
“Then I'll get ready... (Kalau begitu aku akan bersiap-siap...)” ujar Sabrina hendak turun dari kursinya, Nicholas pun mencegah dan dengan sigap segera membopong Sabrina.
”Nicho....” panggil Sabrina hendak melayangkan protes, namun dia terdiam dan terlihat cemberut saat Nicholas melayangkan tatapan yang mengintimidasi.
“call the doctor immediately (hubungi segera dokter itu)” perintah Nicholas melangkah menuju kamar mereka.
Pemandangan romantis itu membuat para maid menjadi meleleh karena radiasinya, Yohan tersenyum melihat kebahagiaan Tuan mudanya. Langkah Nicholas kembali terhenti lalu menatap ke arah Yohan,
“ask Jack to prepare the car and you 'prepare everything' (minta Jack untuk mempersiapkan mobil dan kamu 'Persiapkan segalanya')” perintah Nicholas lagi dengan sedikit memberi kode yang langsung di mengerti oleh Yohan, dia segera menganggukkan kepala dan sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Nicholas juga Sabrina yang berlalu pergi.
Yohan segera melaksanakan perintah Nicholas dengan menghubungi Jack dan tidak lupa pula beberapa perlengkapan yang dibutuhkan oleh mereka di keadaan terdesak.
Adelia baru saja terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sangat pening dengan perut yang memberontak untuk segera untuk di keluarkan. Rasa mual karena morning sickness yang di rasakannya benar-benar menghancurkan mood Adelia di pagi itu.
Breng**k, perut aku mual banget. Gara-gara benda nggak berguna ini aku jadi harus menderita begini, lebih baik benda ini segera aku buang saja gumam Adelia dalam hati merasa kesal dengan kehadiran hasil perbuatannya.
Tok... tok... tok...
Terdengar ketukan di pintu kamar dengan suara Indah yang memanggil Adelia,
“Adel” panggil Indah, dia membuka pintu kamar Adelia lalu mengambil sebuah meja kecil yang sudah berisi beberapa sarapan. Dia menatap putrinya yang tengah menyandarkan tubuhnya dengan mata menutup, Adelia tampak menenangkan diri berusaha menahan rasa mual juga pening yang di rasakannya.
Indah tampak iba melihat apa yang di rasakan putrinya, dia meletakkan makanan di bawanya di atas meja yang ada di kamar Adelia. Dia lalu menghampiri Putrinya yang masih menutup matanya, sebelah tangan Indah terulur membelai wajah Adelia yang tampak pucat. Indah duduk di sisi Adelia yang perlahan membuka matanya,
“sayang... Apa masih terasa pusing? Apa perlu mama... “ ucapan Indah terhenti saat Adelia menatap ke arahnya.
“Ma... Adel.... Adel ingin membuang dia ma” ujar Adelia tegas, Indah terkejut mendengar keinginan Adelia.
“mama setuju sayang, secepatnya mama akan mencari dokter yang bisa melakukan operasi ini” ujar Indah segera mencari nomor dokter kenalannya.
__ADS_1
Indah berdiri lalu melangkah sedikit menjauh dari Adelia, dia tampak berbicara dengan serius. Dia harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat, dia bahkan berani membayar lebih demi mewujudkan keinginan putrinya. Adelia memperhatikan Indah yang berbicara dengan seseorang di ponsel, dia menunggu Indah selesai menelepon dengan penuh harapan. Tidak berapa lama Indah menyelesaikan pembicaraannya, dia menghampiri Adelia yang menatap ke arahnya sedari tadi.
“Gi mana, ma?”
“dokter itu mau melakukannya dan sekarang dia menunggu kita di kliniknya”
“tunggu apa lagi ma, ayo kita berangkat sekarang”
“baiklah , kamu siap-siap dan makan sarapanmu setelah itu kita berangkat ke klinik dokter itu” Ujar indah meraih nampan yang berisi sarapan pagi, Adelia yang melihat makanan di atas nampan itu mendadak merasa mual.
“nggak ma.... Adel merasa sangat mual. Jauhkan makanan ini dari Adel” Tolak Adelia sambil menutup mulut dengan tangannya.
Indah kembali meletakkan nampan itu di atas meja, lalu menghampiri Adelia yang tampak menahan rasa ingin muntahnya.
