Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 130


__ADS_3

Di bingkai foto kecil itu ada foto pernikahan Sabrina dan Nicholas, dia lalu meraih foto itu melangkah ke arah sofa empuk yang menghadap ke jendela kamar. Sabrina duduk di sofa itu dan tidak sengaja bo**ngnya menekan tombol remote untuk membuka tirai tepat di depan kursi itu.


Mata indah Sabrina terpana dengan pemandangan malam nan indah tersuguh cantik di jendela kamar itu, langit malam begitu indah di hiasi kerlap kerlip bintang dan bulan purnama yang bersinar dengan sangat indah.


Subhanallah... sungguh indah pemandangan ini gumam Sabrina yang termenung melihat pemandangan di depan matanya. Tangan kanannya meraih remote tirai yang terduduki olehnya dan meletakkannya di meja kecil samping sofa itu, foto yang di pegangnya juga di letakkan di atas meja itu.


Sabrina merebahkan miring tubuhnya di sofa itu sambil memandangi keindahan sinaran bulan purnama, di temani dengan keindahan lampu-lampu gedung di bagian bawah gedung apartemen itu. Pemandangan itu begitu cantik memberikan ketenangan pada Sabrina yang semula gugup, perlahan-lahan mata indah itu terasa berat dan terpejam sempurna.


Sabrina tertidur di sofa empuk tepat di bawah sinaran bulan yang masuk melewati kaca tebal itu, udara sejuk dari AC ruangan seolah angin sepoi-sepoi yang membawanya masuk ke dunia mimpi.


Setengah jam telah berlalu, Nicholas baru saja kembali dari pekerjaannya di sambut oleh Yohan yang membantu membuka jasnya. Tangannya memegangi ponsel yang berisi email dari klien-klien yang harus segera di balas,


“good night young master (selamat malam tuan muda)” sapa Yohan dengan ramah,


“Hmm” sapa Nicholas menatap ke arah Yohan sejenak lalu kembali fokus pada ponselnya.


“does young master want to eat first? (apa tuan muda ingin makan terlebih dahulu?)” tanya Yohan meraih tas jinjing yang di bawa oleh Jack.


“No, Jack and I had dinner out. You can rest now (tidak usah, aku dan Jack sudah makan malam di luar. Kalian sudah bisa beristirahat sekarang)” ujar Nicholas melangkah menuju kamar miliknya.


“That's yo...ung master.... where is Young Master (itu tuan mu.... da... ke mana Tuan Muda?)” Tanya Yohan pada Jack yang sudah tidak melihat Tuan mudanya.


“the boss has entered the room, why? (bos sudah masuk ke dalam kamar, kenapa?)” tanya Jack melangkah menuju dapur di ikuti Yohan yang terlihat kebingungan. Jack membuka pintu kulkas dan mengambil minuman kaleng segar di dalamnya, dia membuka minuman itu dan meneguk cairan di dalam kaleng itu. Mata Jack sempat melirik ke arah Yohan yang terlihat bingung,


“what's wrong with you? (kamu kenapa?)” tanya Jack meletakkan kaleng minumannya di atas meja kitchen.

__ADS_1


“I was just about to tell the young master.. (aku baru saja ingin memberitahu tuan muda...)” ucapan Yohan terhenti saat Nicholas keluar kamar dan menghampiri mereka berdua.


“why Sabrina can be in my room? (kenapa Sabrina bisa ada di kamar ku?)” tanya Nicholas pada Yohan.


“Sorry young master, didn't you ask Miss Sabrina to wait for you in the room yourself? When I was about to tell you if the lady was in your room already...(maaf tuan muda, bukannya anda sendiri yang meminta nona Sabrina untuk menunggu anda di kamar? Saat saya akan memberi tahu anda jika nona ada di kamar anda sudah...)” ujar Yohan yang langsung terhenti saat Nicholas mengarahkan tangannya ke arah Yohan mengisyaratkannya untuk berhenti berbicara.


