
“That ?! ( itu?!)” ujar maid padanya sambil menunjuk ke arah ranjang, Yohan menatap heran mengikuti ke arah maid itu tunjuk. Mata Yohan terbuka lebar saat mendapati Nicholas yang membelakanginya tengah memeluk seseorang yang tidak begitu terlihat olehnya.
Menyadari jika dirinya masuk di waktu yang tidak tepat Yohan segera bergegas melangkah keluar dari kamar Nicholas, tanpa sengaja dia menyenggol vas bunga di sebuah meja tepat di samping sebuah lemari kecil.
Praaang....
Pecahan itu berbunyi cukup keras membuat Nicholas terbangun dari tidurnya, pergerakan di ranjang itu membuat Yohan menahan nafas dan menatap ke arah ranjang. Sabrina menggeliat sejenak dan semakin mempererat pelukannya pada Nicholas yang segera menarik selimut untuk menutupi tangan dan bahunya yang terbuka.
Yohan sangat gugup dan segera mengalihkan pandangannya, dia membalikkan tubuh memperhatikan pecahan vas yang tersebar di lantai. Maid yang berada di depan pintu kamar Nicholas sudah menghilang entah ke mana,
“i...i... i'm so sorry young master, I don't know and... (ma...ma.... Maaf tuan muda, saya tidak tahu dan...)” belum selesai Yohan berbicara, Nicholas memeluk tubuh istrinya agar tidak terlihat oleh Yohan.
“clean up as soon as possible and exit without making a sound (bersihkan secepatnya dan keluar tanpa bersuara)” perintah Nicholas setengah berbisik. Sabrina menggeliat dan berusaha untuk membuka matanya yang terasa sangat mengantuk.
“hmm...what's wrong?!! (hmm...ada apa?!!)” ujar Sabrina dengan suara sedikit serak, matanya masih menutup.
“It's okay baby, go back to sleep (Tidak ada apa-apa sayang, kembalilah tidur)” ujar Nicholas mengode ke arah Yohan dengan tangannya untuk segera membersihkan kekacauan yang di buat olehnya. Segera setelah Yohan membereskan pecahan kaca itu dan memastikan tidak ada yang tertinggal, dia bergegas keluar dari kamar Nicholas dengan nafas yang tersengal-sengal.
Jack yang baru datang dan hendak menemui Nicholas menatap heran ke arah Yohan yang berdiri di depan pintu kamar dengan nafas seperti orang baru lari mengelilingi lapangan besar.
“What happened to you? (apa yang terjadi padamu?)” tanya Jack heran, dia mengulurkan tangan memegangi handle pintu kamar Nicholas.
“What do you want? (Kamu mau apa?)” tanya Yohan setengah berbisik dan menatap horor ke arah Jack yang semakin menatap heran padanya. Tangan Yohan memegangi tangan Jack menahannya untuk membuka pintu kamar,
__ADS_1
“I want to meet the boss, what else do you want?! ( aku mau menemui bos, memangnya mau apa lagi?!)”
“Don't... Don't go into the young master's room (Jangan... Jangan masuk ke kamar tuan muda)” Yohan kembali berbisik membuat Jack semakin heran dan bingung.
“Why? (kenapa?)” tanya Jack pada Yohan yang langsung menariknya untuk menjauh dari kamar Nicholas. Dia menarik Jack hingga sampai ke dapur lalu membuang pecahan vas bunga ke dalam tempat sampah, Jack semakin di buat tidak mengerti oleh sikap Yohan yang langsung mengambil air putih dan meminumnya.
“why do you seem to see something surprising? (kamu kenapa seperti melihat sesuatu yang mengejutkan?)” tanya Jack.
“You better not go to the young master's room now, because Miss Sabrina is in the young master's room and… (sebaiknya kamu jangan ke kamar tuan muda sekarang, karena nona Sabrina ada di kamar tuan muda dan.....)” ucapan Yohan kembali terputus saat teringat dengan pemandangan di kamar itu. Wajahnya merona saat mengingat hal itu, kembali dia meneguk air putih di depannya.
“is Miss Sabrina too?!! (apa nona Sabrina juga?!!)” tanya Jack terkejut sambil mengode membentuk garis lurus di lehernya dengan raut wajah terlihat panik. Yohan langsung menyemburkan air dari mulutnya ke lantai, dia lalu menatap ke arah Jack yang semakin kebingungan.
“no.... Miss Sabrina is fine... Just... They... They... (bukan.... Nona Sabrina baik-baik saja... Hanya... Mereka... Mereka....)” ujar Yohan yang memberi kelegaan pada Jack yang sudah berburuk sangka. Dia merasa sangat lega mendengar jika Sabrina baik-baik saja,
“They look very close and... ( Mereka terlihat sangat dekat dan.... It seems that the young master has already overcome the trauma of that incident (Menatap ke arah Jack sambil memegangi tangannya) Sepertinya Tuan muda sudah bisa melewati rasa trauma dari kejadian itu )” ujar Yohan masih dengan wajah yang merona saat mengingat apa yang tidak sengaja di lihatnya.
Tanpa sengaja chef datang untuk mengambil sesuatu di dapur, matanya terbuka lebar dengan senyuman aneh terukir di wajahnya. Cheff itu mengode dengan tangan yang bergerak di atas bibir untuk menutup mulutnya, Yohan dan Jack menatap bingung juga heran dengan reaksi cheff itu.
Maid dan beberapa penjaga yang akan sarapan di dapur juga terkejut saat melihat Yohan memegang tangan Jack, mereka semua tersenyum-senyum dengan wajah merona. Kedua pria itu semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi dan saling bertatapan,
“if you guys are this close, why not just make it official (jika kalian sudah sedekat ini, kenapa tidak di resmikan saja)” terdengar suara Nicholas dari arah pintu masuk dapur, sedang menatap ke arah Yohan dan Jack sambil bersandar di dinding samping dia berdiri. Para maid dan lainnya berada di dapur menatap ke arah Nicholas yang berdiri sambil melipat tangannya ke dada.
Wajah Para maid perempuan mendadak memerah saat melihat tampilan hot Nicholas yang mengenakan jubah piyama memperlihatkan bagian dada serta abs terpahat sempurna, celana panjang hitam piyama menyempurnakan penampilan pria tampan itu. Rambutnya terlihat basah dan tubuhnya mengilat karena baru saja selesai membersihkan diri.
__ADS_1
“aaah... such a perfect masterpiece... (aaah... maha karya yang begitu sempurna...)” bisik salah seorang maid yang terpesona dengan pemandangan indah di hadapannya.
“you're right... young lady is very lucky (kamu benar... nona muda sangat beruntung)” bisik maid perempuan lain ikut terpesona.
Jack dan Yohan tersadar dengan sindiran itu segera melepaskan tangan juga melangkah mundur satu sama lain, mereka saling menjaga jarak. Jack memilih duduk di meja makan depan kitchen, anak buah dan cheff menahan tawanya melihat tingkah mereka berdua.
“young master (tuan muda)” sapa Yohan menundukkan pandangannya, dia merasa tidak enak hati karena sudah mengganggu.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1