Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 100


__ADS_3

Setetes cairan sebening kristal jatuh menetes dari mata indah Sabrina, dia kini telah menikah dengan pria asing pilihan Arman. Ada perasaan hancur di hatinya saat teringat wajah Raka Dan seluruh keluarganya, Sabrina menyadari jika tindakannya akan membuat Raka juga seluruh keluarganya terluka.


(termasuk nih neng, para penggemar eneng pada kecewa... yang sabar ya para reader. Cinta sejati bakalan menghadapi ujian, kagak mungkin juga semuanya semulus kulitnya baby... pasti akan ada hambatan seperti jerawat yang tengah bersemi di wajah author saat ini)


Ponsel Nicholas kembali bergetar dengan nomor asing tertera di sana, nomor yang sempat sebelumnya menghubungi. Petugas KUA membuka beberapa surat di mana para saksi menandatangani, setelahnya salah satu dari mereka menyerahkan pena pada Nicholas.


Tangan Nicholas bergerak cepat menandatangani dokumen itu, setelahnya dia segera berdiri meninggalkan sejenak ruangan itu. Jari jemarinya segera menggeser icon pada layar ponselnya,


“hallo (halo)” ujar Nicholas penasaran.


“boss, it's me Jack. Sorry boss, I just contacted now (bos, ini aku Jack. Maaf bos, aku baru menghubungi sekarang)”


“why are you so late to call me and whose number is this? What was the result of your investigation? (kenapa kamu begitu terlambat menghubungi ku dan nomor siapa ini? Bagaimana hasil penyelidikan mu?)” Nicholas sudah sangat tidak sabaran ingin mengetahui gerangan apa yang membuat Sabrina memintanya untuk menikah.


Jack segera mengatakan hasil penyelidikannya, saat di rumah sakit Jack yang masih terduduk di lantai menatap ke arah Adrian. Sebelah tangannya menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, perlahan dia berdiri menatap ke arah Araf yang terlihat masih sangat emosi.


“you guys step aside (kalian minggir)” perintah Jack pada anak buah yang berjaga-jaga di depannya. Araf berusaha untuk membebaskan diri dari pegangan kuat Yusuf, Cakra dan Wibisana.


“Is Arman still not satisfied that he sent his rat to make my grandparents and uncle die? Tell that bastard, if anything happens to grandpa and uncle he's the first person I'll send to accompany grandpa and uncle (apa si Arman masih belum puas hingga dia mengirim tikusnya untuk membuat eyang dan pamanku menemui ajal? Katakan pada bajingan itu, jika sampai terjadi sesuatu pada eyang dan pamanku dia orang pertama yang akan aku kirim untuk menemani eyang juga paman)” ancam Araf emosi tingkat dewa. Jack hanya diam dan menghela nafas panjang, dia hanya tersenyum smirk pada kedua keluarga itu.


Kedatangan Jack benar-benar telah membuat kedua keluarga itu salah paham, di saat bersamaan Raka baru sampai di rumah sakit bersama Bima dan Anjani. Mereka termenung saat melihat kedua keluarga tampak menghakimi orang asing, langkah Raka terhenti saat ponselnya bergetar memberitahu ada notifikasi pesan yang masuk.


Tuan Raka Saya Arinda dari WO Pearl Stars.... saya ingin mengucapkan Selamat atas pernikahan anda Nona Sabrina dan Tuan Raka, semoga pernikahan anda SAMAWA. Sebelumnya saya mencoba menghubungi ponsel nona Sabrina tapi sama sekali tidak bisa di hubungi. Sekali lagi selamat atas pernikahannya....


Mata Raka tercenung saat melihat pesan dari Wo yang akan mengatur acara akad nikah, dia pun menghubungi pihak WO itu kembali.


Tidak menunggu lama, panggilannya langsung di angkat oleh Arinda yang sedang beristirahat di restoran hotel tempat dia menginap bersama Maya yang tengah tebar pesona pada pria-pria tampan.

__ADS_1


“assalamualaikum tuan Raka, maaf jika saya hanya bisa menyampaikan selamat melalui pesan saja, sebenarnya saya ingin mengucapkan selamat saat membantu nona Sabrina make over. tapi karena nona sabrina dan keluarga terlihat terburu-buru, jadi saya tidak bisa mengucapkannya. Dan juga karena begitu sibuk dengan beberapa pekerjaan saya baru bisa mengirim pesan pada anda dan nona sabrina...”


