
Setelah menggunakan pakaian steril John masuk ke ruang ICU, terdengar suara bunyi alat penyokong kehidupan Nicholas yang pada layarnya memperlihatkan grafik yang turun naik. Tampak dokter memeriksa dan memperhatikan perkembangan di samping ranjang g Nicholas yang lain,
“when will he wake up, doctor? (kapan dia akan sadar, dokter?)” tanya Jhon menatap lama ke arah putranya yang terbaring. Dokter itu terdiam dan menatap pergerakan grafik pada layar monitor, John menatap ke arah dokter yang sama sekali belum menjawab pertanyaannya.
"Dokter?!" panggil John menatap ke arah Dokter itu dengan tatapan tajam.
“as I have explained, the patient's condition when he came was very critical. The chances of surviving are very nil, if the patient survives tonight he will probably enter a coma and worst case scenario... (seperti yang sudah saya jelaskan, kondisi pasien saat datang sangat kritis. Kemungkinan untuk bisa selamat sangat nihil, jika pasien bertahan malam ini kemungkinan dia akan memasuki fase koma dan kemungkinan terburuknya...)” Dokter itu terdiam sejenak.
“why are you silent, doctor?! What's the worst possible?! (kenapa kamu diam, dokter?! Apa kemungkinan terburuknya?!)” tanya John yang mulai tidak sabaran.
“Chances are.... the patient can't last tonight (kemungkinannya.... pasien tidak bisa bertahan malam ini)” ujar dokter itu memberikan pukulan terberat bagi John.
Pria setengah baya itu menghampiri dokter dengan kedua tangan mencengkeram kuat pada jas putih yang di kenakan dokter itu, dia merasa sangat tidak Terima jika putranya akan pergi untuk selamanya.
“no matter how much cost and effort it takes, you must save my son (tidak peduli sebanyak apa pun biaya dan tenaga yang dibutuhkan, kamu harus menyelamatkan putraku)” ujar John dengan menatap nanar ke arah dokter itu.
“Sir, you.... Should be calm.... We have tried our best. It all depends on your son's desire to live if he can survive (tuan, anda.... Seharusnya tenang.... Kami telah berupaya semaksimal mungkin. Semuanya tergantung dari keinginan hidup putra anda jika dia bisa bertahan)” ujar Dokter itu dengan kedua tangannya memegang tangan John yang mencengkeram kuat jadi dokternya, kertas laporan file serta pena yang di pegangnya tadi terjatuh di lantai. Para perawat pria datang menghampiri berusaha untuk membantu menyelamatkan dokter itu, mata John menatap ke arah Nicholas yang terbaring dengan tenang di sana.
Wajah tampan Nicholas tampan mengernyit sesekali seakan menahan rasa sakit yang teramat, John perlahan melepaskan cengkeraman kuat dari jas dokter itu lalu menghampiri Nicholas.
“you have to wake up my son, your wife and son still need you (kamu harus bangun putraku, istri juga putramu masih membutuhkan dirimu)” ujar John memegang erat tangan Nicholas yang terpasang jarum infus.
__ADS_1
Ke esokkan harinya Kondisi Nicholas sama persis dengan apa yang di prediksikan oleh dokter, John pun meminta dokter untuk melakukan usaha yang terbaik. Segala perawatan di berikan dokter pada Nicholas, namun tidak berdampak apa pun.
Musuh – musuh John bertindak saat mengetahui jika Nicholas berada di rumah sakit, mereka mulai mengirimi tikus – tikus dengan misi untuk membunuh Nicholas. Tentu saja dengan sigap John melindungi dan memperkuat penjagaan di sekitar putranya, para petugas medis terkejut sekaligus heran dengan pengamanan yang begitu kuat. Hanya dokter dan petugas medis tertentu yang boleh berada di sekitar Nicholas atas perintah John.
Minggu berganti minggu, bulan berganti bulan kondisi Nicholas masih dalam keadaan koma dan sama sekali tidak merespond apa pun tindakan dari dokter. Dokter sudah menyerah dan menyarankan John untuk merelakan putranya, tapi John yang senantiasa berada di samping Nicholas masih yakin jika putranya akan segera bangun. Di tengah kesedihannya ponsel milik John berdering, matanya menatap ke arah layar ponsel yang tertulis nama Yohan di sana.
