
Perlahan bibir seksi Nicholas mendarat tepat di pipi merona itu, mata jernih Sabrina langsung menatap ke arah Nicholas dengan wajah yang cemberut. Wajah Nicholas terlihat semakin tampan saat senyuman tersungging di bibir seksinya, kembali bibir itu mendarat di pipi sebelah kiri Sabrina.
Nicholas sejenak menghentikan kegiatannya meluluhkan hati Sabrina, mata biru itu menatap ke arah perempuan yang masih terlihat cemberut.
"still angry ?! (masih marah?!)" tanya pemuda tampan itu yang di balas Sabrina dengan mengalihkan pandangannya, Nicholas kembali melanjutkan aksi rayuan maut.
Ciuman lembut itu mengecup berulang kali di pipi dan bibir Sabrina, mendapat perlakuan demikian dari Nicholas membuat senyuman manis tersungging di bibir mungil Sabrina. Wajahnya segera bersembunyi di dada bidang pria tampan itu, kedua tangan kekarnya lalu memeluk hangat tubuh perempuan pemilik hatinya.
****
Iringan mobil mengilat melewati pagar sebuah mansion mewah, taman dan asri menghiasi halaman depan mansion itu. Mobil mewah itu berhenti tepat di depan pelataran mansion yang terlihat asri dan sedap di pandang mata. Pintu mobil di bagian bangku penumpang di buka oleh Yohan.
Nicholas turun sambil menggendong baby Yusuf dengan sebelah tangan, dia berjalan berkeliling ke pintu mobil sebelahnya. Sebelum pintu mobil itu di buka oleh Yohan, Nicholas lebih dulu membuka pintu di samping Sabrina yang tengah sibuk mengemasi barang – barang miliknya dan Baby Yusuf.
Yohan segera membantu Sabrina dengan membawa barang – barang miliknya, tangan kanan Nicholas terulur ke arah Sabrina yang hendak turun dari mobil. Senyuman manis tersungging di wajah cantik Sabrina, dia pun turun dari mobil sambil memegangi tangan Nicholas.
Dikarenakan kondisinya yang sudah membaik, Sabrina memutuskan untuk pulang ke rumah. Semula Nicholas meminta Sabrina untuk di rawat satu hari agar dia bisa istirahat total, namun dia menolak dan lebih memilih pulang ke rumah berkumpul bersama Nicholas dan baby Yusuf.
Berita kembalinya Nicholas juga sampai di telinga Arman, dia merasa sangat senang dan raut wajahnya terlihat berseri – seri. Namun perlahan wajah itu terlihat sendu, begitu juga dengan Indra yang terlihat cemas dan tegang. Bayangan masa lalu akan kesalahan mereka terproyeksi dengan sangat jelas, perubahan ekspresi mereka tertangkap jelas oleh orang tua Arman.
Mereka mencoba bertanya pada Arman tentang bagaimana hubungannya dengan Nicholas menantu mereka, Arman dan Indra hanya diam seribu bahasa. Mereka berdua menatap ke arah Rian yang membalas menatap bingung, Rian pun di tarik keluar untuk di interogasi secara intensif oleh Park Joon dan Shu Kye.
Sabrina tengah menimang Baby Yusuf yang terlihat sangat mengantuk, begitu banyak yang terjadi di hari itu membuat bayi itu merasa lelah. Nicholas baru saja menyelesaikan mandinya, tubuh kekarnya mengenakan jubah piama berwarna hitam. Bagian bawahnya hanya mengenakan celana piama yang senada dengan jubah yang di kenakan.
__ADS_1
Rambutnya yang basah di keringkan dengan handuk kecil di tangannya, mata Nicholas tertuju pada Sabrina yang masih menimang Baby Yusuf. Tampilan Sabrina membuat Nicholas tidak bisa berpaling, rambutnya tergerai begitu saja.
Gaun tidur yang di kenakan Sabrina benar – benar membuat Nicholas kehilangan fokus, gaun itu memiliki tali yang hanya sebesar tali telunjuk memperlihatkan bahu putih. Bagian ke bawahnya hanya sampai sebatas lutut memperlihatkan kaki jenjang perempuan cantik itu, senyuman hangat tersungging di wajah tampan Nicholas.
