Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 229


__ADS_3

“Sayang, what are you doing?! Give me back my phone (Sayang, apa yang kamu lakukan?! Kembalikan ponsel ku)” ujar Sabrina hendak merebut ponselnya kembali, sama sekali dia tidak sadar sudah masuk ke dalam pelukan hangat Nicholas. Tangan kiri Nicholas sudah melingkar di pinggang Sabrina dengan sempurna, wajahnya semakin tampan saat senyuman nackal tersungging di bibirnya.


Suasana penuh kemesraan sangat terasa kental di bangku penumpang di mobil mewah itu, suasana yang berbanding terbalik dengan keadaan di bangku pengemudi.


You don't see me.... You don't see me.... I'm not real.... I'm not real.... (Kalian tidak melihatku.... Kalian tidak melihatku.... Aku tidak nyata..... Aku tidak nyata....) Gumam sang supir dalam hati yang fokus pada jalanan di depannya, sesekali matanya menatap ke arah kaca spion untuk melihat kondisi di belakang mobil.


Tatapan Supir tertangkap oleh Nicholas yang sempat melirik ke arah depan kaca spion,


“Sayang, Give me back my phone (Sayang, kembalikan ponsel ku)” ujar Sabrina berusaha mengambil ponselnya yang di simpan di saku celana Nicholas, tangan kanan Nicholas memegangi tangan kiri Sabrina.


Mata tajam Nicholas mengode ke arah supir untuk menaikkan penghalang pandangan antara pengemudi dan bangku penumpang, Sabrina terus berusaha untuk mengambil ponsel dengan tangan yang terbebas. Perlahan pembatas itu naik memisahkan antara bangku penumpang dan pengemudi, sang supir tampak sedikit lega karena tidak harus menatap adegan yang bisa membuat dia iri plus kehilangan pekerjaannya.


Mobil mewah itu dengan santai melaju menuju tujuan yang sudah di perintahkan oleh Nicholas, namun keimanan serta rasa ingin tahu sang supir kembali di uji saat mendengar suara gaduh di bangku penumpang. Sabrina tampak senang saat Dia berhasil mengambil ponselnya dan bermaksud untuk duduk kembali ke posisinya, saat akan mengangkat tubuhnya tangan kiri Nicholas menekan dan menahan.


Posisi Sabrina tepat berada di atas dalam pangkuan Nicholas yang sudah mengubah posisi dengan tubuh sedikit menyandar di pintu mobil, mata Sabrina membulat sempurna saat menyadari posisinya dalam keadaan rentan plus genting.


“Nicho... Let me go (Nicho.... Lepaskan aku)” ujar Sabrina dengan sebelah tangannya memegangi tangan kekar yang memeluk erat, Senyuman nackal terus tersungging di bibirnya saat menatap wajah Sabrina yang merona.


“Sayang... Today you look very beautiful (Sayang... Hari ini kamu terlihat sangat cantik) “ ujar Nicholas menggoda Sabrina.


“Nicho... Sayang.... I beg you.... Please let go, I have to call daddy to make sure everything is okay (Nicho.... Sayang... Aku mohon.... Tolong lepaskan, aku harus menghubungi daddy untuk memastikan semuanya baik – baik saja)” ujar Sabrina, wajahnya terlihat semakin merona mendapat perlakuan mesra dan lembut dari kekasih hatinya.


“Sayang, Yusuf will be fine. There are nannies, Jack, Yohan and others who will help daddy. Calm down (Sayang, Yusuf akan baik – baik saja. Ada pengasuh, Jack, Yohan dan lainnya yang akan membantu daddy. Kamu tenang saja)” ujar Nicholas sambil mengecup pipinya yang kemerahan, mata jernih itu memberanikan diri menatap ke arah pria tampan yang menatap lembut.


“what if later... ( bagaimana jika nanti...)” ucapan perempuan cantik itu terhenti saat bibirnya di bungkam dengan bibir seksi dari pria tampan yang memeluknya erat, tounge Nicholas mengajak bermain tounge milik Sabrina dan mengabsen setiap inci dalam bibir pink natural.

__ADS_1


Perlahan ciuman panas itu mulai terlepas saat Sabrina mulai kekurangan udara segar, matanya menatap sayu ke arah Nicholas yang membalas menatap penuh cinta. Sebelah tangan yang lain membelai penuh kelembutan wajah cantik istrinya,


“Sayang, take time for me and for yourself. You were so focused on taking care of our son that you forgot to pamper yourself, now I'll take you somewhere so you can relax and enjoy your time (sayang, luangkan waktu untukku dan untuk dirimu. Kamu terlalu fokus menjaga putra kita hingga lupa untuk memanjakan dirimu, sekarang aku akan mengajakmu ke suatu tempat agar kamu bisa tenang dan menikmati waktumu) “ ujar Nicholas membuat Sabrina menatap intens ke matanya, dia tampak berpikir sejenak.


Apa yang di katakan Nicho memang benar... Karena begitu sibuk dengan pekerjaan dan juga Yusuf, aku lupa jika aku butuh waktu untuk merelakskan diri... Gumam Sabrina dalam hati, bibirnya tersungging senyuman manis yang membuat siapa saja semakin terpesona dengan kecantikannya.


