Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 236


__ADS_3

Kotak persegi panjang itu kemudian di taruh Nicholas di atas ranjang dengan posisi terbuka dan secarik kertas di dalamnya, dia lalu melangkah keluar menuju lift dan menekan tombol pada dinding lift menuju ke lantai bawah.


Nicholas menelepon salah seorang orangnya untuk segera mempersiapkan mobil, para body guar yang masih berada di lobi segera melaksanakan tugasnya. Mobil mewah itu ter parkir di pelataran hotel dan tampak stand by, pintu lift terbuka bergegas Nicholas keluar sambil melihat ke arah ponselnya.


Kaki panjang itu melangkah cepat menuju mobil mewah di mana pintu bagian bangku penumpang sudah terbuka lebar, Nicholas duduk di dalam mobil itu dan memerintahkan ada supir untuk menuju ke butik pakaian.


Supir menjalankan mobilnya menuju butik terdekat di sekitaran hotel mewah itu, mobil itu berhenti tepat di depan sebuah butik mewah. Tampak beberapa lampu telah di padamkan tanda jika butik itu akan tutup, Nicholas bergegas turun dari mobil saat melihat seseorang keluar dari pintu butik itu.


“wait a moment?! (tunggu sebentar?!)” ujar Nicholas membuat orang itu menghentikan kegiatannya, dia membalikkan tubuhnya menatap heran pada Nicholas yang menghampiri.


“Yes sir, how can I help you? (Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?)” ujar orang itu.


“I want to buy clothes!! (aku ingin membeli pakaian!!)” ujar Nicholas menatap ke arah kaca butik yang terlihat sudah gelap, penjaga butik itu menatap lama ke arah Nicholas dengan raut wajah heran.


“sorry sir, but we are closed and....(maaf tuan, tapi kami sudah tutup dan....)” ucapan orang itu terhenti saat Nicholas langsung memotong pembicaraannya.


“I will pay any price?! (Aku akan membayar berapa pun harganya?!)” ujar Nicholas membuat penjaga butik itu kembali membuka pintu yang sempat terkunci sebelumnya, penjaga butik itu terlihat terkejut saat melihat para pria berbadan tegap yang berdiri di belakang Nicholas menatap tajam ke arahnya.


“cococococome sir... Come on in please, wait a moment I'll turn on the light (mamamamari tuan... Mari silah kan masuk, tunggu sebentar saya akan menyalakan lampu)” ujar penjaga butik itu yang bergegas membuka pintu dan menyalakan lampu butik, Nicholas mengikuti penjaga itu tanpa melihat ke sekelilingnya.


Di saat ruangan butik itu terang benderang seketika itu juga mata Nicholas terbuka lebar. Nicholas terkejut saat beberapa pakaian super mini, lingerie dan beberapa pakaian seksi terpajang di ruangan butik, segera dia menyuruh para bawahannya untuk menunggu di luaran butik.


“Sir, which model do you want to buy, please just choose. We have good quality clothes, like this one for example (tuan ingin membeli model yang bagaimana, silah kan saja anda pilih. Kami memiliki pakaian yang berkualitas baik, seperti ini contohnya) “ ujar penjaga butik memperlihatkan beberapa pasang lingerie transparan dengan pasangan pakaian dalam yang senada, raut wajah Nicholas tergambar jelas rasa bingung tanpa satu orang pun menyadari jika saat ini telinganya memerah.

__ADS_1


Nicholas lalu mengurungkan niatnya membeli pakaian di butik itu,


“i didn't buy it (saya tidak jadi beli)” ujar Nicholas membuat penjaga butik itu menatap heran.


“sorry sir, why don't you buy? Is it because of the model or motive that you don't like? If so, can I show you some other types and forms of clothing? (maaf tuan, kenapa anda tidak jadi beli? apa karena modelnya atau motifnya yang tidak anda suka? Jika iya, saya bisa menunjukkan beberapa jenis dan bentuk pakaian yang lain?)” ujar penjaga butik hendak mengambil beberapa pakaian yang lain.