“apa terasa sangat mual, sayang? Apa perlu mama buatkan susu hangat?”
“nggak ma, Adel nggak mau makan apa pun” Adelia kembali berbaring, kepalanya terasa sangat pening.
“nggak mau ma... jangan paksa Adel. Lebih baik sekarang kita bersiap-siap, semakin cepat semakin baik” ujar Adelia memaksakan diri untuk bangkit dari rebahannya, dia segera melangkah menuju kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke klinik di mana Indah sudah membuat janji.
Indah menghela nafas dan mengikuti keinginan Adelia, dia tidak lagi memikirkan akan dosa yang nanti akan di tanggungnya.
****
Sabrina dan Nicholas tengah berada di rumah sakit di mana Sabrina bekeja, mereka harus mengantre karena banyak calon ibu yang melakukan pemeriksaan hari itu. Walaupun Nicholas bisa saja menerobos antrean tapi tidak di lakukannya, dia sangat tahu Sabrina tidak akan menyukai hal itu. Saat mereka menunggu antrean beberapa perempuan yang berlalu lalang dan juga calon ibu muda melirik juga tersenyum seakan menarik perhatian Nicholas. Wajah tampan Nicholas dan sikapnya yang dingin juga keren menjadi daya tarik magnet bagi para perempuan yang berada di sekitar ruang tunggu itu.
Sabrina benar-benar terlihat cemburu saat perempuan yang terlihat dari penampilannya seorang pengunjung mencoba menarik perhatian Nicholas, perempuan itu terlihat dengan sengaja menabrak Nicholas yang tengah mengambil minuman untuk Sabrina.
Akibat tabrakan itu barang bawaan milik perempuan itu jatuh berserakan di lantai rumah sakit, Nicholas hanya memperhatikan perempuan itu tanpa membantunya. Sabrina tampak memperlihatkan wajah tidak senangnya, itu terlihat jelas oleh Nicholas saat melihat Sabrina yang terlihat cemberut. Senyuman tersungging di bibir Nicholas membuat kaum hawa yang menatapnya semakin terpesona, begitu juga perempuan yang sengaja menabrak Nicholas masih terduduk di lantai rumah sakit.
__ADS_1
Mata elang Nicholas memandang dengan pandangan smirk lalu menjentikkan jarinya, jentikan jari itu menjadi kode bagi anak buah Nicholas yang berbadan besar, bertampang kasar juga menyeramkan.
“are you all right, miss? (anda tidak apa-apa, nona?)” ujar anak buah Nicholas dengan wajah menyeramkan di barengi senyuman menakutkan. Perempuan itu terlihat ketakutan dan bergegas mengambil barang miliknya yang berserakan di lantai.
Nicolas hanya cuek dan melangkah menuju istrinya yang masih memperlihatkan wajah kecemburuan, Dia lalu duduk di samping Sabrina yang tampang mengalihkan pandangannya. Nicholas tersenyum nakal, dia kembali berdiri dari tempat duduknya mengambil sebuah majalah yang sengaja di sediakan oleh pihak rumah sakit untuk pengunjung agar tidak merasa bosan.
Pria ini... apa dia tidak melihat kalau aku sangat kesal? Dia masih santai begitu membaca majalah gumam Sabrina dalam hati menatap kesal pada Nicholas yang duduk kembali dengan santai sambil membaca majalah.
Sabrina tampak kesal mengeluarkan ponselnya yang bergetar sedari tadi, mata cantik Sabrina melihat notifikasi pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
“you're angry? (kamu marah?)” tanya Nicholas yang masih fokus dengan majalah di tangannya.
"you think!!!(kamu pikir!!!)” ujar Sabrina sedikit ketus dengan terus melihat ke arah ponselnya.
Nicholas kembali tersenyum membuat perempuan mana pun terpesona, kecemburuan semakin terlihat jelas di wajah Sabrina yang diam-diam memperhatikan setiap perempuan yang ada di ruang tunggu dan juga pengunjung lainnya.
" Brina sayang, take a look at this. Doesn't this look nice and cute? (Brina sayang, coba lihat ini. Bukankah ini terlihat bagus dan imut?)" tanya Nicholas mengangkat majalah menutupi wajah Sabrina dan dirinya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...