Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 149


__ADS_3

“I'm sorry, for being so busy lately. Have you eaten yet? (maafkan aku, karena begitu sibuk akhir-akhir ini. Apa kamu sudah makan?)” tanya Nicholas sambil membelai lembut punggung Sabrina. Kepala perempuan cantik itu menggeleng perlahan,


“I want to eat with you... but.... ( aku ingin makan bersama mu... tapi....)”


“but... (tapi..?)” Nicholas menatap Sabrina dengan penuh tanya di hatinya. Sabrina terlihat ragu-ragu untuk memberi tahu Nicholas, matanya membesar jernih menatap ke arah Nicholas.


“sayang...” panggil Nicholas pada Sabrina yang memakai bahasa negara kelahirannya, sebelah tangannya membelai lembut pipi Sabrina.


“hm... but.... but I really want to eat the food that we ate at daddy's mansion, I tried many times to make it but always failed and the taste was very different (hm... tapi... tapi aku sangat ingin makan makanan yang pernah kita makan saat di mansion daddy, berkali-kali aku mencoba membuatnya tapi selalu gagal dan rasanya sangat berbeda)” ujar Sabrina memainkan jari telunjuk di dada bidang Nicholas yang berusaha mengingat makanan apa yang di maksud istrinya.


Teringat oleh Nicholas saat mereka mengunjungi mansion utama kediaman Jhon, saat itu secara khusus tanpa sepengetahuan Sabrina Nicholas menyiapkan makan siang yang di masaknya sendiri. Dia tidak menyangka jika masakan buatannya itu di minta oleh Sabrina saat ini,


“you want to eat it now? (kamu ingin memakannya sekarang?)” tanya Nicholas, mata indah Sabrina menatap ke arah suaminya dan menganggukkan kepalanya.


“ok, i will make it for you (baiklah, aku akan membuatkannya untuk mu)” ujar Nicholas membuat Sabrina termangu menatapnya.


“you (kamu?!)” Ujar Sabrina merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“why? Can't you believe that I cook the food you like? (kenapa? Apa kamu tidak percaya jika aku memasak makanan yang kamu sukai itu?)” tanya Nicholas yang langsung di jawab Sabrina dengan menggelengkan kepalanya perlahan. Senyuman hangat menghiasi bibir seksi Nicholas, dia menatap penuh cinta ke arah Sabrina yang duduk di hadapan dan dalam pangkuannya.


Kecantikan hakiki Sabrina membuat Nicholas sejenak terpesona, perlahan wajahnya mendekat ke arah wajah Sabrina. Bibirnya mengecup lembut pipi putih yang tampak merona, setelahnya bibir Nicholas perlahan mendekati bibir pink istrinya. Saat dia akan melakukan rutinitas kesenangan barunya mendadak saja...


Kriiiiuuukk...


Terdengar suara perut Sabrina yang sudah memberontak dan memulai demo, mata elang Nicholas menatap ke arah Sabrina yang menunduk malu sambil kedua tangannya memegangi perut yang berbunyi cukup keras. Senyuman tersungging di wajah tampan Nicholas saat melihat tingkah laku dan wajah Sabrina yang terlihat begitu menggemaskan,


“it turns out that my wife is very hungry, now we should eat together (ternyata istri ku sudah sangat kelaparan, sebaiknya sekarang kita makan bersama)” ujar Nicholas sambil menggendong Sabrina seperti baby koala, dia menggendong tubuh Sabrina dengan begitu mudahnya. Perempuan cantik itu sama sekali tidak protes dengan perlakuan manis dari Nicholas yang malah menatap heran padanya,

__ADS_1


“what is it? (ada apa?)” Sabrina menatap Nicholas yang membalas menatapnya dengan bingung.


“no.... i'm just a little confused, you usually will refuse or protest if i act like now. But... (tidak.... aku hanya sedikit bingung, kamu biasanya akan menolak atau protes jika aku bersikap seperti sekarang. Tapi...)” Nicholas terdiam sejenak menatap ke arah perempuan yang di gendongnya, posisi mereka saat ini berada tepat di depan pintu.


“hmmm... if I protest, will you listen to me? (hmmm... jika aku melayangkan protes, apa kamu akan mendengarkan ku?)” tanya Sabrina kembali yang langsung di jawab Nicholas dengan mengecup lembut bibirnya. Sebelah tangan Nicholas membuka pintu ruang kerjanya, dia merasa ada yang berbeda dengan berat badan Sabrina. Dia merasakan jika berat tubuh gadis cantik itu sedikit bertambah, padahal tubuh Sabrina terlihat langsing dan sama sekali tidak terlihat gemuk.


Nicholas sama sekali tidak protes dan keberatan, dia tersenyum bahagia menatap gadis yang memeluk manja padanya.


