Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 186


__ADS_3

Semenjak kejadian itu setiap kali Asmirah bersama dengan Raka jantungnya akan berdetak dengan cepat, terkadang tanpa di sadari Raka diam – diam Asmirah mencuri pandang ke arahnya. Hal itu di sadari oleh Dewi yang sering kali memergoki Asmirah, dia pun memberanikan diri bertanya pada Asmirah bagaimana perasaannya pada Raka.


Semula Asmirah menyangkal dan mengatakan jika dia hanya menganggap Raka sama seperti dengan Araf, namun Dewi tidak percaya begitu saja. Tatapan dan pancaran mata Asmirah sudah memberi tahu bagaimana perasaannya pada Raka, Dewi pun menasihati Asmirah untuk tidak terlalu berharap dengan cinta sepihak.


Asmirah dapat melihat dari sikap dan pancaran mata Raka yang masih memiliki perasaan pada Sabrina,


Apa yang di katakan kak Dewi emang bener, oppa Raka masih belum bisa melupakan Mbak Sabrina... Tapi... Aku nggak bisa membohongi perasaanku... Nggak nggak nggak... Aku nggak boleh menyerah.... aku harus mencobanya... Jika oppa Raka sendiri yang menolak aku akan menyerah dan mencoba melupakan perasaanku pada oppa... Gumam Asmirah dalam hati sambil menatap ke arah Raka yang tengah berbicara serius dengan Thio.


Di sisi lain para pemuda yang mencoba mengganggu Asmirah tengah berdiskusi, salah satu dari pemuda itu yakni adik dari atasan Asmirah sekaligus pemimpinnya merasa dendam dengan Raka juga Asmirah. Dia ingin membalas dendam dengan bermaksud untuk membuat Asmirah dan Raka hancur, rencana pun mereka susun sedemikian rupa.


“Tuan bos... Sebelum kita melakukan rencana ini, alangkah bagusnya kalo kita bersenang – senang dulu” ujar pemuda A.


“Benar bos, kita semua juga kepingin merasakan gi mana rasanya main ama gadis kota. Aku dengar dari pemuda desa tetangga kalo gadis kota permainannya liar banget dan tentunya sangat memuaskan” ujar pemuda D.


Mendengar hasutan itu membuat iman pemimpin pemuda pun tergoda, mereka kembali merencanakan rencana jahat untuk Asmirah. Tawa jahat mereka menggema di ruangan kosong yang di jadikan markas, imajinasi mereka semakin liar saat membayangi wajah Asmirah.

__ADS_1


Sebentar lagi kalian berdua akan hancur..... Gumam pemimpin pemuda itu dalam hati.


Hari pelaksanaan rencana pun di mulai, para pemuda itu mendapat kesempatan saat Raka, Asmirah, Thio dan Dewi jalan – jalan di pinggiran hutan kecil di desa Kemuning. Mereka menggunakan topeng ala penjahat di tv – tv segera mencegat mereka berempat, Raka dan Thio pun tidak tinggal diam. Thio meminta Dewi dan Asmirah untuk berdiri agak jauh dari mereka, dia tidak ingin nantinya para gadis ini terkena serangan dari para pemuda yang tampak sudah memasamh kuda - kuda.


Wajah para perempuan itu terlihat khawatir dan takut, mereka saling berpelukan dari samping sambil menatap perkelahian di depan mereka.


Para pemuda itu sama sekali tidak mengetahui jika Raka dan Thio bisa bela diri, mereka mengira jika Raka dan Thio hanya pemuda manja yang tidak bisa apa – apa. Mereka semua terkejut saat Raka dan Thio dengan mudahnya mengalahkan mereka, serangan demi serangan di kerahkan mereka untuk menjatuhkan Raka juga Thio.


namun, usah mereka gagal dan wajah mereka tampak lebam, mereka semua tergeletak tidak berdaya di tanah sambil meringis ke sakitan, pemimpin pemuda itu tidak kehabisan akal. Dia lalu mengeluarkan belati besar dari balik punggungnya yang tertutup baju, pemimpin itu langsung menyerang saat Raka menurunkan kewaspadaannya.


Bagian dada bidang Raka terkena goresan dari belati milik pemimpin pemuda itu, kemeja biru yang di kenakan Raka terkoyak begitu juga dada bidangnya yang terkena sabetan belati itu. Darah segar mulai menembus kemeja yang di kenakan Raka, Thio yang melihat hal itu segera menyerang dan menjatuhkan lawan – lawan mereka. Merasa kalah dan tidak sebanding para pemuda itu melarikan diri, mereka memilih menyelamatkan diri sebelum nantinya mereka terkena masalah yang lebih besar lagi.


Dewi dan Asmirah yang sempat bersembunyi segera menghampiri Raka juga Thio,


“Oppa.... Oppa nggak apa – apa?” tanya Asmirah sambil memegangi lengan kanan Raka yang berusaha menutupi luka di dadanya.

__ADS_1


“Aku nggak apa – apa, hanya luka goresan saja” ujar Raka, wajahnya tampak meringis kesakitan.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2