Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 180


__ADS_3

Sambutan dan uluran tangan Sabrina memberi rasa hangat juga aman bagi Hee Na, dia di sambut baik dan diperkerjakan Sabrina sebagai maid untuk membantu pekerjaan Yohan.


Raut wajah Hee Na terlihat sedih saat mendengar keputusan Sabrina yang ingin kembali ke Indonesia, hal itu di karena kan kerinduan Sabrina dengan keluarga besar dan juga kondisi kesehatan Ningsih yang sudah mulai rentan.


“무슨 일이야 히나? 너무 슬퍼보이네요, 무슨 일이라도 있으신가요? (ada apa Hee Na? Kamu terlihat begitu sedih, apa telah terjadi sesuatu?)” tanya Sabrina.


“아니 부인...그냥... (tidak nyonya... hanya saja...)” Hee Na kembali terdiam dan sesekali mencuri pandang ke arah Yohan.


“그게 바로 희나? (hanya saja apa Hee Na?)” Sabrina semakin penasaran dan tidak sengaja melihat Hee Na yang menatap Yohan secara diam – diam. Senyuman manis langsung terlukis di bibir mungil Sabrina yang menambahkan kecantikan hakiki dirinya,


“hmmm... mm... 널 슬프게 하는 게 뭔지 알 것 같아?! (hmmm sepertinya aku tahu apa yang membuat kamu sedih?!)” ujar Sabrina tersenyum ke arah Hee Na yang mengalihkan pandangannya langsung. Wajah bersemu merah terhias di kedua pipi Hee Na sambil menggeleng – gelengkan kepalanya,


“마담이 아니라... 아뇨... 저... 마담이 인도네시아로 돌아가서 슬퍼요 이 가족은 제 가족 같아요. 부인이 이사를 가면 어디로 가야할지 모르겠어 (bukan nyonya... Bukan... Aku... Sedih karena nyonya akan kembali ke Indonesia, keluarga ini sudah seperti keluargaku. Aku tidak tahu harus pulang ke mana lagi jika nyonya pindah )” Hee Na terlihat sedih dan menundukkan kepalanya.


“내가 왜 널 여기 내버려둘 거라고 생각해, 희나? (kenapa kamu berpikir jika aku akan meninggalkan kamu di sini sendirian, Hee Na?)” ujar Sabrina membuat kepala Hee Na yang tertunduk berdiri tegak dan lalu menatap ke arahnya.


“부인 말입니까? (Maksud nyonya?)”


“나는 이미 당신을 내 여동생으로 생각합니다. 어쨌든 당신은 Yusuf의 두 번째 어머니이고 여기에서 당신을 혼자 두는 것은 불가능합니다. 처음에는 놀래켜주고 싶었지만... (Aku sudah menganggapmu sebagai adikku, lagi pula kamu ibu kedua bagi Yusuf dan tidak mungkin bagiku untuk meninggalkanmu sendirian di sini. Awalnya aku ingin memberikan kejutan untuk mu tapi...)” ucapan Sabrina terhenti saat Hee Na bangkit dari tempat duduk dan menghampirinya, ke dua tangan Hee Na melingkar dan langsung memeluk Sabrina dari belakang.


“감사합니다 부인....감사합니다... (Terima kasih nyonya.... Terima kasih...)” Hee Na sangat senang, matanya tampak berkaca - kaca. Senyuman manis dan hangat terhias di wajah cantik Sabrina, tangan kanannya memegang tangan Hee Na yang mengalung ke lehernya.


Sabrina menatap jam di pergelangan tangannya,


“astagfirullah... 나 곧 간다 희나 유서프 떠나 (astagfirullah... Aku segera berangkat, Hee Na titip Yusuf ya)” ujar Sabrina berdiri dari tempatnya duduk, dia lalu berpamitan dengan putra semata wayangnya.


“Yusuf sayang, umi berangkat kerja dulu. kamu jangan buat aunty Hee Na dan Uncle Yohan kewalahan, okay sayang. Umi berangkat mmmmuuuuaaach assalamualaikum sayangnya umi” ujar Sabrina sambil mencium lembut dan gemes pipi gembul Yusuf. Dia lalu hendak melangkah pergi menuju ke arah pintu apartemen sambil berpamitan dengan Hee Na dan Yohan.