“my lord, young madam is about to give birth. The madam is currently in the delivery room (tuan besar, nyonya muda akan segera melahirkan. Saat ini nyonya sudah berada dalam ruang persalinan)” ujar Yohan terdengar panik. John yang mendengar kabar itu sangat senang, dia menatap ke arah putranya yang masih dalam kondisi yang sama. Besar keinginannya Nicholas terbangun dari tidur panjang, tapi Nicholas tidak memberikan respon apa pun.
Yohan berinisiatif mengubah panggilannya menjadi video call untuk memperlihatkan kondisi Sabrina yang tengah berjuang melahirkan buah hatinya, John menatap dengan mata berkaca – kaca saat menantunya tengah berjuang antara hidup dan mati.
Nicho... Look at your wife now struggling there, when are you going to wake up from your long sleep? I'm old my son... I can't afford it anymore like I used to... (Nicho... Lihatlah istrimu kini tengah berjuang di sana, kapan kamu akan terbangun dari tidur panjang mu? Aku sudah tua anakku ... aku sudah tidak mampu lagi seperti dulu lagi....) Gumam John dalam hati menatap sendiri putranya. Pandangan John teralihkan saat mendengar suara menantunya, suara itu Terdengar cukup keras dari ponsel John yang masih terhubung.
“Nicho.... “ panggil John menatap wajah putranya yang terpasang infus dan peralatan medis lainnya, tanpa di sadari John layar ponselnya sudah kembali ke menu awal. Yohan panik saat mendengar suara Sabrina hingga tidak sengaja memutuskan sambungan video call itu, John segera menekan tombol pada dinding bagian atas ranjang Nicholas untuk memanggil dokter dan perawat.
Perlahan mata Nicholas membuka dengan pandangan yang masih mengabur, mata Nicholas kembali terpejam dan perlahan membuka memperlihatkan mata biru yang mampu menghipnotis siapa pun yang menatapnya. Dokter dan perawat segera berdatangan dan mulai memeriksa keadaan Nicholas yang tersadar dari masa komanya, terbangunnya Nicholas bertepatan dengan tangisan pertama Yusuf yang lahir dari ke dunia.
Tangisan haru pecah saat Sabrina menatap bayi mungilnya yang menangis kencang di atas dadanya, tangan mungil Yusuf terbuka seakan memeluk erat perempuan yang menatapnya dengan mata berkaca – kaca. Dokter sudah selesai memeriksa Nicholas lalu menghampiri John yang berdiri tidak jauh dari ranjang putranya,
“ what about my son's condition, doctor? (bagaimana dengan kondisi putraku, dokter?)” tanya John khawatir.
“your son, is in a safe and stable condition. After checking and making sure everything is safe, we will immediately transfer the patient to the treatment room ( putra anda, sudah berada dalam kondisi aman dan stabil. Setelah mengecek dan memastikan semuanya aman, kami segera akan memindahkan pasien ke ruang perawatan)” ujar dokter itu terlihat senang, John sejenak memejamkan matanya dengan perasaan yang lega menyebar di dalam hatinya. Dia sangat bahagia putranya sudah terbangun dari koma, hatinya semakin bahagia saat Yohan memberi kabar tentang kelahiran baby Yusuf.
__ADS_1
Senyuman hangat tersungging di wajah John saat menatap foto baby Yusuf yang baru saja di kirimi oleh Yohan, dua kabar di satu hari yang bersejarah bagi John.
My grandson..... (Cucu ku..... ) Gumam John dalam hati menatap foto baby Yusuf yang terlihat sangat imut, mata tuanya terlihat berkaca - kaca saat melihat foto di mana baby mungil itu terlihat matanya masih terpejam dan mulut mungilnya tampak menguap. Pemandangan yang menghangatkan hati John, sedetik kemudian kilatan mata John tampak berbeda serta aura kegelapan menyelimuti seluruh tubuhnya.
......................
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
mohon maaf karena beberapa waktu yang lalu Author tidak update karya, Lantaran di karenakan Author sedang memikirkan ide - ide cerita.
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1