Nicholas melangkah menuju dapur dan mendudukkan sabrina di bangku tinggi depan table kitchen. Sabrina duduk sambil tersenyum manis pada Nicholas yang langsung menggulung lengan kemejanya hingga siku, tangan kekar itu membuka laci di kitchen set untuk mengambil apron berwarna hitam yang tersimpan di sana.


Nicholas lalu membuka pintu kulkas dan mencari bahan-bahan yang dibutuhkannya, semua bahan di letakkan di atas table kitchen tepat di hadapan Sabrina. Dia lalu meraih pisau tajam yang tersimpan rapi di rak pisau, sedikit beratraksi Nicholas memainkan pisau tajam itu dan mulai mengolah bahan-bahan yang di persiapkannya. Sabrina terpesona dengan Nicholas yang terlihat sangat tampan saat memasak makanan untuknya, mata cantiknya menatap punggung Nicholas yang tengah membelakanginya.


Tangan Nicholas sangat terampil dengan alat masak yang di pegangnya, baju kemeja yang di kenakannya terlihat sangat pas hingga punggung kekar itu terlihat begitu nyaman. Perlahan Sabrina turun dari kursi tinggi itu, kakinya yang tidak mengenakan alas apa pun dapat merasakan dinginnya lantai apartemen. Dia lalu melangkah menghampiri Nicholas yang membelakanginya, perlahan tangannya melingkar di pinggang Nicholas dengan kepala tersandar di punggung kekar itu.


Nicholas tersenyum bahagia dengan sikap manja dan manis Sabrina, sebelah tangannya memegangi tangan Sabrina yang memeluknya dari belakang. Sebelah tangan Nicholas lainnya sibuk mengolah makanan yang sudah hampir selesai, dia lalu mematikan kompor listrik dan membalikkan tubuhnya tanpa melepaskan pelukan Sabrina.


“sayang.... the food is ready. Let us eat (sayang... makanannya sudah siap. Ayo kita makan)” ujar Nicholas menikmati pelukan hangat Sabrina dengan memejamkan matanya.


“just a moment, allow me to be like this for a moment (sebentar, izinkan aku untuk seperti ini sebentar saja)” ujar Sabrina menikmati kehangatan dan bau harum tubuh Nicholas. Sabrina sangat menyukai bau parfum yang di gunakan Nicholas, bau harum yang membuatnya merasa tenang dan nyaman.


Kupu-kupu seakan beterbangan di dalam dada Nicholas, rasa senang dan bahagia menyelimuti hati pria tampan itu.


Kriiiiiiuuuuuk....


Kembali terdengar suara Perut Sabrina yang sudah berdemo sedari tadi, mereka berdua saling bertatapan sambil tertawa.


“(hahahaha baiklah sebaiknya sekarang kita makan, sebelum perut mu kembali berdemo)” ajak Nicholas sambil menggandeng tangan Sabrina. Dia mengajak Sabrina untuk duduk pada kursi yang berada di depan kitchen table, Nicholas lalu mengambil piring dan menghidangkan makanan yang di buatnya di atas piring pilihannya.

__ADS_1


Nicholas juga menambah beberapa hiasan lalu meletakkannya di depan Sabrina yang menunggu dengan sabar, setelahnya mereka menikmati makanan itu sepiring berdua. Sesekali mereka bercanda dan menyuapi hingga makanan buatan Nicholas habis tidak bersisa, piring itu di beresi oleh Sabrina dan di letakkan ke dalam mesin pencuci piring otomatis.


Nicholas memperhatikan setiap tindakan Sabrina dan mengagumi kecantikan hakiki istrinya, kemeja yang di kenakan Sabrina tampak turun di sebelah bahu kanan membuat bahu putih mulus itu terekspos. Nicholas lalu mendekati istri yang tengah membelakanginya, kedua tangan kekar itu segera membopong tubuh Sabrina yang terkejut dengan sikap Nicholas.


“kyaa... Nicho... ” kedua tangan Sabrina segera mengalung sempurna di leher Nicholas, pria tampan itu memberikan senyumannya lalu mendekatkan wajahnya pada Sabrina untuk mengecup lembut pipi yang tampak merona merah.


Nicholas lalu membawa Sabrina untuk kembali ke kamar mereka, wangi harum kamar itu segera tercium oleh Nicholas yang dengan hati-hati merebahkan tubuh Sabrina di ranjang mereka.


Tangannya segera meraih selimut lembut berwarna hitam dan menyelimuti Sabrina,


“I'll take a shower first, okay (aku mandi dulu, oke)” ujar Nicholas sambil mengecup kening Sabrina.


“then i will... (kalau begitu aku akan...)” sabrina hendak turun dari ranjang langsung di cegah oleh Nicholas.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2