__ADS_1


Kedua tangan Yusuf terangkat ke udara berusaha menggapai hiasan tas yang menggantung, Sabrina akan berangkat pergi tapi langkahnya terhenti. Ada yang menahan tas memaksa Sabrina menolehkan kepalanya ke arah belakang,


“kyaa aaa..aaa” terdengar riuh suara Yusuf menarik dan memasukkan mainan tas itu ke dalam mulutnya, dengan penuh kelembutan Sabrina mengambil mainan itu dari mulut dan tangan Yusuf.


“sayang, ini tidak bersih. Jangan kamu masukkan ke dalam mulut, baiklah sekarang umi berangkat ya” ujar Sabrina segera melangkah menuju pintu apartemen. Tangan kanannya terulu meraih pegangan pintu dan membukanya...


****


Beberapa hari setelahnya....


Di belahan benua Amerika lebih tepatnya di negara Kanada, Jack duduk di balik meja kerjanya. Dia terlihat begitu sibuk dengan tumpukan beberapa file di atas meja, sejak meninggalnya Nicholas Sabrina meminta Jack untuk menghandle seluruh perusahaan. Dia sadar sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan perusahaan suaminya, Jack pun harus sering bepergian ke beberapa negara untuk mengatur perusahaan Nicholas yang sudah tersebar di beberapa negara.


Mata Jack sibuk membaca laporan file satu persatu,


Tok... tok... tok...


“come in (masuk)” ujar Jack kembali fokus pada file di atas meja.


Ceklek... kieeet... ceklek...


Terdengar suara pintu yang terbuka dan tertutup kembali, Jack menyangka jika sekretarisnya yang datang. Dia sama sekali tidak menegakkan kepalanya,


“What happened? (ada apa?)” tanya Jack dengan mata masih menatap lembaran kertas di atas meja. Seseorang yang datang itu hanya diam menatap ke arah Jack, bibir seksi dari seseorang itu tersungging senyuman hangat sehangat mentari pagi. Jack yang sama sekali tidak mendengar jawaban kembali berbicara,


“Are there any obstacles? Or is there something you don't understand? (Apakah ada kendala? Atau ada sesuatu yang tidak kamu mengerti?)” tanya Jack sambil fokus dengan lembaran kertas lainnya. Masih tidak ada jawaban dari orang itu membuat Jack merasa jengkel,


“WHAT HAAA.... (ADA AAAA....)” Jack yang kesal sedikit mengeraskan suaranya sambil menegakkan kepala, matanya terbuka lebar nyaris hampir keluar saat menatap seseorang itu di hadapannya. Pena yang di mainkan oleh jari jemarinya terjatuh seiring dengan tubuh Jack yang ikut terjatuh, dia menatap tidak percaya ke arah orang itu.

__ADS_1


Jack segera bangkit dan memastikan apa yang di lihatnya tidak salah, berkali – kali dia mengucek mata dan memukul pipinya memastikan jika yang di hadapannya saat ini bukanlah mimpi.


“ho... ho.. hhow...” Jack kehilangan kata – kata dan tidak mampu berbicara. Dia melangkah ke hadapan orang itu dengan kedua tangan yang memegang kedua lengan orang itu, Jack langsung memeluk erat orang itu.


Pesawat dari negara ginseng baru saja mendarat di Halim Perdanakusuma airport, para penumpang turun dengan tertib setelah para pramugari mempersilahkan mereka untuk turun. Beberapa pramugari terlihat sangat antusias bahkan menunggu di pintu keluar pesawat, sosok bayi dengan pipi gembul yang berada dalam gendongan ibunya sukses mencuri perhatian para pramugari dan beberapa penumpang.


Sosok bayi itu tidak lain tidak bukan adalah Yusuf, tingkah polahnya yang menggemaskan membuat siapa saja berebut menghampiri dan ingin menggendongnya. Pipi yang gembul, berambut hitam, mata biru dan parasnya yang imut membuat semua yang menatap Yusuf jatuh hati, alhasil Sabrina dan Yusuf menjadi artis dadakan yang di mintai foto oleh para penggemar.


Hee Na dan Yohan membantu Sabrina membawakan tas dan barang – barang keperluan Yusuf, baby Yusuf terlihat tenang dalam gendongan Sabrina. Dia terlihat begitu asyik dengan hiasan hijab yang di kenakan uminya, Yusuf berusaha menarik dan mendekatkan kepalanya ke hiasan hijab itu.


Mereka melangkah beriringan menuju ruang kedatangan, Yohan memimpin jalan mengarahkan Sabrina, Hee Na dan Yusuf untuk duduk di ruang tunggu sembari dia mengambil beberapa koper milik mereka.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2