Nicholas yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya benar-benar lupa dengan perintahnya pada Yohan, dia meraih minuman kaleng di atas meja Kitchen yang baru saja di minum oleh Jack.


“boss...it's mine (bos... itu milikku)” ujar Jack membuat Nicholas seketika menyemburkan minuman itu kembali. Dia pun berlalu pergi menuju wastafel untuk berkumur-kumur,


does my mouth smell so bad that boss has to rinse his mouth?(apa mulutku sebau itu sampai-sampai bos harus berkumur-kumur?) Gumam Jack mencoba membaui nafasnya sendiri dengan menghadapkan tangannya depan bibir dan meniupkan nafasnya.


I just drank Jack's ex, if I kiss Sabrina it's the same as Jack's indirect kiss on my wife... of course I won't let it (Aku baru saja meminum bekas Jack, jika aku mencium Sabrina itu sama saja dengan ciuman tidak langsung Jack pada istriku... tentu saja aku tidak akan membiarkannya) gumam Nicholas dalam hati yang begitu posesif. Yohan hanya tersenyum melihat tingkah kedua pria itu, dia pun akan melangkah menuju kamar Nicholas untuk menaruh jas milik tuan mudanya.


Baru saja Yohan memegang pegangan pintu, Nicholas seakan menggunakan teleport berada di belakangnya dan menahan pegangan Pintu itu agar tidak terbuka.


“just let me, you guys rest (biar aku saja, kalian beristirahatlah)” ujar Nicholas meraih jas di tangan Yohan. Secepat kilat dia segera membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya, belum sempat Yohan berbicara pintu kamar itu sudah menutup juga terdengar bunyi klik menandakan pintu itu di kunci.


Yohan kembali melangka ke arah dapur dengan begitu banyak pertanyaan di benaknya, Jack menatap ke arah Yohan sambil meminum minumannya yang baru saja di ambilnya kembali dari dalam kulkas.


“why do you look confused? (kenapa kamu terlihat bingung?)” tanya Jack sambil menikmati minumannya.


“Miss Sabrina was in the room then the young master also went into the room and locked it (nona Sabrina ada di dalam kamar itu lalu tuan muda juga masuk ke dalam kamar itu dan menguncinya)”


“then?! Why do you look so worried? (lalu?! Kenapa kamu terlihat begitu khawatir?)”

__ADS_1


“will this time be the same... (apakah kali ini akan sama...)” ujaran Yohan tergantung dengan raut wajah terlihat cemas, Jack pun mengerti dengan arah pembicaraan Yohan ikut menatap ke arah kamar bosnya.


“I hope not, we pray... I hope that Miss Sabrina is okay (semoga saja tidak, kita doakan... semoga nona Sabrina tidak kenapa-kenapa )” ujar Jack ikut merasa khawatir akan nasib Sabrina.


***


Nicholas mendekati sofa di mana Sabrina tengah tertidur pulas, wajah cantik itu terlihat semakin cantik saat di terpa cahaya biru dari sinaran bulan purnama. Perlahan-lahan dia duduk di samping sofa tepat di sebelah tubuh Sabrina, sebelah tangannya membelai lembut wajah gadis cantik itu.


Jari jemari kekar Nicholas singgah di bibir mungil berwarna pink natural, dalam benaknya kembali tergambar kejadian saat siang di mana untuk pertama kalinya dia melihat penampilan berbeda Sabrina. Sang jagoan yang tersembunyi dalam celana panjang itu mendadak terbangun dari tidur panjangnya, perlahan-lahan wajah Nicholas mendekat ke arah wajah gadis cantik itu.


Bibir seksinya mengecup lembut kening gadis cantik itu, lalu perlahan turun ke arah dua mata Sabrina. Merasa ada yang mengecupnya dengan lembut dan hidungnya yang mencium bau harum Nicholas, mata cantik itu perahan membuka dan mendapati Nicholas yang tengah menatap dirinya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2