“It's time for us to enjoy some time together and I'm going to spoil you today (Ini saatnya kita menikmati waktu berdua dan aku akan memanjakan dirimu hari ini)” ujar Nicholas sambil sambil menoel hidung mancung Sabrina, mendapat penawaran itu tentu saja tidak di sia – siakan oleh perempuan cantik itu.


“ok my dear... I will obey you, so... (baiklah sayang ku... Aku akan menurutimu, jadi...)” ucapan Sabrina kembali terhenti saat kembali tangan Nicholas menekan dan mendekap erat tubuh rampingnya.


“today I will take you somewhere (hari ini aku akan membawamu ke suatu tempat)” ujar Nicholas penuh teka teki membuat Sabrina tampak kebingungan, kembali dia mengecup pipi merona istrinya yang terlihat begitu menggiurkan.


Mobil mewah itu tampak berhenti di pelataran sebuah gedung, sebuah papan merek besar terpasang di tepian gedung itu. Supir tidak mengetahui apa yang terjadi di belakang, dia pun menekan tombol pembuka kunci pada pintu di samping Sabrina.


Kejadian itu berlangsung begitu cepat saat pintu mobil itu terbuka, Nicholas hampir saja terjatuh bersama dengan Sabrina. Dia bergerak cepat memegangi tepian tempat duduk dan memeluk erat Sabrina, body guard tercengang melihat apa yang telah di lakukannya. Wajah body guard itu seketika berubah pucat pasi seakan nyawanya baru saja meninggalkan jasad, dia sudah melakukan suatu kesalahan yang teramat.


Sabrina segera bangkit dan duduk kembali dengan tenang, wajahnya semakin merona saat beberapa orang tidak sengaja melihat apa yang terjadi. Tatapan mematikan dapat di rasakan oleh body guard juga lainnya, Nicholas segera memperbaiki posisi duduknya seperti semula. Seketika saja suasana berubah menjadi dingin sedingin kutub selatan, jantung body guard itu berdetak cepat dengan bulir – bulir keringat yang perlahan turun dari kening hingga pipinya.


Rasa ketakutan terlihat jelas di wajah body guard itu, dia seakan bisa melihat kematiannya di depan mata. Para body guard lainnya hanya bisa menatap iba dan berdoa dalam hati untuk keselamatan body guard yang berdiri mematung di samping mobil mewah itu, Nicholas turun dari mobil dan berdiri tepat di depan body guard itu. Sabrina sudah bisa mengendalikan dirinya menatap ke arah samping di mana Nicholas sudah turun, mata cantiknya sempat melihat ke arah wajah body guard yang memancarkan raut wajah takut.


“sosososososorry, young master... I really did not do it on purpose (mamamamaaf tuan muda.... Aku bebebebenar – benar tititititidak sengaja)” ujar Body guard itu tidak mampu menatap ke arah Nicholas yang sudah terlihat ingin menelannya hidup- hidup.


Sabrina menatap ke arah punggung Nicholas yang seakan terpancar aura dingin mencekam, dia lalu menggeser dan keluar dari pintu di mana Nicholas berdiri membelakanginya. Dia sama sekali tidak menyadari jika Sabrina sudah turun dari mobil dan berdiri di sampingnya, mata tajam menatap dingin ke arah body guard yang pasrah dengan apa yang akan terjadi.


Sabrina mengulurkan tangan menyentuh lembut tangan kekar yang terkepal kuat membuat Nicholas seketika menatap ke arahnya, tatapan serta senyuman lembut dari istri tercinta meruntuhkan segala amarah dan kekesalan yang siap akan meledak.

__ADS_1


“Sayang, will you accompany me?! Where are we now?! (sayang, kamu akan menemaniku?! Sekarang kita ada di mana?!)” tanya Sabrina memegangi sambil melihat ke arah gedung, Nicholas ikut melihat ke arah yang di lihat istrinya. Diam – diam tanpa sepengetahuan Nicholas yang perhatiannya teralihkan, Sabrina mengode dengan lirikan mata ke arah body guard untuk segera pergi.


“We.... (kita...)” ucapan Nicholas tergantung, sebuah senyuman nackal tersungging di bibirnya tanpa di sadari Sabrina yang masih sibuk memberi kode. Body guard itu masih berada di posisinya dan terlihat ragu – ragu, Sabrina terus berkali – kali mengode dan tidak menyadari jika Nicholas menatap ke arahnya.


Tangan kiri Nicholas merangkul pinggang dan menarik Sabrina untuk lebih mendekat ke arahnya, perempuan cantik itu terlihat terkejut menatap ke arah suami yang membalas menatap ke arahnya.


“We are currently at the beauty massage spa center, dear. I want my queen to be able to relax herself from her routine (Kita saat ini ada di pusat spa massage kecantikan, sayang. Aku ingin ratuku ini bisa merelakskan diri dari rutinitasnya)” ujar Nicholas, lirikan matanya mengode ke arah body guard untuk segera pergi. Moment itu tentu saja tidak di siakan oleh body guard yang segera pergi secepat kilat menuju mobil khusus Body guard, wajahnya terlihat cerah dan kembali berwarna karena terbebas dari mara bahaya.


Badai yang semula bergemuruh sudah menghilang begitu saja saat Sabrina tersenyum manis padanya, mereka pun melangkah bersamaan masuk ke gedung spa itu. Mereka di sambut oleh beberapa petugas spa yang bertugas di bagian front desk, para petugas menyapa dengan sangat ramah dan menunjukkan beberapa treatment spa.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2