penunjuk jalan sudah di sebar di setiap sudut, sehingga membentuk sebuah maha karya abstrak.
Arus listrik dan panasnya suasana memberikan efek pada Hutan dengan gua tersembunyi, di dalam gua itu ada sumber mata air yang mulai bereaksi mengalirkan air bening.
__ADS_1
Gelombang dahsyat tsunami dalam diri Nicholas membuatnya tidak bisa menahan diri lagi, berkali-kali dia terhempas oleh gelombang dahsyat yang membangunkan king kobra yang sudah lama berhibernasi.
King kobra menemukan sebuah gua dengan aliran air yang jernih, dia berada tepat di depan mulut gua yang tersegel dengan rapat. King kobra sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam sana.
Perlahan king kobra memasuki gua yang berada di hutan belantara itu, pergerakannya terhenti saat sesuatu mencegahnya untuk masuk.
Bayangan masa lalu Nicholas kembali menyerang secara tiba-tiba seperti proyektor yang menyala secara aktif.
“старший брат... ( kakak...)” terdengar oleh Nicholas suara adik perempuannya, dia langsung menggelengkan kepalanya sejenak berusaha menghilangkan kilasan peristiwa yang mendadak muncul begitu saja.
Mata birunya yang semula memancarkan tatapan tajam penuh amarah dan rasa takut, perlahan melembut saat menatap wajah Sabrina yang membalas menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
King kobra mencoba kembali masuk ke dalam gua sempit dan hangat itu, berusaha menembus segel yang ada di sana. Baru hanya sebagian tubuh king kobra yang masuk,
“it hurts... it hurts so much... I beg you slowly...” Sabrina menggigiti bibir bawahnya dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa di sadari Nicholas tangannya bergetar hebat menyentuh dan membelai lembut wajah cantik Sabrina dengan punggung tangannya.
Sabrina berusaha mencoba menahan rasa sakit dengan menggigiti punggung tangannya, dalam menahan rasa sakit dia merasakan tangan dan seluruh tubuh Nicholas bergetar tapi pria tampan itu tetap berusaha menenangkan Sabrina.
Serangan bayangan masa lalu kembali tergambar saat Nicholas mendengar ucapan Sabrina yang malah memicu kembali kilasan peristiwa masa lalu Nicholas.
брат ... брат .... пожалуйста ... аааа .... больно ... пожалуйста .... пожалуйста .... брат (kakak... kakak.... tolong... aaaa.... sakit.... tolong.... tolong.... kakak) kembali terdengar suara adik di telinga Nicholas menangis meminta pertolongannya. Tidak hanya suara saja yang terdengar, wajah kesakitan adiknya pun jelas tergambar.
King kobra awalnya bergerak perlahan langsung melesak masuk dengan kasar menuju gua terdalam, tindakan kasar king kobra efek dari serangan bayangan masa lalu yang terus berputar di benaknya.
“hurt....” pekik Sabrina dengan mata berkaca-kaca.
Gua yang tersegel rapat dengan sistem pertahanannya berhasil di tembus paksa oleh king kobra.
__ADS_1
Nicholas menatap sejenak ke arah wajah cantik Sabrina yang memperlihatkan raut wajah kesakitan, dari sudut kedua matanya menetes air mata yang menandakan dia sudah menjadi seorang istri seutuhnya.
Pria tampan itu tersadar telah menyakiti perempuan yang di cintainya,
“sorry... sorry... sorry... i’m so sorry ” tubuh Nicholas bergetar hebat membuat Sabrina menatap ke arah wajah tampan itu. Mata indah itu menatap sedih ke arah Nicholas yang memeluknya erat, sekilas Sabrina dapat melihat jelas raut wajah kemarahan, rasa bersalah dan penyesalan.
Sepertinya... Nic teringat.... dengan... Masa lalu...nya... gumam Sabrina dalam hati menatap wajah Nicholas, dia menahan rasa sakit yang mendera namun perlahan-lahan mulai menghilang.
Nicholas terlihat ragu dan dilema menatap istrinya, dia lalu mengambil keputusan untuk menyudahi apa yang sedang di mulainya.
King kobra sudah sangat nyaman berada di dalam gua itu, Dia terlihat segar bugar dan sudah bersiap untuk menjelajahi kedalaman gua yang kini di tempatinya.
Bayangan masa lalu Nicholas terus terproyeksi di benaknya, tangisan adik dan ibunya yang kesakitan membuat diri Nicholas secara tidak langsung sudah menyakiti Sabrina.
“i'm so sorry....” ujar Nicholas hendak bangkit. Namun Saat dia akan beranjak, kedua tangan Sabrina mengalung di leher Nicholas membuat pria itu sejenak menatap ke arahnya.
kedua pipi gadis itu sangat merona, pandangannya tertunduk sejenak lalu perlahan menatap kembali ke arah pria tampan yang masih berada di hadapannya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...