“waalaikum salam nona Arinda, tapi maaf sebelumnya. Siapa yang anda katakan menikah hari ini?” Raka tampak kebingungan dengan ucapan selamat yang di lontarkan oleh pihak WO.


“hah...bukannya anda akan menikah hari ini, tadi kami bertemu dengan nona Sabrina dan keluarganya. Dari yang kami tahu pihak keluarga meminta kami untuk membantu nona Sabrina...”


“tapi bagaimana mungkin saya bisa menikah sekarang jika dua orang dalam keluarga kami saat ini di rawat di rumah sakit” Raka semakin bingung dan tidak bisa berpikir lagi.


“maaf.... tapi...” Arinda menceritakan apa yang terjadi saat mereka bertemu dengan Sabrina.


Maya mendengar penjelasan Arinda, menatap bingung pada sahabatnya. Setelah berbicara cukup lama Arinda mematikan ponselnya,


“kenapose sich bunny? Ntu mukadimah kok kelautan paniki gitu?” ujar Maya peasaran tingkat dewa.


“May.... tadi tuan Raka bilang jika acara akad nikahannya di tunda karena ada keluarga beliau yang sakit. Kalo akad nikah nya di tunda, lalu nona Sabrina nikah ma siapa?” Arinda merasa ada yang salah.


“Ciyus aku May, tadi tuan Raka sendiri yang ngasih tahu”


“Omg.... pantesan itu perempewi kliatan sedih”


“nggak hanya sedih May, aku merasa nona Sabrina sudah di tekan oleh keluarganya itu. Dari sikap mereka terlihat tidak menyukai nona Sabrina” Arinda tampak sedih dan prihatin atas apa yang menimpa Sabrina.


“sutralah bunny, doakan saja semoga semuanya bye-bye love aja” ujar Maya pada Arinda, raut wajah cantik itu tergambar rasa cemas dan khawatir. Walaupun baru beberapa kali mereka bertemu, entah mengapa ada perasaan akrab di hati Arinda untuk Sabrina.


***


Petugas KUA sudah menyelesaikan surat-surat dan menyerahkan kedua buku nikah pada Sabrina, Adelia mendapat sebuah panggilan lalu keluar dari ruangan. Arman juga sibuk dengan ponsel miliknya lebih memilih berdiri di pojok ruangan samping jendela yang terbuka.

__ADS_1


Mata Sabrina menatap ke arah Adelia yang keluar dari ruangan, Dia melihat ke arah Indah sibuk dengan ponsel yang di pegangnya. Sabrina segera bangkit dari tempat duduknya melangkah keluar untuk mencari Adelia. Kepala pelayan Nicholas hendak mengikuti Sabrina, tapi langkahnya tertahan saat petugas KUA memanggilnya mengingatkan buku nikah pasangan itu di tinggal begitu saja.


Mata indah Sabrina melihat ke kiri dan ke kanan sekitar beranda ruangan itu, mata indah itu menangkap sosok Adel yang sudah menyelesaikan sambungan teleponnya. Segera Sabrina menghampiri Adelia yang akan melangkah kembali ke ruangan Akad nikah,


“Adel, permintaan kalian sudah aku lakukan, sekarang berikan penawarnya” Pinta Sabrina sudah tidak bisa bersabar lagi. Setiap menit dan detik sangat berharga demi kelangsungan hidup Adiwijaya dan Wiyasa.


“oooo... pengantin baru kenapa terburu-buru? obat Penawar ini bakalan gue kasih ke elu, tapi tentunya tidak sekarang” ujar Adelia hendak melangkah pergi. Tanpa diketahui oleh kedua gadis itu Nicholas berdiri di balik tembok sebelah kanan Sabrina dan kiri Adelia.


Jack melaporkan pada Nicholas tentang kakek dan bapak Sabrina yang terbaring d rumah sakit, aura gelap dan dingin tampak bernaung di sekitar tubuhnya. Dia kini tahu alasan di balik Sabrina memintanya untuk di nikahi,


It turned out that the warning I gave was considered a breeze by this family, they were very brave against Sabrina. I have to help Sabrina to snatch the antidote from this d*mn family.... (Ternyata peringatan yang aku berikan di anggap angin lalu oleh keluarga ini, berani sekali mereka terhadap Sabrina. Aku harus membantu Sabrina untuk merebut penawar dari keluarga lakcnut ini....) gumam Nicholas dalam hati diam-diam mulai mengintip dan menajamkan pendengarannya. Dia terus mendengar laporan dari Jack sambil mendengar pembicaraan Sabrina dan Adelia.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2