Dia melampirkan handuk kecil ke kursi sofa yang ada di kamar itu dan melangkah menghampiri Sabrina yang membelakanginya, terdengar olehnya senandung salawat nabi yang selalu di senandungkan Sabrina saat menidurkan Baby Yusuf. Kedua tangan Nicholas terulur menyentuh tangan Sabrina, tangannya perlahan turun memeluk dari belakang tubuh perempuan cantik yang tersenyum manis.
“Has he fallen asleep? (Dia sudah tertidur?) “ bisik Nicholas menyandarkan kepalanya ke bahu sebelah kanan Sabrina.
Tangan kanan Nicholas membelai kepala baby Yusuf yang ditumbuhi rambut lebat berwarna hitam, matanya menatap lembut ke arah baby Yusuf yang tertidur nyenyak.
“he just fell asleep after drinking his milk (dia baru saja tertidur setelah meminum susunya) “ bisik Sabrina membalikkan tubuhnya ke arah Nicholas.
Kepala baby Yusuf di belai lembut olehnya, perlahan kening baby imut itu di kecup oleh Nicholas. Setelahnya dia berbisik di telinga kanan bayi tampan itu, lalu kembali dia menciumi pipi tembam yang menggemaskan. Sabrina kemudian menidurkan baby Yusuf ke baby boks yang ada di kamar mewah itu, dia sengaja menaruh baby boks di kamar itu agar memudahkannya apabila baby Yusuf terjaga di malam hari.
Perlahan Sabrina meletakkan tubuh baby gembul nan menggemaskan itu ke atas tempat tidurnya, selimut bercorak beruang lucu dan bintang menyelimuti tubuh baby yang sudah berada di dalam dunia mimpi.
“he's already asleep, it's time for you to pay attention to me now (dia sudah tertidur, saatnya kamu memperhatikan ku sekarang)” bisik Nicholas ke telinga kanan Sabrina, bibirnya kemudian mengecup lembut pundak putih itu. Rambut yang tergerai panjang di kesampingkan ke pundak kiri Sabrina, bekas luka yang masih membekas tidak lupus dari kecupan lembut Nicholas.
“Hmmm... Aren't you tired? (Hmmm... Tidakkah kamu lelah?) “ ujar Sabrina perlahan menikmati perlakuan lembut suaminya.
“My tiredness has disappeared when I'm beside you (lelah ku sudah menghilang saat berada di sampingmu)” Nicholas membalikkan tubuh Sabrina yang kini berhadapan dengannya, tanpa ba bi bu dia menggendong Sabrina seperti menggendong bayi koala.
Sabrina hampir terpekik namun di tahannya agar baby Yusuf tidak terjaga, matanya membulat sempurna saat menatap Nicholas yang tersenyum nackal ke arahnya.
__ADS_1
C'
“Nichooo” ujar Sabrina sedikit mengeraskan suaranya.
“It's time for you to pamper me, Sayang (Saatnya kamu memanjakanku, sayang)” ujar Nicholas melangkah ke arah ranjang yang berada tepat di samping boks baby.
Perlahan tubuh Sabrina di tidurkan di ranjang empuk itu, matanya sempat menatap ke arah baby Yusuf yang sedikit bergerak lalu kembali tertidur. Nicholas melepaskan jubah piama yang di kenakannya dan di buang begitu saja, mata Sabrina yang menatap ke arah baby Yusuf kembali menatap suaminya. Bagian dada bidangnya sudah terlihat polos menyisakan celana panjang yang di kenakan, mata birunya menatap lembut ke arah perempuan cantik itu.
Perlahan Nicholas merebahkan tubuhnya yang kekar di atas tubuh Sabrina, bibirnya yang seksi mengecup perlahan kening, mata serta pipi Sabrina. Mata jernih itu terpejam merasakan kecupan lembut itu, perlahan mata itu terbuka dan saling menatap dengan pria pemilik mata biru yang menghipnotis.
Wajah tampan itu kembali mendekat dan mendaratkan bibir seksinya ke bibir mungil milik Sabrina, ciuman hot sehot cabai terpedas di dunia tengah berlangsung. Bibir itu mulai menuruni dan meninggalkan jejak di sepanjang perjalanannya, tali gaun tidur yang di kenakan Sabrina entah sejak kapan sudah turun dari posnya dan memperlihatkan pegunungan yang sudah menjadi hak paten Nicholas.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...