“No, I don't need clothes like this. Is there a boutique around here that sells Muslim clothing? (Tidak, aku tidak membutuhkan pakaian seperti ini. Apakah di sekitar sini ada butik yang menjual pakaian Muslimah?)“ tanya Nicholas dengan tangan kanan menutup wajahnya lalu turun menutupi mulut, dia benar - benar canggung berada dalam butik yang khusus menjual pakaian dinas untuk malam jumat para kaum hawa.


Kening penjaga butik itu tampak berkerut dengan pertanyaan Nicholas, dia lalu menatap ke arah jam yang terpasang di dinding.


“hour now most of the boutiques around here are closed, sir. I was late closing because I just finished putting in new stuff (jam sekarang kebanyakan butik di sekitar sini sudah tutup, tuan. Saya terlambat tutup karena baru saja selesai memasukkan barang baru)” ujar Penjaga butik itu, Nicholas terlihat menghela nafas panjang.


Mata elang Nicholas sempat melihat ke arah lingerie seksi berwarna krem dengan bagian tengahnya yang terbuka, terbayang olehnya saat Sabrina mengenakan lingerie itu.


“How are you sir? Are you buying or not?(Bagaimana tuan? Apakah anda jadi membeli atau tidak?)” tanya penjaga butik itu membuyarkan lamunan Nicholas yang langsung menatap ke arahnya.


“sir....(tuan....) “ panggil penjaga butik itu menghentikan langkah Nicholas, pria tampan itu kembali menatap ke arahnya.


“Sir... If you don't mind, who did you buy the clothes for? Wife or... (tuan... Jika anda tidak keberatan, anda membeli pakaian untuk siapa? Istri atau...)” tanya penjaga itu hati – hati.


“my wife (istri)” ujar Nicholas hendak melangkah pergi, baru saja beberapa langkah besar dia melangkah harua terhenti saat mendengar keluhan penjaga butik itu.


“haaaahh.... I thought he would buy one of these clothes, all day today not a single customer has bought one (haaaahh.... Aku kira dia akan membeli salah satu pakaian ini, seharian ini belum ada satu pun pelanggan yang membeli)” keluh penjaga toko sambi melipat beberapa pakaian yang sempat di perlihatkan, dia sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Nicholas yang sudah berdiri di depan pintu masuk.

__ADS_1


Nicholas sejenak berdiri dan berpikir cukup lama, dia membalikkan tubuh menatap ke arah penjaga toko yang tampak sedih sambil menghela nafas panjang. Dia menatap dan melangkah ke arah lingerie yang menarik perhatiannya, tangan kekar Nicholas mengangkat manekin yang mengenakan lingerie dan meletakkannya di atas meja kasir.


“i'm take it this (Aku mengambil ini)” ujar Nicholas menatap tajam ke arah penjaga butik itu, raut wajahnya terlihat tenang berbeda dengan kedua telinga yang semakin memerah sempurna. Penjaga butik menatap dan beberapa kali mengerjapkan matanya menatap ke arah Nicholas, tidak ingin pembelinya berubah pikiran penjaga butik itu segera mengecek harga lingerie pilihan Nicholas.


Penjaga butik itu merasa sangat senang, matanya membulat sempurna saat melihat black card platinum di berikan Nicholas. Senyuman tidak lepas dari wajah Penjaga butik yang segera menggeseknya pada mesin tersedia, tidak lupa dia mengembalikan berserta nota pembayaran pada Nicholas yang menatap ke arah lingerie pilihannya.


Penjaga itu lalu memasukkan gaun lingerie ke dalam kotak berukuran sedang, tidak lupa penjaga itu memasukkan kotak ke dalam paper bag berwarna hitam dengan label toko di badannya. Setelah semuanya beres Nicholas melangkah keluar dari butik dan duduk tenang di dalam mobil mewah yang sedari tadi menunggu, raut wajahnya terlihat bingung saat menatap paper bag yang berada di sampingnya.


“Shall we return to the hotel, young master? (Kita kembali ke hotel, tuan muda?)” tanya supir dengan hati-hati.


“ya" jawab singkat Nicholas, dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela menikmati pemandangan. Tangan kanannya memegangi atasan paper bag dengan jantung yang berdegup cepat.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2